Penyebab Hoarding, ‘Hobi’ Menimbun Barang yang Sudah Tidak Diperlukan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 07/03/2020
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda merasa timbunan barang yang sudah tidak terpakai memenuhi ruangan? Suka menyimpan barang bekas ternyata termasuk masalah psikologis. Apa penyebab orang suka menimbun barang yang tidak digunakan lagi alias hoarding ini?

Penyebab hoarding, suka menimbun barang yang tak terpakai

barang pemberian mantan

Hoarding alias hobi menyimpan barang yang sudah tidak digunakan lagi ternyata termasuk bentuk dari obsessive compulsive disorder (OCD). Kondisi ini terjadi ketika seseorang merasa cemas atau khawatir secara berlebihan karena hasrat menyimpan barang yang sudah tidak dipakai lagi begitu tinggi. 

Para penyandang hoarding ini cenderung tidak dapat membuang barang bekas tersebut karena menganggap akan membutuhkannya di lain waktu. Gangguan psikologis ini mungkin tidak terdengar berbahaya, tetapi kenyataannya tidak. 

Hoarding dapat memengaruhi kualitas hidup Anda, seperti sering mengalami stres, merasa malu di kehidupan sosial dan menciptakan lingkungan yang tidak sehat. 

Sebenarnya, ada beberapa hal yang menjadi penyebab dari hoarding ini seperti yang dilansir oleh Cleveland Clinic, yaitu:

1. Penyebab hoarding adalah menganggap barang dapat dipakai kembali

tidur larut malam rusak kualitas sperma

Salah satu penyebab umum hoarding adalah para penderitanya menganggap barang tersebut dapat dipakai kembali. 

Misalnya, Anda suka menimbun televisi yang sudah rusak dan menganggap bahwa barang elektronik tersebut dapat diperbaiki kembali. 

Akibatnya, Anda lebih senang menyimpannya daripada membuang barang yang sebenarnya sudah tidak dapat dipakai lagi. Akhirnya, televisi dan segudang barang elektronik lainnya hanya disimpan tanpa diperbaiki karena mungkin tidak ada waktu atau memang sudah rusak total. 

Anggapan tersebut tidak jarang membuat orang merasa ragu untuk membuang barang yang sudah mereka kumpulkan. Pada akhirnya, Anda memutuskan untuk membuangnya lain kali dan membiarkan debu dan kotoran di barang tersebut yang dapat merusak kesehatan tubuh. 

2. Memiliki kenangan tersendiri

mengirim pesan ke mantan

Selain menganggap barang tertentu bisa dipakai kembali, penyebab hoarding lainnya adalah barang yang disimpan memiliki kenangan tersendiri. 

Seperti yang dilansir dari laman Anxiety and Depression Association of America, barang yang disimpan biasanya dinilai memiliki kenangan yang tidak dapat digantikan. Misalnya, menyimpan barang dari mantan pasangan, seperti tiket bioskop dianggap mempunyai memori bersama dia.

Akibatnya, Anda berpikir bahwa membuang sobekan tiket bioskop yang sudah tidak berlaku tersebut dapat menghilangkan kenangan tersebut. 

3. Pernah mengalami kejadian traumatis

efek trauma

Penyebab hoarding lainnya yang cukup serius adalah Anda pernah mengalami kejadian yang traumatis

Beberapa orang yang mengembangkan ‘hobi’ menimbun barang bekas terjadi setelah kejadian yang traumatis dan penuh tekanan. Biasanya, pengalaman tersebut sulit mereka atasi, seperti kematian orang terdekat, perceraian, atau kehilangan harta benda saat rumahnya terbakar. 

Contohnya, ketika rumah Anda mengalami kebakaran tentu hal utama yang harus diselamatkan diri sendiri. Semua barang yang sudah Anda kumpulkan susah payah harus hangus begitu saja di depan mata. 

Kejadian tersebut mungkin akhirnya membuat Anda lebih senang menyimpan barang yang sebenarnya sudah harus dibuang. Walaupun sudah berdebu dan tidak berguna, Anda tetap menyimpannya karena takut merasa kehilangan, seperti kejadian yang pernah dialami. 

4. Menderita gangguan mental

perfeksionis gejala ocd

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hoarding termasuk dalam bentuk gangguan kesehatan mental, yaitu OCD. 

Maka itu, penyebab hoarding yang cukup sering muncul karena menderita gangguan mental. Perilaku suka menimbun barang ini lebih sering terjadi pada orang yang menderita OCD, gangguan kecemasan, depresi, dan stres. 

Walaupun demikian, tidak semua orang yang mengalami gangguan mental di atas pasti hobi menyimpan barang bekas. Bagi sebagian orang, perilaku ini terlihat sebagai respons atas stres dan menganggap bahwa memiliki banyak barang membuat mereka merasa lebih aman dan bahagia. 

Gangguan kecemasan pun dapat menjadi penyebab mengapa orang suka meninbun barang bekas. Hal ini mungkin dikarenakan Anda khawatir dan sangat perfeksionis terhadap keputusan yang dibuat atas kepemilikan barang. 

Tekanan tersebut akhirnya menyebabkan Anda sulit memutuskan, sehingga sengaja menghindari dengan menjaga barang tersebut hingga menumpuk. 

Sebenarnya, penyebab hoarding sesungguhnya belum diketahui dengan jelas. Namun, faktor-faktor di atas dapat menjadi alasan mengapa perilaku tersebut muncul.

Sumber Foto: Pacific Standard

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dampak Self Diagnosis Kesehatan Mental, Bahaya Tidak, Ya?

Kesadaran akan kesehatan mental memang semakin tinggi, namun hal ini memicu Anda melakukan self diagnosis. Apakah self diagnosis bisa berdampak buruk?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Beberapa Gangguan Jiwa Bisa Muncul Sekaligus, Ini Sebabnya

Pasien masalah kejiwaan bisa memiliki banyak gangguan jiwa sekaligus bila kondisinya tidak ditangani dengan baik. Mengapa demikian?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Cara Mendampingi Pasangan Saat Gangguan Mentalnya Kambuh

Mendampingi pasangan yang menderita gangguan mental tidaklah mudah, terutama ketika kondisinya kambuh. Inilah beberapa langkah yang dapat Anda ambil.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Jika Tak Segera Dipulihkan, Trauma Masa Lalu Bisa Turunkan Daya Ingat

Bukan sekadar mengganggu kesehatan jiwa seseorang, trauma berkepanjangan juga bisa menurunkan daya ingat Anda. Bagaimana efek trauma ini terjadi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Direkomendasikan untuk Anda

covid-19 bunuh diri

Bagaimana Dokter dan Staf Medis COVID-19 Menjaga Kesehatan Mentalnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27/02/2020
cherophobia adalah

Cherophobia Adalah Fobia yang Membuat Anda Takut Bahagia

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14/02/2020

Ternyata Materialistis Berkaitan dengan Masalah Kesehatan Mental

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18/01/2020
mengatasi gangguan kecemasan

4 Cara Terbebas dari Gangguan Kecemasan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Rachmadin Ismail
Dipublikasikan tanggal: 10/12/2019