Benarkah Merangsang Klitoris Memicu Orgasme Wanita?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Orgasme atau klimaks menjadi permasalahan yang rumit bagi perempuan. Berdasarkan sebuah penelitian yang dikutip oleh Medical Daily, hanya ada kurang dari 25% perempuan yang mengaku mereka mengalami orgasme saat seks. Masih sedikit sekali sumber yang membahas tentang cara mencapai orgasme pada perempuan. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ada kemungkinan perempuan yang kesulitan orgasme disebabkan oleh klitoris yang kecil dan letaknya jauh dari vagina. Lalu, benarkah merangsang klitoris memicu orgasme wanita?

BACA JUGA: 5 Alasan Mengapa Wanita Sulit Orgasme

Apa benar merangsang klitoris bisa memicu orgasme wanita?

Orgasme merupakan puncak gairah, sehingga pasangan yang melakukan hubungan seks pasti ingin mendapatkannya. Ciri dari orgasme adalah otot-otot kaki mengalami kontraksi, otot-otot di rahim mengalami kontraksi, dan rahim juga mengalami kontraksi. Saat terjadi orgasme, tubuh akan menghasilkan hormon cinta atau oksitosin, dan hormon ini baik untuk tubuh. Manfaat lain yang bisa Anda dapatkan dari orgasme adalah ikatan Anda dan pasangan menjadi semakin kuat.

Para peneliti menemukan perempuan yang didiagnosis anorgasmia (ketidakmampuan orgasme bahkan setelah dirangsang) disebabkan karena adanya jarak yang besar antara klitoris dan mulut vagina. Kira-kira jaraknya antara lima sampai enam centimeter. Menurut dr. Susan Oakley, rekan penulis penelitian dan OBGYN di Good Samaritan Hospital, Cincinnati, Ohio, yang dikutip Medical Daily, klitoris yang besar memiliki lebih banyak ujung saraf. Sehingga sering kali harus ada kontak dan rangsangan langsung pada klitoris untuk mendapatkan sensasi yang memicu orgasme.

BACA JUGA: Mengapa Ada Orang Berpura-pura Orgasme Saat Seks?

Namun, klitoris tidak selalu berperan dalam tercapainya orgasme wanita, berdasarkan kuisioner yang dibagikan pada beberapa perempuan, faktor lainnya yang mempengaruhi orgasme adalah kehidupan seks, kepercayaan diri atas tubuhnya, dan seberapa besar gairah seksualnya. Tapi, para peneliti lebih suka menghubungkan orgasme perempuan dengan posisi seks.

Posisi misionaris ternyata mempengaruhi perempuan sulit orgasme. Kebanyakan perempuan mendapat orgasme saat melakukan posisi seks wanita-di atas-pria (woman on top). Posisi ini memungkinkan klitoris perempuan mendapat rangsangan lebih. Selain jarak yang jauh antara klitoris dan mulut vagina, ternyata ukuran klitoris yang kecil juga dapat membuat perempuan sulit mencapai kepuasaan.

Di sinilah perlu rangsangan yang lebih dekat juga. Rasanya jika mendengar pernyataan ini, klitoris menjadi faktor penting atas terjadinya orgasme. Bahkan masih menurut Oakley, menyebutkan tidak ada yang namanya G-spot, yang ada hanyalah titik sensitif klitoris.

Kenapa klitoris berpengaruh pada orgasme wanita?

Mempelajari bagian-bagian klitoris sebenarnya agak rumit. Klitoris berbentuk pipih dan meluas di bawah kulit. Bagian yang dapat kita lihat disebut sebagai kelenjar. Bagian ini terdapat ribuan saraf yang berkumpul bersama di area yang kecil. Itu alasan klitoris sensitif terhadap sentuhan seksual, sebab ribuan saraf tersebut akan memberi sinyal pada otak. Klitoris juga dikenal sebagai pusat dari sensasi seksual.

BACA JUGA: 12 Posisi Seks Menantang yang Bisa Anda Coba Malam Ini

Penelitian yang terdiri dari 30 orang, lalu dilakukan pengukuran jarak antara mulut vagina dan klitoris. Sepuluh orang di antaranya mengalami kesulitan untuk orgasme, sebab jarak antara mulut vagina dan klitoris yang terlalu jauh, seperti yang telah disebutkan di atas. Jarak yang dekat memudahkan perempuan terangsang saat terjadi senggama. Bahkan saat jarak keduanya (mulut vagina dan klitoris) kurang dari 2,5 cm cenderung akan selalu mendapatkan orgasme hanya dengan hubungan seks yang melibatkan senggama.

Penelitian lain juga mengungkapkan bahwa 81% perempuan yang memiliki posisi klitoris lebih rendah mengalami orgasme saat senggama, berbeda dengan perempuan yang memiliki klitoris lebih atas. Namun, teori ini tidak selalu tepat, penelitian tersebut tidak menemukan hubungan sebab-akibat. Untuk memastikan kebenarannya diperlukan penelitian lebih mendalam.

BACA JUGA: Apa Itu Klitoris? Cari Tahu Fungsi dan Letaknya

Penelitian menunjukkan sekitar 10% perempuan mengaku tidak pernah mengalami orgasme. Saat klimaks atau tak kunjung terjadi, hal ini mungkin disebabkan oleh rangsangan seksual yang kurang. Anda perlu tahu bahwa perempuan bisa mendapatkan orgasme dengan cara rangsangan klitoris secara langsung dan tidak langsung, serta merangsang vagina dan bagian dalam vagina.

Meski masih pro dan kontra, orgasme memang dapat dicapai dengan merangsang klitoris baik secara tidak langsung ketika senggama, atau pasangan Anda langsung merangsang klitoris Anda. Selain itu, untuk mendapatkan kepuasaan yang sesungguhnya, didukung dengan ikatan emosional yang kuat dengan pasangan dan tidak melupakan foreplay (pemanasan).

BACA JUGA: Menguak Orgasme Wanita: Mengapa Beda Dengan Orgasme Pria?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

Ada beberapa cara memenuhi hasrat kepuasan seksual wanita, salah satunya memakai vibrator. Tapi kalau terlalu sering pakai vibrator, apa efeknya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Hidup Sehat, Seks & Asmara 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

Menurut penelitian, lebih sering berhubungan seks bisa membantu perempuan memperlambat datangnya masa menopause. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Seks & Asmara 03/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Rahasia Agar Bercinta Semakin Panas dengan Memakai Kondom

Bercinta dengan menggunakan kondom bersama pasangan dapat lebih bergairah. Selain pemilihan kondom, posisi seks juga membangun suasana lebih bergairah.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Seks & Asmara 20/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pura-pura orgasme

Kenapa Ada Pria yang Pura-pura Orgasme Saat Bercinta?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit
air mani keluar saat puasa

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020 . Waktu baca 5 menit
orgasme pada wanita

8 Fakta Menarik Seputar Orgasme pada Wanita

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020 . Waktu baca 5 menit
cara membersihkan vibrato mainan seks sex toys

Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020 . Waktu baca 4 menit