4 Cara Menunda Orgasme untuk Mencegah Ejakulasi Dini

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat berhubungan seks, kadang kala wanita ingin pasangan melakukan seks lebih lama di ranjang. Tetapi, pria juga tidak bisa begitu saja menahan ejakulasi yang ia rasakan. Jika pria orgasme terlalu cepat, atau sering disebut ejakulasi dini, bisa saja ini menjadi faktor hubungan seks yang kurang terpuaskan di sisi wanita. Efektivitas hubungan seks Anda juga akan berkurang dari segi kualitas kepuasan bersama. Coba simak beberapa cara  menunda orgasme pria yang bisa Anda lakukan bersama pasangan. 

1. Senam Kegel

Teknik senam ini awalnya diperuntukan bagi wanita pasca melahirkan, guna mengencangkan otot-otot vagina seperti semula. Pada dasarnya, senam ini bagus dilakukan untuk wanita dan pria. Senam ini memfokuskan gerakan pada otot panggul (pubococcygeus) agar terasa kencang. Manfaat dari senam kegel pada  pria adalah untuk melatih penis dan seisinya menjadi lebih terkendali. Otot-otot dasar panggul yang mencakup bagian penis dan kandung kemih akan lebih sehat berkat latihan kegel, serta  memungkinkan orgasme yang lebih tahan lama.  

Latihan kegel akan membantu Anda memiliki orgasme yang lebih kencang dan bertahan lebih lama berkat perbaikan aliran darah di daerah penis. Perlu diketahui, senam ini tujuannya memperkuat otot penis, serta melatih menunda orgasme di waktu yang tidak diinginkan.  Latihan ini membantu mengontrol kemampuan Anda ketika akan orgasme, dan memberikan Anda stamina seksual yang lebih besar.

http://www.elifmedika.com/2015/08/senam-kegel-pria-ereksi-lebih-kuat-dan-terkontrol.html
http://www.elifmedika.com/2015/08/senam-kegel-pria-ereksi-lebih-kuat-dan-terkontrol.html

BACA JUGA: Senam Kegel Bagi Pria Dapat Meningkatkan Performa Seksual

2. Stop and start

Latihan ini baiknya anda diskusikan dengan pasangan wanita demi menjaga mood seksualnya. Caranya, saat penetrasi dan Anda merasa ingin orgasme, cabut penis Anda dari vagina, lalu cengkram kepala penis, jangan terlalu lembut dan jangan terlalu kencang. Setelah itu tekan, kepala penis ke arah kiri menggunakan jempol tangan Anda. Jika Anda telah merasa aliran sperma mulai melambat, tahan sebentar, lalu Anda bisa melanjutkan lagi penetrasi yang tertunda.

Dalam sekali berhubungan seksual, coba latih teknik ini 2-4 kali sampai pada waktu orgasme yang Anda inginkan. Ajak pasangan Anda berpartisipasi dalam teknik ini, untuk mencapai kepuasan seks bersama.

BACA JUGA: Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Orgasme

3. Squeezing

Cara ini tidak terlalu jauh berbeda dengan teknik stop and start di atas. Yang perlu Anda lakukan adalah, ketika Anda mulai merasa akan orgasme, cabut penis dari vagina, minta bantuan pasangan Anda untuk menggengam penis. Setelah digenggam, posisikan jempol menutupi lubang di mana sperma keluar, berikan sedikit remasan pada batang penis Anda. Anda juga bisa meremas penis bagian bawah secara lembut dengan berkala sampai hasrat orgasme Anda menurun. Latih dan lakukan berulang agar aktivitas seksual Anda semakin menyenangkan.

4. Latihan pernapasan

Cara ini umumnya bukan cara yang melibatkan fisik, tetapi pikiran dan perasaan Anda. Agak sulit dan berat jika dilakukan. Pernapasan adalah kunci untuk mengendalikan seluruh tubuh Anda. Pada saat penetrasi penis ke dalam lubang vagina dan Anda mulai merasakan orgasme, mulai pelankan tempo hentakan pinggul Anda. Alihkan pikiran Anda dari rangsangan yang telah ada, lakukan tarikan napas 3-4 kali hembusan. Tetap alihkan pikiran Anda sampai dirasa aliran sperma mulai menurun.

Setelah Anda bisa mengendalikan tubuh Anda, silahkan Anda lanjutkan penetrasi seksual dengan tempo yang lebih cepat. Mulai cari lagi rangsangan tubuh pasangan Anda untuk membangkitkan gairah. Lakukan berulang, sampai waktu orgasme yang diinginkan tiba.

BACA JUGA: Mengapa Beberapa Orang Berpura-pura Orgasme Saat Seks? 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Lakukan Hal Ini Saat Pasangan Menolak Berhubungan Seks

Seks yang sehat memang dilakukan atas dasar persetujuan kedua pihak, Namun, baaimana jika pasangan menolak berhubungan seks? Simak artikel berikut.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Awas, Pria yang Kecanduan Pornografi Malah Berisiko Alami Impotensi

Berapa kali Anda menonton pornografi dalam seminggu? Hati-hati, lho. Para ahli menguak kalau kecanduan pornografi berdampak pada risiko disfungsi ereksi.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 11 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Manfaat Senam Kegel untuk Stamina Seks Pria dan Cara Melakukannya

Meski senam kegel sudah lama dikenal efektif untuk mengencangkan vagin.Namun, ternyata senam kegel juga memiliki manfaat untuk stamina seks pria.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Seks & Asmara 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

Gejala penyakit urologi kerap berhubungan dengan proses kencing yang tidak normal seperti kesulitan atau malah terlalu sering. Apa gejala lainnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker penis

Kanker Penis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit
penis sehat

8 Makanan Wajib untuk Menjaga Kesehatan Penis

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Alergi Sperma

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Bukan Hanya Terasa Nikmat, Ini 3 Manfaat Orgasme untuk Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit