home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Asal-usul dan Manfaat Panggilan Sayang "Baby" pada Pasangan

Asal-usul dan Manfaat Panggilan Sayang "Baby" pada Pasangan

Punya panggilan sayang pada pasangan memang lumrah. Tiap pasangan umumnya memiliki panggilan sayangnya masing-masing. Dari sekian banyak panggilan sayang, “beb” dan “baby” sering sekali digunakan. Kenapa, sih, banyak pasangan yang menggunakan kata-kata ini untuk menunjukkan rasa cintanya pada pasangan?

Kenapa banyak pasangan saling memanggil “baby”?

pertanyaan tentang seks sebelum menikah

Apakah pasangan Anda sering memanggil Anda dengan sebutan “beb” atau baby”? Jika iya, pernahkah Anda menanyakan apa alasannya? Baby adalah istilah yang biasanya digunakan ibu di negara-negara berbahasa Inggris untuk memanggil anak-anaknya saat masih bayi.

Ahli neuroantropologi dari Florida State University, Dean Falk, percaya bahwa alasan orang menggunakan panggilan sayang tersebut untuk pasangannya yaitu karena mereka seperti bernostalgia tentang masa kecilnya. Banyak orang merasa panggilan ini mengingatkannya kepada cinta pertamanya, yaitu ibunya.

Nostalgia ini memicu otak untuk mengeluarkan dopamin. Dopamin yang dilepaskan dalam jumlah besar di otak biasanya akan menciptakan perasaan bahagia. Oleh karena itu, biasanya seseorang cenderung ingin mengulangi hal yang membuatnya senang. Maka, Dean Falk menyimpulkan bahwa panggilan yang memicu rasa bahagia ini kemudian dianggap sebagai cara yang tepat untuk menunjukkan kasih sayang seseorang kepada pasangannya.

Namun, Frank Nuessel, dosen bahasa dari University of Louisville, punya pendapat lain. Nuessel berpendapat bahwa menggunakan panggilan sayang ini juga membantu orang merasa lebih terbuka dan nyaman dengan pasangannya. Hal ini kemudian memampukan Anda dan pasangan membangun ikatan batin yang cukup kuat dan intim. Jadi panggilan sayang ini bermanfaat, bukan?

Selain panggilan sayang, ini cara lain untuk menambah keintiman

mendengarkan dan memahami pasangan

Selain dengan panggilan sayang, ada banyak cara untuk membantu menambah keintiman Anda dengan pasangan. Simak berikut ini, ya.

1. Bicara dari hati ke hati

Berbicara dari hati ke hati bersama pasangan membantu Anda untuk lebih dekat satu sama lain. Anda bisa saling menanyakan kira-kira belakangan ini apa saja hal yang mengganjal pikiran atau membuatnya senang. Selain itu, Anda juga bisa membicarakan berbagai hal lainnya terkait hubungan dan juga pribadi masing-masing. Bicarakan tentang harapan-harapan Anda berdua untuk menambah keintiman.

2. Liburan bersama

Untuk menambah keintiman, Anda dan pasangan bisa meluangkan waktu untuk berlibur sesekali. Berlibur tak hanya menyegarkan otak dan pikiran tetapi juga hubungan. Jika Anda dan pasangan sedang dilanda kebosanan karena merasa tidak ada yang baru dalam hubungan, maka berlibur bisa menjadi salah satu solusinya.

Dengan berlibur bersama, Anda dan pasangan akan banyak menghabiskan waktu kualitas berdua. Banyak hal baru yang bisa Anda lakukan dengan pasangan. Tak perlu berlibur ke tempat yang jauh atau mahal. Berkeliling kota menjajal tempat-tempat wisata atau museum daerah pun bisa jadi kegiatan yang seru, lho.

3. Jangan main HP saat berduaan

Meski sering bertemu dan saling memanggil satu sama lain dengan panggilan sayang, semuanya akan sia-sia jika selama bertemu Anda tidak benar-benar fokus pada satu sama lain. Ya, misalnya kalau Anda berdua malah terlalu sibuk main HP saat berduaan.

Akhirnya Anda berdua malah tidak sempat mengobrol. Cobalah berkomitmen untuk menjauhkan HP dan gawai apa pun saat Anda dan pasangan sedang menghabiskan waktu berdua. Lalu habiskan waktu dengan mengobrol dan saling mengenal satu sama lain.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why We Call Our Lovers “Baby” https://www.psychologytoday.com/intl/blog/sexualitytoday/201806/why-we-call-our-lovers-baby accessed on November 16th 2018

The scientific reason why people use pet names for their partners https://www.independent.co.uk/life-style/love-sex/reason-why-people-couples-use-pet-names-partner-baby-talk-sweetie-parents-bonding-mother-love-a8101856.html accessed on November 16th 2018

Babe, Baby, Boo: Why Couples Can’t Cut Out the Baby Talk http://time.com/7465/babe-baby-boo-why-couples-cant-quit-the-baby-talk/ accessed on November 16th 2018

10 Proven Ways You Can Increase Intimacy https://www.independent.co.uk/life-style/love-sex/reason-why-people-couples-use-pet-names-partner-baby-talk-sweetie-parents-bonding-mother-love-a8101856.html accessed on November 16th 2018

Tips for Men on Growing Intimacy in Marriage https://www.verywellmind.com/men-growing-intimacy-in-marriage-1270945

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 24/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x