Cukur Bulu Kemaluan Sebelum Seks Bikin Anda Rentan Penyakit Kelamin

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Banyak dari kita yang memiliki ritual khusus sebelum berhubungan seks. Pakai deodoran, sikat gigi, dan berkumur, misalnya. Lainnya mungkin memilih untuk “berdandan” kilat dengan merapikan bulu-bulu halus di sekujur tubuh. Ya, termasuk juga mencukur rambut kemaluan.

Bercukur — entah itu bulu kaki, ketiak, atau daerah kemaluan — adalah pilihan pribadi. Cukurlah jika Anda ingin sedikit lebih rapi, atau santai saja dan biarkan tumbuh lebat. Tak ada masalah mau pilih yang mana. Tapi apa yang kami ingin semua orang tahu bahwa memilih untuk tidak mencukur rambut kemaluan Anda sebelum berhubungan seks mungkin bisa mendatangkan manfaat kesehatan untuk Anda.

Mencukur rambut kemaluan sebelum seks meningkatkan risiko penyakit kelamin

Meski mencukur rambut kemaluan telah terbukti menurunkan risiko memiliki kutu pubis, kebiasaan ini dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kelamin. “Mencukur rambut kemaluan sebelum seks dapat meningkatkan kesempatan Anda tertular penyakit kelamin secara drastis, yaitu hingga 440 persen,” ungkap Lora Ivanova, co-pendiri myLAB Box, layanan pengujian penyakit kelamin skala nasional pertama di Amerika Serikat, dilansir dari Medical Daily.

Rambut kemaluan ada bukannya tanpa tujuan. “Hutan hujan” di bawah sana berfungsi sebagai pelindung terhadap gesekan pada kulit sensitif yang dapat menyebabkan abrasi dan cedera kulit. Rambut kemaluan melindungi kulit dari bakteri dan kuman yang tidak diinginkan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Sexually Transmitted Infections melaporkan laki-laki dan perempuan yang mencukur rambut kemaluan mereka sebelum seks lebih mungkin untuk mengidap penyakit kelamin menular dalam hidup mereka, termasuk kutil kelamin, HPV, sifilis, gonore, klamidia, atau HIV. Hasil temuan ini bahkan masih valid setelah peneliti memperhitungkan faktor-faktor lain, seperti usia, dan jumlah pasangan seksual yang dimiliki.

Teorinya, bercukur dan waxing rambut kemaluan bisa mengiritasi kulit yang dapat menimbulkan luka mikro yang tidak Anda sadari. Luka di daerah kemaluan dapat menjadi gerbang utama bagi virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Terlebih lagi, daerah kemaluan dan alat kelamin lebih rentan terhadap infeksi herpes karena luka kecil yang terpapar oleh virus, baik lewat mulut (seks oral) atau alat kelamin (penetrasi vaginal atau anal).

Begini cara amannya jika harus mencukur rambut kemaluan sebelum seks

Luka kecil terbuka yang dikombinasikan dengan lingkungan genital yang lembab hangat adalah surga bagi bakteri untuk berkembang biak. Hal ini bisa mengakibatkan penyebaran lebih lanjut dari penyakit kelamin.

Jika Anda harus bercukur di bawah sana, Ivanova menyarankan untuk memastikan Anda dan pasangan telah benar-benar diuji untuk kemungkinan penyakit kelamin menular untuk mengeliminasi kekhawatiran risiko.

Selain itu, sebaiknya tidak mencukur rambut kemaluan tepat sebelum sesi bercinta. Cukurlah sehari-dua hari sebelum Anda berhubungan seks untuk memberikan waktu bagi kulit di area kemaluan Anda pulih dari gesekan alat cukur atau strip wax — jika Anda memilih waxing. Kulit Anda lebih sensitif dan rentan terhadap rambut tumbuh ke dalam setelah bercukur, sehingga setiap gesekan saat berhubungan seks bisa menyebabkan iritasi.

Juga, cobalah untuk tidak memakai pakaian yang sangat ketat (seperti legging) atau apapun yang akan bergesekan langsung dengan kulit Anda tepat setelah bercukur di bawah sana, karena ini juga dapat menyebabkan iritasi atau benjolan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Normalkah Jika Darah Haid Saya Berwarna Cokelat?

Meski pada umumnya darah menstruasi berwarna merah pekat, ada beberapa warna darah haid yang perlu Anda waspadai. Ini mungkin berisiko pada kesehatan Anda

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Waktu bercinta yang paling ideal ternyata bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung usia Anda dan pasangan. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Ketahui Berbagai Kemungkinan Penyebab Benjolan di Penis

Pernahkah Anda menemukan benjolan di penis Anda? Ada berbagai kemungkinan penyebab dari kondisi ini. Cari tahu dalam artikel berikut.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 12 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Berhubungan Seks Setelah Operasi Caesar, Wajarkah Bila Sakit?

Sebagian wanita mengeluhkan hubungan seks setelah operasi caesar terasa sakit. Benarkah demikian? Kemudian, apa yang harus dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 5 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
mencium spidol

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit
perkembangan anak 13 tahun

Perkembangan Anak Usia 13 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 8 menit
syarat-donor-ginjal

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit