Menjelaskan Indra Keenam dari Sisi Psikologi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Manusia dilahirkan dengan lima indra: penglihatan, penciuman, perasa, pendengar, dan peraba. Ada yang dilahirkan tidak memiliki fungsi indra yang komplit. Namun, ada juga beberapa di antaranta yang memiliki fungsi indra berlebih, atau yang disebut indra keenam. Dalam istilah psikologi, indra keenam disebut dengan Extrasensory Perception (ESP) atau persepsi “lebih” pada alat sensoris.

ESP adalah suatu tanggapan dari benda yang tidak ada. Maksudnya, bandingkan dengan fungsi pembauan yang dimiliki hidung. Seseorang dapat mengatakan bahwa bunga itu harum karena ada bunga yang dibaui olehnya. Pada orang yang (mengaku) memiliki ESP, benda yang menjadi rangsangannya tidak ada di hadapannya, namun orang tersebut dapat memberian suatu tanggapan seolah benda itu ada.

Tiga jenis indra keenam

Indra keenam atau ESP memiliki tiga jenis, yaitu:

  1. Telepathy (telepati), orang dengan kemampuan telepati dapat berkomunikasi dengan orang lain dengan cara memasukkan informasi-informasi tersebut ke dalam pikiran orang yang ia masuki. Contohnya ketika seseorang berbicara ke dalam pikiran orang lain.
  2. Clairvoyance, orang dengan kemampuan clairvoyance dapat mengetahui peristiwa yang terjadi tanpa ia perlu berada di tempat tersebut maupun mendapatkan informasinya dari orang lain. Contohnya ketika seseorang mengetahui ada tabrakan mobil di lampu merah, padahal orang tersebut sedang berada di kamar mandi.
  3. Precognition, orang dengan kemampuan precognition dapat mengetahui peristiwa yang belum namun akan terjadi. Contohnya ketika seseorang memprediksi kematian petinggi negara atau krisis pada suatu negara.

Ada satu lagi jenis yang berkaitan sangat erat dengan ESP, yaitu psikokinesis (PK). Prinsip kerjanya adalah ketika pikiran orang tersebut dapat menguasi benda di hadapannya. Contohnya ketika hanya dengan memikirkan gelas untuk jatuh, seseorang dapat menjatuhkan gelas.

Dalam bidang psikologi, banyak pro dan kontra yang melatarbelakangi kisah dari ESP ini. Berikut adalah beberapa ide penting yang dapat dirangkum:

Alasan pro terhadap indra keenam

Metode penelitian ganzfeld procedure digunakan untuk membuktikan adanya ESP bagian telepati. Dalam metode ini, digunakan dua kelompok responden, penerima dan pengirim. Pengirim diminta untuk mengirimkan sinyal ke pikiran penerima mengenai rangsangan visual (gambar, tayangan slide, atau cuplikan video). Nantinya, penerima akan menggambarkan informasi yang dikirim oleh pengirim. Setiap kali deskripsi dari penerima dinyatakan benar, akan diberi poin.

Penerima dan pengirim sendiri ditempatkan pada tempat yang berbeda. Pengirim sinyal ditempatkan pada ruangan yang diisolasi, matanya ditutup, suara diputar white noise (suara seperti radio tanpa channel), dan ruangan diberi penerangan merah.

Hasilnya, salah satu studi dari ganzfeld procedure ini adalah 38% hasil dari deskripsi dianggap benar. Hal ini sangat besar efeknya, karena perkiraan peneliti sebelumnya ada 25%.

Alasan kontra terhadap indra keenam

1. Hasil penelitiannya berubah

Salah satu sifat yang harus dimiliki dari suatu penelitian yang benar adalah dapat diulang kembali. Namun nyatanya, peneliti yang sama tentang indra keenam, dengan responden yang sama tidak dapat mengulangi hasil yang sama; bisa lebih tinggi dari 38% atau lebih rendah.

2. Bukti yang tidak bisa dikontrol

Ketika Anda mimpi akan dipromosikan dalam pekerjaan dan ternyata Anda memang benar-benar naik jabatan, apakah hal tersebut bisa dikatakan suatu hal yang luar biasa? Hal ini sulit dipahami kebenarannya karena dalam setting penelitian yang sesungguhnya, perlu ada kondisi yang dikontrol ketat untuk mengurangi kemungkinan-kemungkinan lain. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini sulit untuk dikontrol. Bermimpi hal yang berbau mistis bisa jadi hanya kebetulan atau bentuk dari ingatan yang masuk ke mimpi.

Kesimpulan

Pada akhirnya, indra kenam sendiri tidak dapat disetujui maupun dibantah karena topik yang fenomenal ini memiliki latar belakang logis dan telah diuji dengan metode ilmiah yang dapat membuktikan argumen pro dan kontra. Hal tersebut adalah pilihan Anda, apakah ingin memercayainya atau mengabaikannya.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang membuat kulit gatal, memerah, dan pecah-pecah. Lantas, apa bedanya eksim kering dan eksim basah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Mengetahui anak Anda melakukan masturbasi mungkin akan menimbulkan rasa kaget pada orang tua. Lalu bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi hal tersebut?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Parenting, Tips Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bahaya cyber bullying

Benarkah Bahaya Cyber Bullying Bisa Memicu Bunuh Diri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit