Pentingnya Quality Time Bersama Pasangan Setelah Punya Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Pernikahan adalah suatu hal yang akan mengubah kehidupan Anda dan pasangan 180 derajat, terlebih lagi jika Anda sudah punya anak. Anak membutuhkan perhatian yang lebih dari Anda dan pasangan sebagai orang tua, terutama pada tahun-tahun pertama perkembangannya. Hal ini yang terkadang menyebabkan Anda lupa betapa pentingnya menghabiskan quality time bersama pasangan. Memangnya sepenting apa, ya?

Pentingnya punya quality time bersama pasangan, meski sudah ada anak

Beberapa pasangan mungkin lupa bahwa pondasi terpenting yang membuat pernikahan tetap kuat tidak hanya dengan menjadi orang tua yang baik, tetapi juga fokus menjadi pasangan suami istri yang harmonis.

Keharmonisan ini tentunya sangat penting untuk dijaga dan diseimbangkan dengan kesibukan Anda dan pasangan dalam mengasuh anak, mengatur keuangan keluarga, bahkan rutinitas seperti mengurus rumah.

Sayangnya, sebanyak 92% pasangan mengalami konflik setelah memiliki anak. Setelah bayi berumur 18 bulan, sekitar 1 dari 4 pasangan menunjukkan stres dalam kehidupan pernikahan.

Studi tersebut dilakukan oleh pasangan profesor psikologi di University of California, Philip Cowan, Ph.D. dan istrinya, Carolyn Pape Cowan, Ph.D. Penelitian dilakukan sejak puluhan tahun lalu pada beberapa pasangan sejak masih mengandung hingga mengantar anaknya masuk taman kanak-kanak.

Hasilnya pun cukup jelas: memiliki anak berisiko meningkatkan terjadinya konflik dengan pasangan. Namun, pasangan yang tetap menjaga keharmonisan hubungannya memiliki kehidupan pernikahan yang lebih memuaskan.

Menurut Philip, menjaga hubungan yang berkualitas dengan pasangan dapat membantu masing-masing pasangan merasa lebih baik akan dirinya sendiri, menjadi lebih produktif, dan mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam membesarkan anak.

Ini artinya, pentingnya menjaga quality time Anda dengan pasangan tidak hanya memperbaiki kedekatan dalam hubungan, tetapi juga membantu Anda menjadi orang tua yang bahagia serta efektif dalam mengasuh anak. Anak pun akan tumbuh dengan bahagia apabila orang tuanya memiliki hubungan yang sehat.

Tips quality time bersama pasangan setelah punya anak

Salah satu tantangan terbesar dalam pernikahan adalah menjaga pentingnya quality time bersama pasangan, walaupun anak hadir di tengah-tengah kehidupan pernikahan.

Hal ini cukup membingungkan, terutama apabila anak Anda masih bayi, sering terbangun di malam hari, dan perlu menyusui. Jangankan memiliki waktu berdua dengan pasangan, waktu untuk diri sendiri pun rasanya sulit didapat.

Tetapi, sulit bukan berarti tidak mungkin untuk dilakukan, ya. Anda dan pasangan dapat mengikuti beberapa tips di bawah untuk menjalin quality time yang romantis bersama pasangan setelah menikah dan memiliki anak:

1. Habiskan waktu berdua di malam hari

Terkadang, kegiatan Anda dan pasangan selama sehari penuh diisi dengan mengurus keperluan anak hingga persoalan rumah tangga lainnya. Nah, waktu yang tepat untuk menikmati quality time berdua adalah di malam hari, ketika kesibukan berkurang dan anak sudah tidur.

Anda dan pasangan dapat mengisi waktu dengan memasak bersama, candle-light dinner sederhana di rumah, menonton film, atau mungkin sekadar mengobrol berdua dengan pasangan.

2. Menghabiskan waktu bersama setidaknya 10 menit sehari

Setiap orang yang sudah menikah harus menyadari pentingnya quality time setidaknya 10 menit sehari bersama pasangan. Buat hal ini menjadi rutinitas yang sebaiknya tidak boleh terlewatkan.

Anda dapat membicarakan keseharian masing-masing, saling mendengarkan satu sama lain, dan memberikan perhatian yang pasangan butuhkan. Hal ini dapat meningkatkan empati Anda terhadap pasangan, serta semakin mempererat hubungan cinta yang ada.

3. Titipkan anak pada anggota keluarga yang Anda percaya

Apabila Anda dan pasangan ingin berjalan berdua ke luar rumah, entah hanya di sekitar rumah atau mungkin berlibur selama 1-2 hari, Anda dapat menitipkan anak pada anggota keluarga yang sudah Anda percayai.

Anggota keluarga, terlebih lagi orang tua Anda atau pasangan, kemungkinan besar dapat memahami pentingnya menghabiskan quality time sesekali bersama pasangan Anda karena mereka juga pernah merasakannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Bercerai dengan Pasangan?

Waktu yang tepat untuk bercerai dengan pasangan bukan hal yang mudah. Pikiran ini terjadi ketika ada beragam faktor yang terpendam dalam pernikahan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Seks & Asmara 11/01/2020 . 5 menit baca

Bulan Madu Kedua untuk Pasangan Suami Istri, Apa Manfaatnya?

Bulan madu kedua dapat merekatkan hubungan pernikahan yang mulai renggang. Lalu kapan waktu yang tepat untuk berbulan madu kembali?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28/12/2019 . 4 menit baca

4 Masalah Utama yang Sering Diributkan Menjelang Pernikahan

Masa-masa menuju pernikahan adalah waktu-waktu yang rawan. Menjelang pernikahan, biasanya masalah datang silih berganti menguji Anda dan pasangan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 10/12/2019 . 5 menit baca

Kenapa Banyak Orang Rela Berubah Demi Pasangannya?

Agar lebih disayang pacar ada banyak cara yang kerap dilakukan, salah satunya rela berubah demi pasangan. Padahal, cara ini tidak disarankan lho.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 09/12/2019 . 3 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
pernikahan beda usia

Pernikahan Beda Usia, Membawa Tantangan Sekaligus Dinamika

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . 5 menit baca
pertimbangan sebelum memutuskan bercerai

4 Hal yang Harus Menjadi Pertimbangan Sebelum Bercerai

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 20/04/2020 . 4 menit baca
ide kegiatan saat valentine

5 Ide Kegiatan Romantis Saat Valentine Selain Makan Malam

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 12/02/2020 . 4 menit baca