Benarkah Merangsang Klitoris Memicu Orgasme Wanita?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Orgasme atau klimaks menjadi permasalahan yang rumit bagi perempuan. Berdasarkan sebuah penelitian yang dikutip oleh Medical Daily, hanya ada kurang dari 25% perempuan yang mengaku mereka mengalami orgasme saat seks. Masih sedikit sekali sumber yang membahas tentang cara mencapai orgasme pada perempuan. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ada kemungkinan perempuan yang kesulitan orgasme disebabkan oleh klitoris yang kecil dan letaknya jauh dari vagina. Lalu, benarkah merangsang klitoris memicu orgasme wanita?

BACA JUGA: 5 Alasan Mengapa Wanita Sulit Orgasme

Apa benar merangsang klitoris bisa memicu orgasme wanita?

Orgasme merupakan puncak gairah, sehingga pasangan yang melakukan hubungan seks pasti ingin mendapatkannya. Ciri dari orgasme adalah otot-otot kaki mengalami kontraksi, otot-otot di rahim mengalami kontraksi, dan rahim juga mengalami kontraksi. Saat terjadi orgasme, tubuh akan menghasilkan hormon cinta atau oksitosin, dan hormon ini baik untuk tubuh. Manfaat lain yang bisa Anda dapatkan dari orgasme adalah ikatan Anda dan pasangan menjadi semakin kuat.

Para peneliti menemukan perempuan yang didiagnosis anorgasmia (ketidakmampuan orgasme bahkan setelah dirangsang) disebabkan karena adanya jarak yang besar antara klitoris dan mulut vagina. Kira-kira jaraknya antara lima sampai enam centimeter. Menurut dr. Susan Oakley, rekan penulis penelitian dan OBGYN di Good Samaritan Hospital, Cincinnati, Ohio, yang dikutip Medical Daily, klitoris yang besar memiliki lebih banyak ujung saraf. Sehingga sering kali harus ada kontak dan rangsangan langsung pada klitoris untuk mendapatkan sensasi yang memicu orgasme.

BACA JUGA: Mengapa Ada Orang Berpura-pura Orgasme Saat Seks?

Namun, klitoris tidak selalu berperan dalam tercapainya orgasme wanita, berdasarkan kuisioner yang dibagikan pada beberapa perempuan, faktor lainnya yang mempengaruhi orgasme adalah kehidupan seks, kepercayaan diri atas tubuhnya, dan seberapa besar gairah seksualnya. Tapi, para peneliti lebih suka menghubungkan orgasme perempuan dengan posisi seks.

Posisi misionaris ternyata mempengaruhi perempuan sulit orgasme. Kebanyakan perempuan mendapat orgasme saat melakukan posisi seks wanita-di atas-pria (woman on top). Posisi ini memungkinkan klitoris perempuan mendapat rangsangan lebih. Selain jarak yang jauh antara klitoris dan mulut vagina, ternyata ukuran klitoris yang kecil juga dapat membuat perempuan sulit mencapai kepuasaan.

Di sinilah perlu rangsangan yang lebih dekat juga. Rasanya jika mendengar pernyataan ini, klitoris menjadi faktor penting atas terjadinya orgasme. Bahkan masih menurut Oakley, menyebutkan tidak ada yang namanya G-spot, yang ada hanyalah titik sensitif klitoris.

Kenapa klitoris berpengaruh pada orgasme wanita?

Mempelajari bagian-bagian klitoris sebenarnya agak rumit. Klitoris berbentuk pipih dan meluas di bawah kulit. Bagian yang dapat kita lihat disebut sebagai kelenjar. Bagian ini terdapat ribuan saraf yang berkumpul bersama di area yang kecil. Itu alasan klitoris sensitif terhadap sentuhan seksual, sebab ribuan saraf tersebut akan memberi sinyal pada otak. Klitoris juga dikenal sebagai pusat dari sensasi seksual.

BACA JUGA: 12 Posisi Seks Menantang yang Bisa Anda Coba Malam Ini

Penelitian yang terdiri dari 30 orang, lalu dilakukan pengukuran jarak antara mulut vagina dan klitoris. Sepuluh orang di antaranya mengalami kesulitan untuk orgasme, sebab jarak antara mulut vagina dan klitoris yang terlalu jauh, seperti yang telah disebutkan di atas. Jarak yang dekat memudahkan perempuan terangsang saat terjadi senggama. Bahkan saat jarak keduanya (mulut vagina dan klitoris) kurang dari 2,5 cm cenderung akan selalu mendapatkan orgasme hanya dengan hubungan seks yang melibatkan senggama.

Penelitian lain juga mengungkapkan bahwa 81% perempuan yang memiliki posisi klitoris lebih rendah mengalami orgasme saat senggama, berbeda dengan perempuan yang memiliki klitoris lebih atas. Namun, teori ini tidak selalu tepat, penelitian tersebut tidak menemukan hubungan sebab-akibat. Untuk memastikan kebenarannya diperlukan penelitian lebih mendalam.

BACA JUGA: Apa Itu Klitoris? Cari Tahu Fungsi dan Letaknya

Penelitian menunjukkan sekitar 10% perempuan mengaku tidak pernah mengalami orgasme. Saat klimaks atau tak kunjung terjadi, hal ini mungkin disebabkan oleh rangsangan seksual yang kurang. Anda perlu tahu bahwa perempuan bisa mendapatkan orgasme dengan cara rangsangan klitoris secara langsung dan tidak langsung, serta merangsang vagina dan bagian dalam vagina.

Meski masih pro dan kontra, orgasme memang dapat dicapai dengan merangsang klitoris baik secara tidak langsung ketika senggama, atau pasangan Anda langsung merangsang klitoris Anda. Selain itu, untuk mendapatkan kepuasaan yang sesungguhnya, didukung dengan ikatan emosional yang kuat dengan pasangan dan tidak melupakan foreplay (pemanasan).

BACA JUGA: Menguak Orgasme Wanita: Mengapa Beda Dengan Orgasme Pria?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Posisi Bercinta yang Tepat Agar Cepat Hamil

Banyak pasangan yang menganggap bahwa posisi bercinta mempengaruhi peluang kehamilan. Sebenarnya adakah posisi bercinta agar cepat hamil?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Seks & Asmara 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Bercinta dengan lampu yang redup sudah biasa. Pernahkah Anda membayangkan seks dengan lampu menyala? Sebelumnya, coba simak artikel berikut.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara masturbasi wanita

Panduan Masturbasi Aman untuk Perempuan, Bagaimana Caranya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
uretritis gonore adalah

Uretritis Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
membunuh gairah seks

10 Penurun Gairah Seks yang Perlu Anda Hindari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit