Apa Itu Gangguan Mental Organik? Kenali Kondisinya di Sini

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Anda tentu sudah tidak asing dengan depresi atau gangguan bipolar. Namun, pernahkah Anda mendengar tentang organic mental disorder (OMD)? Kondisi yang dikenal dengan gangguan mental organik ini disebabkan oleh gangguan pada fungsi otak. Penasaran mengenai kondisi ini? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Apa itu gangguan mental organik (OMD)?

Organic mental disorder atau OMD merupakan istilah yang merujuk pada berbagai kondisi yang disebabkan oleh penurunan fungsi otak secara bertahap. Penyebabnya beragam, mulai dari genetik, biologis, ataupun lingkungan, tertentu yang memengaruhi fungsi otak.

Kondisi ini dapat bersifat sementara, akut, maupun kronis. Bila kondisi ini menyerang, pasien harus mendapatkan perawatan, supaya gejalanya tidak memburuk dan menimbulkan masalah yang mengancam jiwa.

Penyebab terjadinya gangguan mental organik

Menurut White Swan Foundation, penyebab organic mental disorder terbagi menjadi 3 kelompok, di antaranya:

Adanya trauma atau cedera di otak

  • Pendarahan di dalam otak (pendarahan intraserebral)
  • Pendarahan ke ruang sekitar otak (perdarahan subaraknoid)
  • Terbentuknya gumpalan darah di dalam tengkorak menyebabkan tekanan pada otak (subdural hematoma)
  • Sindrom amnesik organik, yakni kerusakan pada otak untuk menyimpan memori baru

Gangguan degeneratif pada otak

  • Penyakit demensia atau Alzheimer
  • Penyakit Huntington dan penyakit Parkinson
  • Multiple sclerosis

Kondisi lainnya

  • Rendahnya tingkat oksigen dalam tubuh
  • Stroke yang bisa meningkatkan risiko demensia
  • Gangguan kepribadian dan perilaku, seperti narsistik atau obsesif kompulsif

Berbagai gejala gangguan mental organik

mengobati sakit kepala saat melihat komputer

Organic mental disorder menimbulkan gejala yang bervariasi bergantung bagian otak yang terkena. Namun, umumnya orang yang didiagnosis terkena penyakit ini akan mengalami gejala sebagai berikut:

  • Sulit mengingat, mudah bingung, dan kehilangan ingatan jangka pendek, yaitu amnesia
  • Sulit memahami percakapan, konsentrasi pada sesuatu, penilaian terhadap sesuatu memburuk
  • Mudah cemas dan takut
  • Bermasalah dalam menjaga keseimbangan, ketika berdiri atau berjalan
  • Mengalami gangguan penglihatan
  • Sulit mengendalikan gerakan otot tubuh
  • Agresif atau menunjukan kemarahan yang ekstrem

Satu atau dua gejala yang disebutkan mungkin pernah dialami sebagian besar orang. Namun, pada orang dengan gangguan mental organik, gejala ini akan terus terjadi dan semakin parah seiring waktu. Akibatnya, aktivitas sehari-hari bisa lumpuh karena kesulitan merawat dirinya sendiri, berkomunikasi, dan bekerja sama dengan orang lain.

Jika Anda atau mendapati anggota keluarga atau teman mengalami gejala, segera periksa kesehatan ke dokter. Semakin cepat diatasi, semakin mudah proses pengobatan dan tentunya meningkatkan kualitas hidup pasien.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis dan diobati?

sindrom tourette

Gejala dari gangguan mental organik juga muncul pada kondisi lainnya. Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan meminta Anda untuk menjalani serangkaian tes, seperti tes darah, elektroensefalogram, dan pencitraan otak seperti MRI atau CT scan.

Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan memberikan perawatan yang sesuai dengan keparahan cedera atau jenis penyakit yang mendasari. Pada beberapa kasus, pasien hanya perlu beristirahat dan minum obat. Namun, ada pula yang perlu menjalani rehabilitasi dan perawatan pendukung, seperti terapi.

Terapi yang biasanya direkomendasikan adalah terapi perilaku, terapi fisik, dan terapi okupasi. Semua terapi tersebut berfungsi untuk membantu pasien untuk mengendalikan gejala, meningkatkan kemampuan fisiknya, dan membantu pasien untuk melakukan rutinitasnya kembali normal.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Meningitis (Radang Selaput Otak)

Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin

Benarkah Pil KB Bisa Mengubah Bentuk Otak?

Akhir tahun ini, sebuah penelitian menyebutkan bahwa pil KB bisa mengubah bentuk otak. Benarkah demikian dan apa saja dampak yang mungkin muncul?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Faktanya, Main Game di Ponsel Bisa Bantu Mendeteksi Demensia Lho!

Studi menemukan bahwa main game dapat mendeteksi demensia pada seseorang. Namun, apakah benar demikian? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Kenali Lethologica, Fenomena Saat Anda Sulit Mengingat Suatu Kata Saat Berbicara

Pernahkah Anda tahu suatu kata, tapi tiba-tiba lupa saat hendak diucapkan? Fenomena ini dikenal dengan sebutan lethologica. Cari tahu lebih lanjut di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

buah untuk alzheimer

Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020
diet rendah karbohidrat mencegah penuaan otak

Diet Rendah Karbohidrat Bisa Memperlambat Penuaan pada Otak

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020
marah saat lapar

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
sakit kepala saat puasa

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020