Apakah Vagina Anda Lebih Banyak Bakteri Baik atau Bakteri Buruk?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda bahwa vagina adalah ‘rumah’ bagi 50 spesies bakteri? Tenang saja, Anda tidak perlu tiba-tiba merasa jijik dengan organ vital Anda sendiri. Bakteri yang ada di vagina adalah bakteri baik yang justru membantu vagina membuat ‘perlindungan’ agar tidak ada bakteri vagina yang berpotensi membahayakan. Lantas, apakah ada cara untuk mengetahui bahwa vagina Anda ‘dihuni’ oleh bakteri baik bukan bakteri jahat? Tentu saja ada, dan Anda akan temukan di artikel ini.

Tingkat asam basa atau pH vagina menentukan jenis bakteri vagina Anda

Anda pernah mendengar kata pH? pH ternyata bukan hanya ada pada air atau darah, bagian intim kewanitaan juga memiliki pH yang patut Anda perhatikan. Mengapa pH vagina penting untuk diperhatikan? Karena pH atau yang biasa dikenal dengan kadar asam basa secara langsung berhubungan dengan kesehatan vagina Anda terutama berkaitan dengan bakteri vagina.

Menurut dr. Rinku Metha seorang kepala medis di Frisco Institute for Reproductive Medicine, mengatakan bahwa hal pertama yang harus Anda pahami tentang pH vagina adalah saat vagina memiliki tingkat pH atau asam basa yang normal, maka pH vagina ini bisa melindungi Anda dari infeksi.

Tingkat asam basa atau pH vagina yang dikatakan sehat ada di angka 3,5 sampai 4,5. Jika pH vagina meningkat, maka bakteri vagina yang berpotensi buruk dapat berkembang biak dan berisiko menyebabkan jamur pemicu iritasi, gatal, dan cairan vagina yang tidak normal.

Menurut Nina Helms, seorang ahli kesehatan seksual, ada dua peran bakteri baik yang berperan menjaga keseimbangan pH vagina, dua bakteri ini adalah lactobacillus dan corynebacterium. Dua bakteri ini memproduksi antibiotik alami bernama bakteriosin untuk mengurangi bakteri lain yang memasuki vagina.

Menjaga pH vagina tetap asam menjadi penting karena bakteri baik vagina yaitu lactobacillus dan corynebacterium itu hanya dapat hidup dalam kondisi pH asam. Bila pH naik, tentu bakteri-bakteri baik ini bisa mati. Padahal bakteri baik ini membantu menekan pertumbuhan bakteri-bakteri jahat.

Bila keseimbangan antara bakteri baik dan jahat terganggu, maka Anda bisa mengalami bacterial vaginosis. Bacterial vaginosis terjadi ketika populasi bakteri jahat seperti gardnerella vaginalis, prevotella, peptostreptococcus, dan bacteroides spp mendominasi.

Nah, jika Anda merasa cairan vagina Anda cukup banyak, berbau, memicu rasa gatal, panas dan terjadi pembengkakan di sekitar vagina, kemungkinan besar, ini adalah tanda bahwa pH vagina Anda tidak seimbang. Sederhananya, bakteri baik di vagina Anda kalah dengan bakteri jahat.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan untuk menjaga pH vagina tetap seimbang?

Cara termudah yang bisa Anda lakukan untuk menjaga pH vagina tetap seimbang adalah dengan menjaga kebersihan vagina dan memastikan bakteri vagina yang memiliki peranan ‘baik’ tetap ada di vagina Anda. Sebenarnya, cara ini cukup mudah untuk dilakukan.

Misalnya, setelah buang air kecil (BAK) atau Buang Air Besar (BAB), basuh dengan air bersih dari arah depan ke belakang, agar tidak ada bakteri dari anus yang masuk ke vagina. Bila memungkinkan, basuh dengan air hangat. Setelah itu, keringkan menggunakan handuk, agar area tersebut tidak lembap.

Bila menggunakan tisu untuk mengeringkan vagina, pilihlah tisu yang lembut. Hindari menggunakan tisu makan yang kasar karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit di area tersebut, perhatikan agar serat-serat tisu tidak tersisa menempel di permukaan vagina, karena dapat mengakibatkan gatal dan menjadi salah satu sarana bakteri dan jamur berkembang akibat lembap.

Saat menstruasi, pilih pembalut yang tidak mengandung pewangi. Segera ganti pembalut jika sudah waktunya. Jangan ditunda-tunda, hal ini untuk meminimalisir bakteri vagina yang berpotensi membahayakan vagina Anda.

Lalu, bagaimana dengan pembersih vagina?

Sebenarnya, Anda bisa membersihkan vagina cukup dengan membasuhnya menggunakan air hangat. Namun, jika Anda ingin menggunakan pembersih kewanitaan, Anda bisa gunakan pembersih vagina sesekali, namun jangan digunakan dalam jangka waktu lama dan pastikan Anda membersihkan hanya area luar vagina.

Pastikan juga Anda memilih pembersih vagina yang mengandung povidone iodine. Menurut sebuah penelitian kandungan povidone iodine mampu mengembalikan kadar flora normal di vagina Anda sehingga bisa membantu menjaga kadar pH vagina Anda tetap normal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Mengetahui anak Anda melakukan masturbasi mungkin akan menimbulkan rasa kaget pada orang tua. Lalu bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi hal tersebut?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Parenting, Tips Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Masker Vagina Aman untuk Digunakan? Ini Jawabannya

Tidak sekadar mengikut tren, penggunaan masker vagina sebaiknya dilakukan dengan hati-hati. Apa sebenarnya masker vagina? Apakah produk ini aman?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 29 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Bahayanya Jika Fingering Vagina Tidak Cuci Tangan Dulu

Stop! Sebelum buru-buru fingering, ingat tidak apakah Anda sudah cuci tangan sampai bersih? Main vagina dengan jari yang kotor itu bahaya, lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

7 Perawatan Vagina Agar Tidak Mudah Lembap dan Berkeringat

Mengenakan celana dalam yang basah karena vagina lembap dan berkeringat tentu tidak nyaman. Lantas, bagaimana cara menghindarinya? Intip di sini!

Ditinjau oleh: Fajarina Nurin
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 17 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bentuk anatomi vagina

Panduan Lengkap Seputar Anatomi Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 6 menit
5 Kebiasaan Saat Seks yang Ternyata Membahayakan Vagina

5 Kebiasaan Saat Seks yang Ternyata Membahayakan Vagina

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Hormon Estrogen Rendah Pada Wanita, Apa Tanda dan Gejalanya?

Ciri-ciri Hormon Estrogen Terlalu Rendah Pada Wanita

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 5 menit
jerawat di vagina

Bahayakah Jika Terdapat Jerawat di Daerah Kewanitaan Vagina?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 6 menit