Panduan Menggunakan Obat untuk Vagina Dengan Benar, Dalam Bentuk Krim dan Suppositoria

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Untuk mengobati keluhan infeksi dan gatal pada vagina, biasanya diperlukan obat berbentuk krim dan supposituria. Meski begitu, masih banyak orang yang bingung bagaimana cara pakai obat untuk vagina. Cara pemakaian yang tepat tentu berpengaruh pada efektivitas obat serta proses penyembuhan keluhan Anda. Oleh karena itu, simak baik-baik panduannya dalam artikel ini.

Beragam jenis obat untuk vagina yang tersedia di pasaran

Ada beragam jenis obat untuk vagina yang tersedia di pasaran, baik dengan atau ranpa resep dokter. Yang paling umum adalah:

  • Krim. Beberapa krim vagina mungkin hanya diperuntukan bagi pengobatan area di luar vagina, seperti vulva dan labia (bibir vagina), bukan dimasukkan ke dalam vagina. Itu sebabnya, penting membaca aturan pakai yang ada di kemasan sebelum memakai krim.
  • Tablet dan suppositoria. Supositoria adalah cara pemberian obat lewat tabung pipa khusus yang dimasukkan ke anus, vagina, atau uretra (saluran kemih). Obat jenis ini mudah meleleh, cepat lunak, dan gampang larut pada suhu tubuh. 

Waktu terbaik penggunaan obat untuk vagina

Idealnya, obat untuk vagina digunakan pada malam hari sebelum tidur saat Anda sudah tidak banyak beraktivitas fisik lagi. Dengan demikian, krim bisa menyerap dengan baik di kulit sekitar vagina. Ini juga sebagai cara untuk mencegah obat bocor merembes dari vagina yang mungkin saja bisa terjadi saat Anda berdiri atau berjalan.

Jika Anda perlu menggunakan obat ini lebih dari satu kali dalam sehari, periksa petunjuk pemakaian yang tertera di lebel kemasan lalu cek berapa lama jarak waktu pemakaian pertama dengan pemakaian selanjutnya. Jika label kemasan tidak memberikan informasi lengkap, konsultasikan dulu ke dokter atau apoteker terkait masalah ini.

Langkah menggunakan obat untuk vagina berdasarkan jenisnya

Simak langkah-langkah berikut ini dengan baik agar Anda bisa mendapatkan hasil yang lebih optimal dalam pengobatan.

  • Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencuci daerah vagina Anda dengan lembut menggunakan air hangat (suam-suam kuku). Kemudian keringkan perlahan pakai handuk sampai benar-benar kering.
  • Pilih posisi paling nyaman. Pertama, Anda bisa berbaring di atas tempat tidur dengan lutut ditekuk dan kaki sedikit diregangkan. Jangan lupa, alasi seprai dengan handuk untuk mencegah krim menodai seprai Anda. Atau, Anda bisa melakukannya sambil berdiri dengan kaki kanan berada di posisi lebih tinggi dan kaki kiri menapak di atas lantai.

Untuk krim vagina

Pasang aplikator pada lubang tabung krim dan putar sampai melekat erat. Tekan krim dari tabung ke aplikator sampai mencapai anjuran dosis pemakaian. Setelah itu putar aplikator agar bisa terlepas dari tabung dan oleskan secara merata ke area yang terinfeksi menggunakan aplikator. 

http://www.safemedication.com/safemed/MedicationTipsTools/HowtoAdminister/How-to-Use-Vaginal-Tablets-Suppositories-and-Creams

Untuk tablet atau suppositoria

Letakkan obat di ujung aplikator. Entah sambil posisi berdiri atau berbaring seperti yang sudah dijelaskan di atas. Masukan aplikator ke dalam vagina secara perlahan sejauh yang Anda bisa dan rasa nyaman. 

http://www.safemedication.com/safemed/MedicationTipsTools/HowtoAdminister/How-to-Use-Vaginal-Tablets-Suppositories-and-Creams
  • Setelah aplikator berada di dalam vagina, tekan tombol pada aplikator untuk melepaskan tablet atau supositoria.
  • Jika anda menggunakan aplikator yang dapat digunakan kembali, cucilah aplikator sampai bersih menggunakan sabun dan air hangat sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan. Namun jika Anda menggunakan aplikator sekali pakai, maka buang aplikator ditempat sampah yang tertutup dan jauhkan dari jangkauan anak-anak ataupun hewan peliharaan.
  • Setelah itu, cuci tangan Anda menggunakan sabun dan air untuk membersihkan obat yang mungkin masih menempel di tangan.

Yang harus diperhatikan saat menggunakan obat untuk vagina

  • Sebagian besar krim vagina harus disimpan pada suhu kamar.
  • Jika Anda menggunakan krim vagina untuk mengobati infeksi, langkah yang terbaik adalah membuang aplikator setelah Anda selesai menggunakan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penularan jamur, bakteri, dan mikroorganisme lainnya jika Anda menggunakan kembali aplikatornya.
  • Jangan berbagi aplikator dengan orang lain karena itu bisa mentransfer bakteri dan mikroorganisme lainnya.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan