Media Sosial Malah Bisa Bikin Orang Jadi Anti Sosial

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Media sosial dihadirkan untuk membuat komunikasi menjadi lebih mudah. Tapi sayang, kenyataannya malah berbalik. Nyatanya, sekarang ini banyak ditemukan seseorang yang lebih asyik sendiri dengan gadget atau akun di dunia maya dari pada berinteraksi sosial di dunianya. Jadi, apa benar media sosial malah bikin Anda jadi anti-sosial?

Apa itu antisosial dari sisi psikologis?

Sebelum mengulas lebih lanjut, ternyata ada perbedaan antara antisosial secara ilmu kejiwaan dan antisosial yang sering disebut-sebut di percakapan sehari-hari. Antisosial dalam ilmu kejiwaan juga biasa disebut schizoid. Hal ini juga termasuk sebuah gangguan kepribadian yang bentuknya menghindari hubungan dengan orang lain dan tidak menunjukkan banyak emosi. Schizoid benar-benar lebih suka menyendiri dan mencari pekerjaan yang memerlukan sedikit kontak sosial.

Sedangkan antisosial yang sering jadi celetukan di percakapan sehari-hari, biasanya lebih mengacu pada dampak media sosial, yaitu lebih aktif di dunia maya dibandingkan berinteraksi di dunia nyata. Untuk lebih lengkap mengenai dampaknya, simak penjelasan di bawah ini

Penelitian menunjukkan bahwa media sosial bisa bikin orang jadi malas bersosialisasi betulan

Studi telah menunjukkan, bahwa orang-orang yang menghabiskan banyak waktu di media sosial, setidaknya dua kali mengecek media sosial dalam sehari, lebih mungkin merasa terisolasi secara sosial.

Selain itu, penggunaan media sosial zaman sekarang semakin disalahartikan, contohnya mereka mengganggap media sosial bisa mengganti pengalaman sosial yang lebih nyata. Karena semakin banyak waktu yang dihabiskan seseorang di dunia maya, semakin sedikit waktu pula yang mereka lakukan untuk interaksi dunia nyata.

Shannon Poppito, seorang psikolog di Baylor Medical University di Dallas menyatakan, ketika seseorang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial, mereka memutuskan hubungan dari kehidupan nyata dan akhirnya malah merasa kurang terhubung dengan diri mereka sendiri.

Lalu, dengan terus terlibat dalam kehidupan orang lain melalui media sosial, mereka mulai membanding-bandingkan diri sendiri dengan apa yang orang lain tampilkan di dunia maya. Poppito juga mengatakan bahwa mereka bisa jadi tertekan karena tidak bisa menampilkan diri mereka sendiri di dunia nyata.

Bagaimana caranya agar tidak menjadi “anti-sosial” meski sering main media sosial?

Menurut Dr. Poppito, media sosial sangat mempengaruhi perkembangan psikologis dan sosial seseorang, terutama kalau sudah mengenal media sosial sejak anak-anak.

Pasalnya, di masa kanak-kanak, anak-anak membutuhkan stimulasi dan sosialisasi di dunia yang nyata, seperti bermain dan bercengkrama satu sama lain. Otak manusia sebetulnya pun membutuhkan interaksi multi-sensorial sejak dini, guna mengembangkan sel saraf yang sehat dan berfungsi di kemudian hari.  

Dr. Poppito menyarankan bagi para Anda orang tua, ataupun Anda yang memang sedang terjebak dalam keasyikan pengaruh media sosial, ada baiknya Anda membatasi pemakaian serta waktu untuk di dunia maya. Jangan lupa juga untuk terus tetap terhubung dengan dunia nyata Anda. Usahakan berinteraksi, setidaknya saling menyapa atau memberi salam pada ketika bertemu keluarga, teman atau orang lain di luar sana.

Tapi, pengaruh media sosial tidak selalu negatif

Terkadang, pengaruh media sosial ini identik dengan dampak negatif, tapi tidak juga demikian.  Media sosial juga menawarkan banyak keuntungan dan manfaat yang memungkinkan kita untuk tetap terhubung dengan orang yang Anda cintai, untuk berhubungan kembali dengan teman lama, dan bahkan untuk menemukan kesamaan dengan orang-orang di dunia sekitar Anda.

Tapi ingat, segala yang berlebih di dunia ini memang tidak selalu baik. Anda tetap harus membatasi dan membuat keseimbangan antara dunia maya dan nyata. Dengan tetap seimbang, kesehatan mental maupun fisik Anda pun akan baik-baik saja tidak terganggu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit