5 Tips Membangun Percakapan Dengan Orang Lain, Tanpa Canggung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 6 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda merasa kehabisan bahan pembicaraan saat sedang bersama pasangan? Atau percakapan dengan teman-teman kantor tiba-tiba berhenti begitu saja. Atau Anda selalu merasa canggung ketika harus bicara dengan orang lain? Jika hal demikian terjadi, mungkin ada yang salah dengan cara Anda bicara atau mungkin Anda hanya kurang tahu cara membangun percakapan yang baik. Berikut tips yang bisa membantu Anda untuk memecahkan permasalahan komunikasi yang kerap kali terjadi.

1. Gunakan pertanyaan terbuka untuk memulai percakapan

Usahakan untuk menggunakan pertanyaan terbuka saat memulai percakapan. Pertanyaan terbuka merupakan pertanyaan yang jawabannya tidak hanya sekadar “Ya” dan “Tidak”. Hal ini dimaksudkan untuk membuka jalur percakapan awal untuk dapat membuka topik selanjutnya. Misalnya Anda bisa menanyakan, “Bagaimana tadi perjalanan ke sini?”.

Dilansir dari website TEDx, Celeste Headlee menyatakan dari satu kalimat itu Anda akan membiarkan lawan bicara untuk menceritakan pengalamannya dan kemungkinan menemukan topik lanjutan untuk dibicarakan akan jauh lebih besar ketimbang Anda hanya menanyakan “Tadi jalanan macet?”

2. Mendengarkan apa yang lawan bicara katakan

Semua orang bisa berbicara, tetapi tidak semua orang bisa mendengarkan. Tidak sedikit pasangan kekasih atau suami istri bertengkar hanya karena saat satu pihak berbicara, pihak lain tidak mendengarkan dengan baik. Ingat, semua orang butuh didengar.

Jika Anda berada dalam posisi pendengar, bayangkan kalau Anda sendiri yang sedang bicara. Tentu Anda ingin didengarkan, bukan? Jangan terlalu memikirkan nanti Anda mau merespon atau menjawab apa. Biarkan percakapan mengalir. Sedangkan percakapan Anda tidak akan bisa mengalir dengan baik kalau Anda sendiri tidak konsentrasi mendengarkan orang yang sedang bicara.

3. Hati-hati saat bercanda

Humor dan lelucon dalam sebuah percakapan penting diselipkan agar percakapan yang berjalan tidak terlalu kaku dan serius. Lelucon juga bisa menjadi alat untuk mencairkan suasana. Namun, hati-hati dalam membuat lelucon. Jangan gunakan hal-hal sensitif sebagai bahan bercandaan Anda.

Terlebih jika lawan bicara Anda merupakan orang yang baru Anda kenal. Bukannya membangun percakapan yang lebih baik, Anda justru bisa “membunuh” percakapan tersebut.

4. Membuka diri dan berkata jujur

Dalam sebuah pembicaraan, penting untuk bersikap terbuka dan jujur, jadilah diri sendiri dan apa adanya. Mengapa begitu? Meskipun tidak Anda sadari, orang lain biasanya mampu mendeteksi kebohongan dalam kata-kata Anda. Ini tentu akan bikin orang lain malas bicara dengan Anda.

Begitu juga kalau Anda terlalu menutup diri. Orang lain tentu jadi canggung ketika mau berbasa-basi atau bertanya pada Anda. Karena itu, Anda perlu membuka diri dan berkata jujur sehingga dengan siapa pun Anda bicara, Anda tidak perlu jadi kagok.

5. Tahu kapan harus membuka dan menutup pembicaraan

Sebagai lawan bicara yang baik, Anda sudah seharusnya tahu kapan sebaiknya memulai dan menghentikan pembicaraan dari sinyal yang diberikan oleh teman bicara Anda. Biasanya, seseorang yang ingin menyudahi percakapan akan tampak gelisah dan tidak fokus kepada Anda. Entah melihat jam berkali-kali, mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, dan sederetan hal lainnya yang menunjukkan bahwa ia ingin menyudahi karena alasan tertentu. Jika sudah begini, tandanya Anda perlu segera menutup pembicaraan.

Membangun  percakapan memang gampang-gampang susah. Namun, jangan jadikan hal ini sebagai hambatan untuk dapat memiliki obrolan yang menyenangkan dengan orang lain.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

Pernah merasa seperti tersengat listrik saat bersentuhan dengan orang lain? Ini dia penjelasan kenapa orang tertentu nyetrum ketika disentuh.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Anda Sering Jatuh? Ini Kondisi Medis yang Bisa Jadi Penyebabnya

Jika Anda sering jatuh dan merasa keseimbangan tubuh kurang baik, maka hal ini menandakan Anda mengalami kondisi medis tertentu. Apa saja?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Hidup Sehat dengan Satu Ginjal

Ada beberapa orang yang hanya memiliki satu ginjal karena alasan tertentu. Lalu bagaimana caranya menjaga kualitas hidup dengan satu ginjal saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Tips Mencuri Waktu Berhubungan Seks Setelah Punya Anak

Sering merasa tidak ada tempat dan waktu untuk bercinta setelah memiliki buah hati? Baiknya, simak tips mencuri waktu untuk berhubungan seks di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

yang harus diketahui sebelum melakukan pemeriksaan MRI

Yang Harus Anda Tahu Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit
perawatan paliatif apa itu

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit
mata silinder (astigmatisme)

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit
apa itu depresi

Penyakit Mental

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit