Alasan Mengapa Ada yang Mau Jadi Orang Ketiga Dalam Sebuah Hubungan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Apa yang akan Anda lakukan jika Anda jatuh cinta dengan orang yang sudah berpasangan? Faktanya banyak yang ternyata lebih memilih menjadi orang ketiga dalam suatu hubungan asmara daripada harus meninggalkan orang yang dicintainya. Namun, benarkah hanya karena cinta? Sebenarnya apa, sih, alasan seseorang mau-mau saja menjadi orang ketiga? Simak di sini penjelasan psikologisnya.

Kenapa ada yang mau jadi orang ketiga?

Orang ketiga dalam suatu hubungan tentu saja akan sering dibenci dan tidak disukai banyak orang. Hal ini harus Anda tanggung bila Anda mengambil peran ini. Pasalnya, Anda akan disebut-sebut sebagai perusak keharmonisan hubungan asmara orang lain.

Lalu, mengapa hal ini terjadi? Dalam beberapa survei yang dilakukan, mereka berani melakukan hal ini disebabkan karena kebutuhan.

Ya, bagi orang yang menjadi ‘selingkuhan’, mereka akan merasakan kesenangan serta keseruan sendiri ketika mereka harus menyembunyikan hubungan dan kemudian bertemu diam-diam dengan kekasihnya. Hal ini membuat mereka lebih bersemangat dalam menjalani hubungan asmara ketimbang dengan hubungan yang biasa-biasa saja.

Di sisi lain, mereka merasa percaya diri karena pasangannya datang ke mereka untuk mencari hal-hal yang dianggap tidak ada pada kekasih ‘resmi’ pasangan tersebut. Jadi, dari sini timbul rasa yakin bahwa apa yang dilakukan ini benar. Selain itu, banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari hubungan asmara diam-diam ini.

selingkuh hati

Ini yang terjadi pada otak ketika Anda menjadi orang ketiga

Semua keputusan, perilaku, dan hal-hal yang Anda lakukan tentunya akan diolah terlebih dahulu di dalam otak sebagai pusat berpikir. Ketika Anda memutuskan untuk menjalani peran ini, maka otak Anda sebenarnya sedang bekerja sangat keras. Maka ini proses kerja otak ketika Anda memiliki hubungan terselubung.

1. Gairah meningkat

Pada awalnya, otak Anda akan dibanjiri oleh hormon dopamin, yaitu hormon yang menciptakan perasaan bahagia, bersemangat, serta membuat Anda lebih berenergi. Sebuah penelitian yang berasal dari University of Pisa mengungkapkan bahwa kadar dopamin ketika seseorang berada di tahap ini hampir sama dengan jumah dopamin pasien dengan OCD (gangguan obsesif kompulsif).

Saat itu, mungkin Anda akan merasa sangat senang hingga tergila-gila dengan pasangan Anda ketika itu. Bahkan tak hanya dopamin saja, hormon serotonin dan endorfin juga diproduksi, sehingga menambah rasa bahagia saat itu.

2. Dorongan biologis

Ketika Anda mulai merasakan rasa sayang, nyaman, simpati, atau bahkan cinta, saat itu jugalah hormon oksitosin tubuh diproduksi. Hormon ini yang membuat rasa sayang, percaya, serta memperkuat keyakinan dan ikatan dengan pasangan Anda saat ini. Sebuah studi menyatakan bahwa jumlah hormon oksitosin pada orang yang menjalin suatu hubungan jauh lebih tinggi dari pada orang yang masih lajang.

Semakin sering Anda bertemu dan menghabiskan waktu dengan pasangan, maka semakin banyak hormon oksitosin yang terbentuk, kemudian Anda secara otomatis akan merasa kian dekat. Dengan begitu, lama kelamaan Anda akan mengharapkan keintiman yang lebih dari hubungan terselubung ini.

Maka, sebenarnya ada dorongan biologis manusia, yaitu dari hormon, mengapa seseorang rela menjadi orang ketiga. Namun, bukan berarti dorongan ini tidak bisa dibendung, ya. Manusia sendiri memiliki sistem moral, yaitu kemampuan membedakan mana yang benar dan salah. Inilah yang bisa membantu manusia mengendalikan dorongan-dorongan biologis yang tidak sesuai dengan aturan dalam hidup bermasyarakat.

3. Lama-lama, Anda akan tertekan juga

Sebagian besar hubungan yang terjalin dengan orang ketiga berlangsung secara diam-diam dan terselubung. Oleh karena itu, Anda dan pasangan pasti berusaha untuk menjaga rahasia ini baik-baik. Ahli sistem saraf menyatakan bahwa hal ini hanya akan membuat otak Anda kebingungan dan akhirnya tertekan dengan adanya rahasia besar yang harus disimpan.

Bisa dibilang, saat itu terjadi pergolakan  di dalam otak Anda. Di satu sisi, Anda menginginkan hubungan ini diketahui oleh umum, padahal ini adalah rahasia besar. Maka dari itu, muncul stres, depresi, dan emosi yang tidak stabil. Dampak dari hal ini bisa membuat kesehatan mental dan fisik seseorang terganggu.

Jadi, jika Anda sempat berpikir peran ini cukup seru untuk dilakoni, sebaiknya pikirkan lagi dengan matang. Apakah benar, hubungan yang Anda perlukan hanya sekadar hubungan fisik semata? Apakah Anda siap untuk dijadikan posisi kedua dalam hal apapun? Anda tidak bisa bebas mengungkapkan rasa sayang dan simpati pada kekasih. Semua itu, memang kembali ke diri Anda masing-masing.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 25, 2017 | Terakhir Diedit: Oktober 23, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca