Ketahui Penyebab dan Ciri Gangguan Hormon Testosteron Pada Pria

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Seiring bertambahnya usia, kadar hormon testosteron pada pria juga semakin menurun. Hormon testosteron menurun bisa mengancam fungsi seksual. Namun, tidak menutup kemungkinan Anda mengalami kelebihan hormon testosteron. Hal ini lah yang disebut sebagai gangguan hormon. Simak penjelasan lengkap mengenai gangguan hormon testosteron yang bisa terjadi pada pria di bawah ini!

Penyebab gangguan hormon pada pria

gangguan hormon pria

Dikutip dari Urology Care Foundation, testosteron adalah hormon seks yang dihasilkan di testis pria. Fungsi testosteron adalah membantu pembentukan organ seksual saat bayi laki-laki mengalami masa pertumbuhan.

Saat pubertas, hormon testosteron penting untuk meningkatkan perkembangan fisik dari laki-laki menjadi pria. Mengapa? Karena, dengan hormon testosteron anak laki-laki bisa memiliki lebih banyak bulu di tubuh, otot, dan suara yang lebih berat.

Lalu, fungsi seksual pria juga dipengaruhi oleh hormon testosteron. Hal ini karena testosteron juga mempunyai fungsi untuk menghasilkan sperma di dalam tubuh.

Testosteron dihasilkan oleh kelenjar gonad pada testis. Kadar produksi testosteron yang dihasilkan oleh kelenjar tersebut mengalami puncaknya saat seorang laki-laki memasuki usia remaja akhir, atau berusia sekitar 18 tahun.

Dari awal masa puber hingga dewasa, hal yang bisa terjadi adalah gangguan hormon testosteron pada pria. Berikut penjelasan mengenai penyebab gangguan hormon yang bisa terjadi, seperti:

1. Hormon testosteron kurang atau rendah

Saat usia bertambah, adalah hal normal ketika mengalami kekurangan hormon testosteron atau kadar testosteron rendah pada pria.

Selain itu, ada penyebab gangguan hormon atau berkurangnya testosteron pada pria. Ini termasuk cedera pada testis serta radiasi kemoterapi untuk mengobati kanker di area genital.

Testosteron rendah juga bisa disebabkan oleh penyakit kelenjar di bawah otak, dan obat-obatan yang memengaruhi kelenjar ini seperti steroid.

Hal ini bisa memberikan dampak yang besar, terutama pada kehidupan seksual yang menyangkut dengan masalah kesuburan atau infertilitas pria.

Gangguan hormon seperti kekurangan atau testosteron rendah bisa menyebabkan kesulitan ereksi. Ereksi mungkin menjadi kurang sering terjadi atau menjadi lebih lemah daripada sebelumnya.

Ciri-ciri & gejala kekurangan hormon testosteron

Setelah usia 30 tahun, pria akan mengalami penurunan kadar testosteron secara berkala. Seharusnya tidak menimbulkan perubahan fisik maupun penurunan libido yang signifikan.

Akan tetapi, masih mungkin terjadi dan bisa menghambat apabila Anda sedang merencanakan kehamilan. Berikut beberapa gejala dari gangguan atau kekurangan hormon testosteron pada pria, seperti:

  • Rendahnya dorongan seks.
  • Sulit mempertahankan ereksi atau impoten.
  • Volume air mani terlalu sedikit.
  • Lebih mudah lelah dan memengaruhi aktivitas fisik.
  • Pertumbuhan rambut di tubuh mulai berkurang atau kebotakan.
  • Kenaikan berat badan serta penumpukan lemak.
  • Hilangnya massa otot.
  • Lapisan tulang menipis sehingga memicu osteoporosis.
  • Mengalami perubahan suasana hati yang tidak menentu.

Ada pula ciri-ciri atau gejala yang tidak bisa langsung terlihat sehingga perlu berkonsultasi dengan dokter atau melakukan tes kesuburan. Hal ini untuk mengetahui kadar testosteron di tubuh Anda.

Bagaimana cara mengobati testosteron rendah?

Biasanya, cara mengobati gangguan hormon testosteron pada pria yang satu ini adalah melakukan terapi pengganti testosteron. Lalu, kebanyakan pria dengan testosteron rendah akan diresepkan gel testosteron untuk digosokkan pada lengan atau bahunya.

Metode lainnya adalah dengan menerima suntik di otot atau perawatan lainnya yang secara perlahan melepaskan testosteron ke dalam darah.

Jika Anda menderita kanker prostat, ada kemungkinan tidak boleh menjalani terapi untuk menambah testosteron karena bisa meningkatkan pertumbuhan kanker.

Saat mencapai usia 40 tahun, sebaiknya Anda pergi ke dokter untuk diperiksa apakah testosteron rendah. Selain itu, setiap gejala yang dicurigai sebagai gangguan hormon pada pria akibat testosteron rendah harus diwaspadai dan diobati sesegera mungkin.

Hubungan hormon testosteron rendah dengan hipogonadisme

Menjadi salah satu gangguan hormon, hipogonadisme merupakan kondisi ketika tubuh pria tidak menghasilkan hormone seksual yang cukup. Hal ini bisa terjadi dapat dimulai selama perkembangan janin, sebelum pubertas, atau saat dewasa.

2. Kelebihan hormon testosteron

Perlu diketahui apabila pria tidak hanya mempunyai hormon testosteron. Tetapi juga hormon estrogen agar gairah seksual, kualitas sperma, serta kesuburan pria terkendali dengan baik.

Penyebab gangguan hormon pada pria lainnya yang bisa terjadi adalah ketika kelebihan hormon testosteron. Saat kondisi ini terjadi, anak laki-laki bisa mengalami pubertas dini.

Berikut beberapa efek yang bisa terjadi ketika pria mengalami kelebihan hormon testosteron, seperti:

Kulit berminyak dan jerawatan

Nyatanya, kelebihan hormon testosteron dapat menyebabkan kulit jadi berminyak dan berjerawat. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar DHT (dihidrotestosteron) sehingga meningkatkan produksi sebum minyak, zat kental yang bisa menyumbat pori-pori pada wajah.

Apabila pori-pori tertutup, bakteri akan menumpuk pada kulit dan menyebabkan peradangan seperti jerawat.

Rambut rontok

Salah satu hal yang dapat terjadi pada kelebihan hormon testosteron pada pria adalah gejala rambut rontok atau bahkan kebotakan. Umumnya, gejala kerontokan rambut ini akan dimulai dari bagian simpul kulit kepala. Lalu akan berlanjut rontok apa rambut bagian pelipis dan akan berlanjut keseluruhan.

Buah zakar mengerut

Secara sederhana, saat otak menstimulasi kelebihan hormon testosteron dalam tubuh, otak akan menganggap semua itu berawal dari tempat produksi testosteron, yaitu pada buah zakar.

Selanjutnya, otak akan menutup produksi LH (Luteinizing Hormon), yang berguna memberi tahu testis untuk memproduksi testosteron. Maka dari itu, gangguan hormon pada pria ini mengakibatkan buah zakar mengerut atau mengalami perubahan ukuran.

Kelebihan sel darah merah dan hemoglobin

Jika mengalami kelebihan testosteron dalam tubuh, salah satu efeknya adalah adanya peningkatan kadar sel darah merah dan kadar hemoglobin. Pada pria yang lebih tua, peningkatan sel darah merah dapat menimbulkan adanya serangan jantung dan stroke.

Peningkatan sel darah merah dalam darah akibat kelebihan hormon testosteron dapat dikurangi dengan menurunkan dosis pengganti testosteron.

Hal lainnya yang bisa dilakukan adalah donor darah yang tujuannya untuk menurunkan tingkat sel darah dalam tubuh.

Berapa kadar hormon testosteron yang normal pada pria?

hormon testosteron pada pria

Secara normal, pria memiliki 300-1000 nanogram/desiliter hormon testosteron di dalam tubuh. Sementara, nilai terendah yang masih bisa ditoleransi adalah 270 nanogram/desiliter.

Kisaran testosteron tersebut penting untuk mendiagnosis dan memberikan pengobatan yang efektif serta mencegah gangguan hormon pada pria. Selain itu, banyak penyakit lainnya yang bisa dites dengan pengukuran hormon.

Anda perlu melakukan tes untuk mengetahui berapa kadar hormon testosteron di dalam tubuh. Tes akan dilakukan pada pagi hari antara jam 7 hingga 10.

Apabila Anda tidak mempunyai masalah kesehatan tertentu tetapi hasilnya tidak normal, diperlukan tes berikutnya. Hal ini karena kadar hormon bisa berubah dari hari ke hari.

Tes sederhana untuk mengetahui gangguan hormon pada pria

Coba lakukan tes sederhana ini pada pasangan. Tanyakan beberapa pertanyaan berikut ini.

  1. Apakah libido menurun akhir-akhir ini?
  2. Apakah merasa lemas dan lesu?
  3. Apakah daya tahan dan kekuatan fisik menurun?
  4. Apakah tinggi badan berkurang?
  5. Apakah merasa kenikmatan hidup menurun?
  6. Apakah cepat merasa kesal atau mudah marah?
  7. Apakah ereksi kurang kuat?
  8. Apakah ada penurunan kemampuan dalam berolahraga?
  9. Apakah sering mengantuk dan tertidur usai makan malam?
  10. Apakah ada perubahan atau penurunan prestasi kerja?

Bila jawaban nomor 1, 3, dan 7 adalah “ya”, maka sebaiknya Anda atau sarankan pasangan untuk melakukan pemeriksaan kadar hormon testosteron. Hal ini diperlukan untuk mengetahui apakah mengalami gangguan hormon pada pria atau tidak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Akibatnya Jika Melakukan Seks Terlalu Sering?

Hubungan seks adalah salah satu faktor terpenting dalam keharmonisan rumah tangga. Namun apakah ada risikonya jika melakukan seks terlalu sering?

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Seks & Asmara 2 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Bukan Hanya Foreplay, Afterplay Setelah Seks Juga Tak Kalah Penting

Afterplay adalah salah satu tahapan yang paling sering diabaikan dari seks. Apakah Anda tahu bahwa afterplay setelah seks penting untuk dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 25 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

5 Penyakit Penyebab Disfungsi Ereksi Pada Pria

Ereksi sering disebut simbol kejantanan pria, namun tak semua pria bisa ereksi dengan baik. Berikut ini penyakit yang bisa jadi penyebab disfungsi ereksi.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 19 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Bisakah Wanita Orgasme Hanya dengan Merangsang Payudara?

Sudah tahu caranya bikin wanita orgasme dengan stimulasi klitoris? Apakah orgasme pada wanita juga bisa dipicu dengan merangsang payudara?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Alergi Sperma

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Suami Istri Jarang Berhubungan Intim

Lakukan Hal Ini Saat Pasangan Menolak Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit
senam kegel pria

Manfaat Senam Kegel untuk Stamina Seks Pria dan Cara Melakukannya

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gejala penyakit urologi

Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit