Perlukah Konseling Pernikahan Saat Rumah Tangga Bermasalah?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang bertanya, “Benarkah konseling pernikahan memperbaiki rumah tangga?” Ada dua jawaban, ya dan tidak. Tujuan konseling pernikahan bukan hanya menyelamatkan status rumah tangga Anda. Pada beberapa kasus, konseling pernikahan akan menuntun Anda menuju perpisahan. Dalam beberapa rumah tangga, konseling berfungsi untuk meyakinkan beberapa pasangan bahwa hubungan rumah tangganya sudah tidak sehat dan jalan terbaiknya memang harus berpisah.

Nyatanya banyak faktor yang dapat mempengaruhi potensi keberhasilan atau kegagalan konseling pada setiap pasangan. Dengan memahami faktor-faktor ini, penting untuk menentukan apakah menggunakan sarana konseling merupakan jalan yang bisa ditempuh.

Kapan perlu mengikuti konseling pernikahan?

Berikut adalah beberapa kondisi tertentu dari pasangan yang sulit diselesaikan sendiri dan mungkin membutuhkan bantuan seorang konselor pernikahan:

  • Masalah dalam pernikahan terlalu lama tidak diselesaikan dan akhirnya menjadi tersebar ke aspek kehidupan masing-masing pasangan.
  • Salah satu atau kedua pasangan telah memutuskan untuk mengakhiri pernikahan dan dengan maksud tertentu menggunakan konseling pernikahan sebagai cara untuk mengumumkan keinginan berpisah pada pasangan.
  • Adanya kekerasan secara fisik yang menjadi ancaman salah satu pasangan tentang rumah tangganya. Kondisi ini tidak bisa diselesaikan jika korban kekerasan tidak bicara.
  • Satu atau kedua pasangan keras kepala atau menolak terhadap peran yang masing-masing harus dilakukan dalam membina rumah tangga yang harmonis.

Sebuah penelitian dari Journal of Marital and Family Therapy melaporkan bahwa, konseling pernikahan berhasil membantu tujuh dari sepuluh pasangan dalam menemukan kembali keutuhan rumah tangganya. Namun, tidak semua penelitian itu memiliki efek yang sama pada tiap pernikahan. Salah satu faktor utama yang dapat menentukan efektivitas konseling pernikahan adalah tingkat motivasi kedua pasangan.

Bagaimana konseling pernikahan dapat membantu menyelesaikan masalah rumah tangga?

  • Konseling pernikahan akan membantu  pasangan dengan memotivasi untuk menyelesaikan masalah mereka serta mencari jalan keluar perspektif baru.
  • Konseling mengajarkan cara-cara baru untuk mengenali dan menyelesaikan konflik rumah tangga.
  • Konseling pernikahan dapat menjadi sarana komunikasi yang mungkin telah mengikis keharmonisan rumah tangga. Biasanya hal ini terjadi saat kedua pasangan sudah tidak menemukan lagi rasa percaya satu sama lain.
  • Konseling pernikahan berperan sebagai posisi netral untuk membantu pasangan mengatasi masalah yang sulit atau untuk menghindari hal-hal yang berpotensi menuju perceraian.
  • Konseling pernikahan bertujuan untuk membuat  pernikahan mereka dan membuat komitmen baru, atau memperjelas alasan mengapa mereka harus memisahkan atau mengakhiri pernikahan Anda.

Kesimpulannya

Pada dasarnya, tidak ada yang benar-benar tahu apa yang akan terjadi pada hasil akhir konseling. Andalah yang memutuskan tindakan yang terbaik untuk rumah tangga Anda. Apapun yang terjadi, konselor hanya akan bergerak dan melihat sesusai usaha yang Anda dan pasangan jalani. 

Jadi, guna konseling pernikahan bertujuan agar kedua pasangan harus bersedia untuk mengambil tanggung jawab untuk bagian mereka dalam masalah, untuk menerima kesalahan masing-masing serta memotivasi untuk memperbaiki hubungan. Sangat penting bagi pasangan untuk memiliki harapan yang realistis karena dibutuhkan banyak tahap untuk menjelaskan titik masalah dan untuk memulai proses perubahan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit