Bagaimana Cara Memperlakukan Orang Dengan Gangguan Mental?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Gangguan mental atau penyakit kejiwaan adalah perilaku yang umumnya muncul karena kelainan mental yang bukan bagian dari perkembangan normal manusia. Biasanya, penyakit mental menyerang perasaan dan pikiran seseorang, yang dapat mempengaruhi seluruh bagian tubuh. Seseorang yang sedang mengalami gangguan mental biasanya akan mengalami kesulitan tidur, perasaan tidak tenang, dan berbagai gangguan lain.

Perlakuan yang salah bisa membuat kondisi gangguan mental lebih parah

Penyakit mental dan fisik tidaklah sama. Meskipun kedua penyakit tersebut tidak dapat dipisahkan, namun cara memperlakukan penyakit mental dan fisik tidaklah sama. Biasanya, seseorang yang mengalami gangguan mental akan terlihat baik-baik saja secara fisik, namun tidak secara psikis.

Sayangnya, tidak banyak orang yang mengetahui cara memperlakukan orang dengan gangguan mental dengan benar. Akibatnya, hal tersebut sering kali membuat penderita gangguan mental semakin terpuruk karena merasa tidak ada satupun yang memahami mereka. Akibatnya, agar tidak menjadi beban, mereka sering kali menarik diri dari lingkungan dan menyembunyikan penyakit mereka.

Padahal, orang yang memiliki penyakit mental tidak boleh untuk dibiarkan sendiri karena akan semakin membuat mereka menderita. Sama halnya dengan penyakit fisik, mereka perlu mendapatkan perhatian dan perawatan yang tepat.

Sayangnya, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit mental membuat mereka menganggap bahwa penyakit mental adalah kutukan dan hal yang memalukan. Seseorang yang memiliki penyakit mental pun sering kali mendapatkan stigma. Bahkan tidak jarang, orang dengan penyakit mental akan terisolasi dari lingkungan. Padahal, mengisolasi mereka tidak akan membantu proses penyembuhan mereka.

Bagaimana cara memperlakukan orang dengan gangguan mental?

Oleh karena itu, berikut adalah beberapa cara memperlakukan orang dengan gangguan mental yang perlu Anda ketahui:

1. Hargai mereka

Terkadang, salah satu hal yang paling dibutuhkan oleh orang yang mengalami gangguan mental adalah didengar. Sayangnya, tidak semua orang mampu memahami dan menghargai mereka. Padahal, ketika mereka dihargai dan didengar, pikiran dan perasaan mereka akan lebih mudah membaik.

2. Jangan ikuti halusinasinya

Orang dengan gangguan mental sering kali mengalami halusinasi –mereka seolah melihat, mendengar, dan merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak nyata. Mungkin, Anda akan bingung harus bersikap bagaimana. Atau justru, Anda akan ikut serta dalam halusinasi mereka hanya untuk membuat mereka merasa “nyaman”. Padahal, Anda lebih baik tidak ikut dalam halusinasi mereka –jangan sampai Anda berpura-pura bahwa Anda juga mengalami hal yang mereka halusinasikan.

3. Jangan berbohong

Anda mungkin pernah berasumsi bahwa seseorang yang memiliki ganguan mental bukanlah orang yang cerdas. Padahal, penyakit gangguan mental tidak ada hubungannya dengan tinkat kecerdasan seseorang. Jangan pernah berbohong kepada mereka, karena hal tersebut justru akan membuat mereka tidak akan percaya Anda.

4. Pahami keadaan mereka

Paranoia adalah gangguan mental yang membuat seseorang yang mengalaminya akan merasa bahwa orang lain ingin membahayakan dirinya. Oleh karena itu, biasanya, orang dengan paranoia akan sering merasa takut dan menjaga jarak dengan lingkungan sekitar. Pahami keadaan mereka, dan janganlah menjauh dari mereka. Bagaimanapun keadaan mereka, mereka tetap membutuhkan kehadiran Anda.

5. Perhatikan ucapan Anda

Ketika berhadapan dengan seseorang yang mengalami gangguan mental, mungkin Anda akan merasa bingung tentang bagaimana cara merespon setiap ucapan dan perbuatan mereka. Apapun yang mereka katakan dan lakukan, usahakan untuk Anda tidak diam karena diam bukanlah pilihan terbaik untuk memperlakukan mereka.

Oleh karena itu, beberapa respon positif yang mungkin dapat Anda terapkan pada teman/keluarga Anda yang memiliki gangguan mental adalah:

  • Berikan dukungan Anda dengan, “Kalau kamu butuh sesuatu, kabari aku saja, ya.”
  • Berbicara dengan mereka dengan cara yang sama seperti yang Anda lakukan sebelumnya. Tujuannya adalah agar mereka tidak merasa Anda berubah dan menjaga hubungan yag stabil. Mereka adalah orang yang sama, sehingga Anda tidak perlu berubah.

Pada intinya, keluarga atau orang terdekat orang yang mengalami penyakit mental memiliki peran krusial dalam proses pemulihan. Anda, sebagai orang yang dekat dengan mereka harus meluangkan waktu untuk dapat memahami apa yang mereka pikirkan dan rasakan.

Berikan mereka kasih sayang dan dukungan agar mereka senantiasa merasa aman dan tidak sendirian dalam berjuang. Hal tersebutlah yang pada akhirnya dapat membantu proses pemulihan mereka berlangsung lebih cepat.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Friends for Mental Health.  http://www.asmfmh.org/resources/publications/tips-on-communicating-with-a-mentally-ill-person/. Accessed February 14th, 2017.

This Is How It Would Be Like If Physical Diseases Were Treated Like Mental Illnesses.  http://www.lifehack.org/486988/this-is-how-the-situation-will-be-like-if-physical-diseases-were-treated-like-mental-illnesses. Accessed February 14th, 2017.

How Should People With Mental Illness be Treated?.  http://saynotostigma.com/2010/03/how-should-people-with-mental-illness-be-treated/. Accessed February 14th, 2017.

Communicating with People Wih Mental Illness: The Public’s Guide.  https://www.psychologytoday.com/blog/threat-management/201010/communicating-people-mental-illness-the-publics-guide. Accessed February 14th, 2017.

9 Things Not To Say to Someone with Mental Illness.  https://psychcentral.com/blog/archives/2013/04/29/9-things-not-to-say-to-someone-with-mental-illness/. Accessed February 14th, 2017.

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Anak dan remaja termasuk kelompok yang rentan stres saat masa pandemi COVID-19, karena itu orangtua perlu memahami penyebab dan cara mengatasi kondisi ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 17/05/2020

Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Beragam manfaat detoks digital mengarahkan Anda untuk memiliki hubungan lebih baik dengan. Namun, apa sebetulnya detoks digital itu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

Direkomendasikan untuk Anda

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020

Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020