Kehilangan Pekerjaan Bikin Stres? Lakukan 4 Hal Ini untuk Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 31 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memiliki pekerjaan pasti sebuah kebanggaan, bukan? Selain tidak dicap sebagai pengangguran, Anda memiliki pendapatan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Namun, hal ini tidak selalu berjalan mulus. Anda mungkin saja pernah melakukan kesalahan dalam pekerjaan, ditegur atasan, atau kemungkinan terburuknya adalah dipecat. Nah, kehilangan pekerjaan ini sering kali menyebabkan stres atau depresi. Lalu, bagaimana cara menghilangkan stres akibat kehilangan mata pencaharian supaya tidak terus bertambah buruk?

Cara menghilangkan stres akibat kehilangan pekerjaan

Kehilangan pekerjaan bisa mengaruhi banyak aspek kehidupan seseorang. Mulai dari masalah ekonomi keluarga, kesehatan, hingga kehidupan sosial. Ya, ini artinya pendapatan Anda akan hilang dan status Anda sebagai karyawan, atasan, atau jabatan lainnya juga tidak berlaku.

Ditambah lagi dengan tanggung jawab Anda pada keluarga. Hal tersebut membuat Anda merasa bersalah, marah, kecewa, dan kehilangan. Akibatnya, Anda akan stres, frustasi, depresi, bahkan mencoba untuk bunuh diri. Nah, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi stres akibat berhenti bekerja tersebut, di antaranya:

1. Tenangkan diri

Setelah kehilangan pekerjaan, jangan biarkan diri Anda terus panik dengan kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi. Seperti tidak yakin akan mendapatkan pekerjaan lain secepatnya, merasa malu jadi pengangguran, atau merasa gagal dan menyerah.

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menenangkan diri. Terlalu panik pada situasi ini, tidak akan berdampak baik. Anda jadi cemas, terburu-buru mengambil keputusan, dan akhirnya membuat Anda mengambil keputusan yang salah.

Kehilangan pekerjaan bukan akhir dari segalanya. Meski tidak mudah, Anda masih bisa mencari pekerjaan lain. Jangan terpancing untuk membanding kondisi ini pada orang lain. Ini akan kondisi jiwa Anda semakin memburuk. Pada situasi ini, Anda perlu menjadi pribadi yang kuat yaitu mampu memotivasi diri untuk bangkit dari keterpurukan.

2. Jangan memendamnya sendirian

Walaupun kehilangan pekerjaan bukan berita yang baik, Anda perlu memberi tahu hal ini pada keluarga atau orang yang Anda percaya. Memendam atau berusaha menutupi hal ini pada orang di dekat Anda, tidak akan berdampak baik bagi kesehatan dan hubungan dengan orang-orang terdekat.

Ini akan membuat perasaan Anda lebih tenang dan lebih ringan karena mereka akan berusaha untuk memahami  kondisi dan mendukung Anda. Selain itu, orang-orang terdekat yang Anda beri tahu masalah ini juga bisa membantu Anda mendapatkan pekerjaan lain.

3.  Tak usah hiraukan komentar negatif

Selain menghindari pikiran negatif dalam diri, sebaiknya Anda juga menghindari orang-orang yang toxic, yaitu orang yang hanya memberikan komentar negatir pada Anda.

Cobalah untuk lebih dekat dengan orang-orang yang percaya diri, pekerja keras, dan mau memberikan saran yang membangun. Lingkungan positif ini dapat membantu Anda menghilangkan stres dan terbebas dari depresi.

4. Konsultasi ke dokter dan jaga kesehatan

Stres atau depresi akibat kehilangan pekerjaan tidak selalu bisa Anda hadapi sendiri. Meski pada akhirnya Anda sendiri yang harus mampu menghilangkan stres tersebut, Anda tetap butuh bimbingan dokter. Bukan hanya pengobatan, dokter akan memberi tahu cara lainnya untuk meredakan stres yang Anda hadapi.

Selama masa perawatan, Anda harus memperhatikan kesehatan tubuh dan pola hidup supaya Anda lebih cepat pulih. Setelah keadaan mulai membaik, Anda dapat kembali aktif untuk mencari pekerjaan atau memanfaatkan jaringan komunitas untuk mendapatkan pekerjaan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Cara Mengatasi Stres Karena PHK Akibat dari Pandemi COVID-19

Imbas dari COVID-19 membuat sebagian pekerja diberhentikan dari pekerjaannya dan merasa stres. Yuk, kenali cara mengatasi stres karena PHK di sini.

Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 4 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit

Kesehatan Mental Karyawan Kena PHK Karena Pandemi COVID-19

PHK secara tiba-tiba karena COVID-19 berpotensi menimbulkan masalah bagi para karyawan, terutama pada kesehatan mental mereka.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 15 April 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Tahap Kesedihan Setelah Menghadapi Peristiwa Buruk

Wajar jika Anda baru bisa menghilangkan rasa sedih setelah bertahun-tahun. Pasalnya, Anda mungkin baru melewati satu dari lima tahap kesedihan. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 1 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Stres Kerja Bisa Menyebabkan Stroke? Cari Tahu Jawabannya di Sini

Banyak yang bilang stres kerja bisa menyebabkan stroke. Namun, benarkah anggapan ini? Bagaimana stres bisa membuat Anda berisiko stroke? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 18 Januari 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Segudang Manfaat yang Ditawarkan dari Memelihara Ikan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 11 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
berimajinasi mengatasi stres

Berimajinasi Bantu Atasi Stres dan Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 7 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
stres mengubah bentuk otak

Stres Berkepanjangan Ternyata Bisa Mengubah Bentuk dan Fungsi Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 7 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
stres menangani kabar buruk

Stres Ternyata Membuat Seseorang Menerima Berita Buruk dengan Berbeda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit