Hati-hati, Penis Melengkung Saat Ereksi Bisa Menjadi Tanda Kanker

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Bentuk penis saat ereksi ternyata bisa menjadi gejala adanya masalah kesehatan tertentu. Ya, penelitian bahkan membuktikan penis melengkung bisa menjadi tanda awal penyakit kanker atau meningkatkan risiko Anda kena kanker. Berikut penjelasannya.

Penelitian buktikan penis melengkung bisa jadi tanda kanker

Penelitian yang dilakukan dari Baylor College of Medicine di Amerika Serikat menemukan bukti bahwa penis melengkung atau dalam istilah medis dikenal dengan penyakit Peyronie, meningkatkan risiko seseorang terkena kanker jenis tertentu. Penelitian tersebut mengumpulkan data dari total 1,7 juta orang. Hasilnya, pria dengan penyakit Peyronie 43 persen lebih berisiko terkena kanker perut, 19 persen lebih berisiko kena kanker kulit melanoma, dan 39 lebih berisiko terkena kanker testis.

Sumber: Peyronie’s Disease Advocates

Penyakit Peyronie adalah kondisi saat jaringan parut datar yang juga disebut plak fibrosa terbentuk di penis. Biasanya plak terbentuk pada bagian atas, bawah, atau di samping penis. Plak dapat menyebar ke seluruh penis dan membuat penis lama-kelamaan menjadi  keras dan bengkok.

Jaringan parut ini nantinya bisa menyebabkan rasa sakit saat ereksi hingga impotensi. Lengkungan akibat penyakit Peyronie bisa membuat penetrasi seksual menjadi lebih sulit. Bahkan, lama-lama penis mengalami penyusutan ukuran dan bentuk hingga makin lama makin memendek.

Penelitian menemukan fakta bahwa gen WNT2 ternyata berperan dalam terjadinya penyakit Peyronie serta beberapa jenis kanker. Salah satu peneliti sekaligus ahli urologi di Baylor College of Medicine, dr. Alexander Pastuszak, Ph.D.,  menyatakan bahwa bukti penelitian pada ayah dan anak yang memiliki Peyronie semakin memperkuat asumsi bahwa ternyata ada mutasi gen pada penyakit ini yang meningkatkan seseorang pada jenis kanker tertentu.

Lakukan pemeriksaan kesehataan secara rutin

Jika Anda menyadari memiliki penis bengkok, jangan panik dulu. Tidak semua kasus penis bengkok pasti berujung pada penyakit Peyronie dan kanker. Umumnya penis sedikit melengkung merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dirisaukan. Jika bengkoknya terlihat parah dan tidak biasa, maka Anda bisa langsung segera memeriksakannya ke dokter.

Menurut American Urological Association, jika penis bengkok secara tiba-tiba dan semakin hari semakin terlihat lengkungannya saat ereksi, sebaiknya periksa ke dokter. Terlebih jika kondisi ini disertai dengan gejala lain seperti sakit saat berhubungan seks, penis memendek, terjadi disfungsi ereksi, dan juga penis mengeras.

Jika hasil diagnosis menyebutkan bahwa Anda terkena penyakit Peyronie, Anda juga perlu tetap tenang. Pasalnya, Anda belum tentu pasti akan terkena kanker jika mengidap kondisi yang satu ini. Penyakit ini bisa diobati dengan beberapa prosedur medis.

Akan tetapi, kabar baiknya bahwa kondisi ini bisa membaik dan menghilang dengan sendirinya. Maka dari itu, biasanya dokter akan meminta Anda untuk menunggu 1-2 tahun sebelum melakukan tindakan medis yang lebih serius seperti operasi.

Biasanya dokter hanya akan memberikan beberapa obat minum dan suntik jika penis bengkok hingga lebih dari 30 derajat selama ereksi. Obat suntik seperti interferon membantu menghancurkan jaringan parut yang menyerang penis.

Jika dokter menyatakan Anda mengidap Peyronie, maka lakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk melihat apakah ada sel kanker yang tumbuh di tubuh Anda. Anda perlu lebih peka terhadap kesehatan diri dan sinyal-sinyal yang diberikan tubuh.

Deteksi dini menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran kanker di tubuh Anda. Dr. Patuszak menyatakan bahwa penting untuk memeriksakan diri setahun atau dua tahun sekali untuk memastikan tubuh berada dalam kondisi sehat dan baik.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca