Gangguan Kepribadian Dependen, Membuat Seseorang Tidak Bisa Hidup Mandiri

Oleh

Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan orang lain untuk berinteraksi dan saling menolong di kala mengalami kesulitan. Tetapi jika terlalu manja hingga benar-benar tidak bisa hidup mandiri karena harus selalu bergantung pada orang lain, dan merasa cemas tak berdaya saat tidak ada orang lain yang dapat dimintai tolong, bisa jadi ini adalah tanda-tanda Anda memiliki gangguan kepribadian dependen.

Apa itu gangguan kepribadian dependen?

Pada dasarnya, gangguan kepribadian merupakan jenis gangguan kesehatan mental yang mempengaruhi cara seseorang berpikir dan berperilaku. Gangguan kepribadian dependen didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki kecemasan berlebihan dan tak beralasan, yang menyebabkan dirinya merasa ia tidak dapat melakukan berbagai hal sendirian. Orang dengan gangguan kepribadian dependen selalu merasa perlu diperhatikan dan merasa sangat cemas apabila ditinggalkan atau dipisahkan dari seseorang yang ia anggap penting dalam hidupnya.

Seseorang dengan gangguan kepribadian dependen sering terlihat pasif dan tidak percaya akan kemampuan dirinya. Hal tersebut berdampak terhadap kemampuan mereka dalam menjalani hidup, terutama dalam bersosialisasi dan bekerja. Seseorang dengan gangguan kepribadian ini juga lebih berisiko mengalami depresi, fobia, dan berperilaku menyimpang untuk menyalahgunakan obat-obatan. Selain itu, ada juga kemungkinan mereka akan terlibat dalam hubungan yang tidak sehat jika mereka bergantung pada orang yang salah, atau bahkan mengalami kekerasan dari pasangan yang dominan.

Apa yang menyebabkan seseorang punya kepribadian dependen?

Tidak diketahui apa penyebab utama yang menyebabkan seseorang menjadi begitu tergantung dengan orang lain. Namun para ahli berpendapat bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi biopsikososial penderita. Kepribadian terbentuk dari bagaimana interaksi sosial orang tersebut dalam keluarga dan pertemanan selama masa kecilnya Sedangkan faktor psikologis berkaitan dengan bagaimana suatu lingkungan sosial, terutama keluarga, membentuk pola pikir seseorang dalam menghadapi suatu masalah. Namun demikian, genetik juga sedikit banyak memengaruhi kecenderungan seseorang memiliki kepribadian dependen, karena genetik juga memiliki andil dalam membentuk kepribadian seseorang.

Selain itu beberapa jenis pengalaman juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan kepribadian dependen, di antaranya:

  • Trauma akibat ditinggalkan seseorang
  • Mengalami tindakan kekerasan
  • Berada di dalam hubungan yang abusif dalam waktu lama
  • Trauma masa kecil
  • Pola asuh orang tua yang otoriter

Apa tanda dan gejala dari gangguan kepribadian dependen?

Tanda dari gangguan kepribadian dependen akan cenderung sulit dikenali jika penderitanya masih dalam usia anak-anak atau remaja. Seseorang dapat dikatakan mengalami gangguan kepribadian dependen saat ia memiliki ketergantungan berlebih terhadap orang lain ketika memasuki usia dewasa awal. Pada fase usia tersebut, kepribadian dan pola pikir seseorang cenderung menetap dengan lebih sedikit perubahan.

Berikut beberapa tanda umum jika seseorang mengalami gangguan kepribadian dependen:

  • Kesulitan mengambil keputusan dalam hal sehari-hari – mereka juga cenderung meminta nasihat dan merasa perlu seseorang untuk meyakinkan akan pilihan yang dibuatnya
  • Sulit menunjukan rasa tidak setuju – karena mereka cemas akan kehilangan bantuan dan pengakuan dari orang lain
  • Kurang inisiatif – selalu menunggu orang lain untuk memintanya melakukan sesuatu hal dan merasa tidak nyaman untuk melakukan sesuatu atas sukarela
  • Merasa tidak nyaman saat sendiri – mengalami ketakutan abnormal bahwa ia tidak akan bisa melakukan sesuatu hal sendirian. Kesendirian juga dapat membuat penderita mengalami rasa gugup, cemas, merasa tidak berdaya hingga memicu panic attack.
  • Sulit memulai sesuatu pekerjaan sendiri – lebih cenderung disebabkan ketidakyakinan akan kemampuannya dibandingkan oleh rasa malas dan kurangnya motivasi
  • Selalu mencari ikatan dengan orang lain – terutama ketika putus dari suatu hubungan, karena memiliki pandangan bahwa suatu hubungan merupakan sumber dari perhatian dan bantuan.

Seperti gangguan kepribadian lainnya, gangguan kepribadian dependen cenderung sulit dikenali dan membutuhkan tenaga ahli psikolog dan psikiatri untuk mengenalinya. Kebanyakan penderita tidak akan mencari terapi akan masalah yang dialaminya, kecuali terjadi suatu hal yang menyebabkan ia merasa sangat stress akibat gangguan yang dimilikinya.

Bisakah gangguan kepribadian dependen dihilangkan?

Gangguan kepribadian dependen cenderung bertahan dalam waktu yang lama namun dapat mengalami penurunan intensitas seiring dengan pertambahan usia. Terapi dalam mengatasi gangguan kepribadian dependen cenderung tidak menggunakan obat namun melalui psikoterapi dengan metode terapi bicara. Tujuan utama dari terapi ini adalah menumbuhkan kepercayaan diri untuk bersosialisasi dan membantu penderita memahami kondisinya. Biasanya terapi bicara dilakukan dalam jangka pendek, karena jika dilakukan dalam jangka panjang penderita juga berisiko mengalami ketergantungan terhadap si terapis.

Selain itu, untuk mencegah gangguan kepribadian dependen agar diwariskan kepada anak hindari pola asuh yang otoriter dan bangun lingkungan keluarga yang mendorong kemampuan interpersonal dan sosial anak.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca