4 Cara Mengendalikan Nafsu Seks yang Berlebihan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Apakah akhir-akhir ini Anda merasakan nafsu seks berlebih? Gairah tersebut begitu besar, mungkin sampai Anda kesulitan melawan atau menekannya. Atau mungkin pasangan Anda yang mengeluh karena masalah Anda ini? Tenang saja, meskipun kelihatannya nafsu seks berlebih begitu sulit diredam, Anda bisa belajar untuk mengendalikannya, kok. Simak tips-tips berikut ini.

Apakah gairah seks saya normal?

Sebelum Anda belajar untuk mengendalikan dorongan seksual, sebaiknya pahami dulu seperti apa gairah seks yang normal. Seperti dijelaskan oleh seorang pakar psikoterapi dan konseling seks dari Amerika Serikat, Ian Kerner, Ph.D., pada dasarnya standar normal bagi setiap orang itu beda-beda. Ada orang yang ingin berhubungan seks setiap hari. Namun, ada juga yang jarang menginginkan seks.

Yang harus jadi perhatian adalah bila tiba-tiba Anda mengalami perubahan yang cukup menonjol soal libido atau nafsu seks Anda. Entah itu terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Misalnya dulu Anda hanya menonton pornografi satu atau dua kali seminggu, tapi sekarang setiap hari Anda bisa menonton sampai dua kali.

Ada beberapa alasan mengapa gairah seks seseorang bisa jadi berlebihan. Salah satunya yaitu gangguan psikologis seperti stres berlebih, depresi, atau maniak seks. Perhatikan kalau Anda juga mengalami gejala-gejala berikut.

  • Jadi lebih sering berhubungan seks, menonton pornografi, atau masturbasi meskipun nantinya Anda menyesal.
  • Merasa kesal, marah, atau gusar kalau tidak bisa meluapkan hasrat Anda.
  • Menjadikan seks sebagai pelampiasan emosi, stres, kecemasan, atau rasa kesepian.
  • Melalaikan tanggung jawab seperti sekolah, pekerjaan, atau keluarga demi seks.

Cara mengendalikan nafsu seks berlebih

Bila Anda menunjukkan gejala-gejala nafsu seks berlebih, sekarang sudah saatnya Anda mengubah pola pikir dan perilaku Anda agar lebih sehat. Berikut adalah cara-cara mengendalikan dorongan seksual Anda.

1. Konseling

Apabila nafsu seks yang berlebihan sudah mengganggu pikiran atau aktivitas Anda sehari-hari, sebaiknya Anda segera mencari jasa konseling psikologis yang terpercaya. Jangan malu untuk minta bantuan psikolog karena masalah nafsu seks berlebih pada dasarnya sangat umum.

Psikolog atau terapis bisa membantu Anda mencari akar permasalahannya dan mengubah pola pikir Anda. Anda akan diajari berbagai teknik untuk menghindari perilaku seksual yang tak sehat. Mungkin juga Anda diresepkan obat-obatan antidepresan yang membuat Anda lebih rileks.  

2. Olahraga

Untuk menyalurkan energi seksual yang membuncah dalam diri Anda, berolahraga secara rutin bisa jadi solusinya. Berolahraga dan aktif bergerak bisa mencegah tubuh Anda merasa stres karena tak bisa meluapkan gairah seks.

Olahraga juga bisa membantu Anda memanfaatkan hormon testosteron atau hormon seks pria. Pasalnya, hormon ini akan membuat darah mengalir lebih deras dan jantung berdegup lebih kencang saat berolahraga. Sensasi ini mirip seperti seks. Anda pun tak perlu terus-terusan memikirkan seks jika testosteron Anda sudah digunakan untuk berolahraga cukup intens.

3. Cari kesibukan baru

Mungkin selama ini Anda haus akan rasa dekat atau keintiman dengan orang lain. Anda pun keliru dengan mengira bahwa keintiman hanya bisa dicapai lewat seks dengan pasangan. Padahal, Anda bisa menambah keintiman lewat berbagai cara, misalnya memulai hobi baru bersama dengan pasangan, misalnya melukis atau menyanyi karaoke bersama.

Bila Anda masih bujang, cobalah untuk mencari kesibukan baru yang bisa menyita waktu dan fokus Anda sehari-hari. Contohnya bergabung dengan klub olahraga di kampus atau berlibur ke tempat-tempat yang asing buat Anda.

4. Hindari minum alkohol

Selama Anda masih berjuang untuk mengendalikan nafsu seks berlebih, hindari minuman beralkohol. Minuman beralkohol bisa mengganggu akal sehat Anda. Akibatnya, Anda bisa saja terjebak dalam perilaku seks yang tak sehat seperti selingkuh, menggunakan jasa seks komersil, atau bahkan memaksa pasangan Anda untuk berhubungan seks.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

delusi dan halusinasi

Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
Pedofilia kekerasan seksual

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020