7 Risiko yang Mungkin Terjadi Akibat Penggunaan Douching Vagina

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/06/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Salah satu cara untuk membersihkan area kewanitaan, yaitu douching, ternyata sangat berisiko bagi kesehatan vagina, lho. Anda bahkan bisa kena berbagai penyakit dan komplikasi berbahaya kalau menggunakan douche. Yuk, cari tahu informasi lengkap soal douching di bawah ini.

Apa itu douching vagina?

Douching adalah cara mencuci vagina dengan menyemprotkan larutan khusus ke dalam saluran vagina. Hal ini biasanya dilakukan dengan alat khusus yang ada kantong dan selangnya.

Larutan yang dipakai untuk membersihkan vagina umumnya dibuat dari campuran air, cuka, dan baking soda. Namun, saat ini banyak larutan douche yang mengandung parfum dan bahan kimia lainnya.

Larutan ini akan dimasukkan ke dalam kantong douche. Kemudian, larutan tersebut disemprot ke dalam vagina melalui selang. Metode ini diyakini dapat menjangkau seluruh bagian vagina hingga ke dalam, misalnya dinding vagina.

Karena itulah banyak orang percaya kalau membersihkan vagina dengan cara ini mampu membunuh bakteri dan jamur, mencegah penyakit kelamin, serta menjaga vagina tetap wangi dan segar.

Pada kenyataannya, tidak ada penelitian yang berhasil membuktikan douching mampu menjaga kesehatan vagina dan mencegah penyakit. Berbagai penelitian justru melaporkan bahwa metode ini meningkatkan risiko kesehatan bagi sistem reproduksi Anda.

Risiko penyakit akibat douching vagina

Disari dari sejumlah penelitian, berikut adalah tujuh risiko yang mungkin terjadi bila Anda melakukan douching vagina.

1. Infeksi bakteri vagina

Infeksi bakteri vagina atau bacterial vaginosis bisa terjadi karena penggunaan douche pada vagina. Penelitian dalam The American Journal of Maternal/ Child Nursing menyebutkan bahwa douching bisa melipatgandakan risiko Anda kena infeksi bakteri vagina hingga lima kali.

Pasalnya, menyemprotkan larutan douche ke dalam dinding vagina bisa mengacaukan keseimbangan koloni bakteri baik dan bakteri jahat pada vagina. Akibatnya, bakteri baik yang menjaga vagina dari infeksi bakteri jahat malah mati. Karena itulah bakteri jahat jadi lebih ganas menyerang dan menyebabkan penyakit ini.

2. Infeksi saluran kencing atas

Melakukan douche lebih dari sekali sebulan ternyata bisa meningkatkan risiko Anda kena infeksi saluran kencing atas hingga 60 persen. Hal ini dilaporkan dalam penelitian tahun 2001 yang dimuat pada jurnal Sexually Transmitted Diseases.

Ini karena metode douche akan membunuh bakteri baik yang melindungi vagina. Dengan begitu, vagina jadi lebih rentan kena bakteri penyebab infeksi saluran kencing.

3. HPV

HPV atau human papillomavirus adalah penyakit kelamin yang bisa ditularkan lewat hubungan seks. Penyebabnya adalah infeksi virus. Bila terlambat ditangani atau tidak diobati, HPV bisa memicu pertumbuhan kanker di area vagina, anus, dan vulva.

Menurut sebuah penelitian dalam The Journal of Infectious Diseases, risiko kanker yang diakibatkan oleh virus HPV bahkan mencapai 40 persen pada orang yang suka melakukan douche.

4. Kanker serviks

Sejumlah penelitian juga telah membuktikan bahwa penggunaan douche dapat meningkatkan risiko kanker serviks hingga dua kali lipat jika dibandingkan dengan wanita yang membersihkan area kewanitaannya seperti biasa.

Douching memang membuat vagina jadi lebih mudah diserang infeksi virus. Salah satu jenis virusnya sama seperti yang telah disebutkan di atas, yaitu HPV.

5. Penyakit radang panggul

Risiko Anda kena penyakit radang panggul bisa mencapai 73 persen kalau Anda rutin melakukan douche. Pasalnya, bakteri jahat yang ada di sekitar bibir vagina bisa terdorong masuk hingga ke dalam rahim, saluran tuba falopi, serta indung telur Anda dan menyebabkan infeksi.

Hati-hati, penyakit ini bisa membuat wanita mengalami kerusakan saluran tuba falopi dan organ di area panggul lainnya sehingga Anda sulit hamil.

6. Penularan penyakit kelamin

Bukannya melindungi dari penularan penyakit kelamin, douche justru akan meningkatkan risiko tertular penyakit melalui hubungan seks. Menurut para ahli, karena bakteri baik yang harusnya melindungi vagina dari organisme asing penyebab penyakit mati, Anda pun rentan tertular penyakit kelamin dari pasangan.

Penyakit kelamin yang bisa ditularkan antara lain HIV/ AIDS, gonore, herpes genital, serta trikomoniasis. Risiko ini akan bertambah apabila Anda melakukan douche sebelum berhubungan seks.

7. Komplikasi kehamilan

Douching vagina saat Anda hamil juga bisa memicu berbagai komplikasi kehamilan. Komplikasi yang paling banyak dilaporkan yaitu bayi lahir prematur.

Sebuah penelitian tahun 2002 dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology bahkan mencatat bahwa risiko kelahiran prematur naik sampai empat kali lipat bila ibu hamil melakukan douche lebih dari seminggu sekali.

Metode ini juga membuat Anda lebih rentan mengalami kehamilan ektopik (hamil anggur). Hal ini terjadi kalau pembuahan sel telur oleh sel sperma terjadi di luar rahim, yaitu di saluran tuba falopi.

Lalu bagaimana cara membersihkan vagina yang benar?

Vagina sudah punya cara sendiri untuk membersihkan diri, yaitu dengan menjaga kadar pH serta koloni bakteri yang seimbang. Karena itu, Anda cukup membasuh vagina dengan air hangat (suam-suam kuku) satu sampai dua kali sehari.

Untuk meringankan gejala atau mencegah infeksi pada area vagina, Anda bisa menggunakan produk antiseptik kewanitaan. Terutama waktu Anda menstuasi, yaitu saat di mana vagina sangat rentan kena infeksi. Tentu saja produk ini hanya digunakan hanya di bagian luar vagina dan tidak di saluran vagina seperti proses douching.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Anyang-anyangan alias infeksi saluran kencing membuat Anda sering kebelet dan terasa sakit saat buang air kecil. Apa saja penyebab infeksi saluran kencing?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Nokturia adalah kondisi yang membuat Anda sering kencing pada malam hari. Pelajari gejala, penyebab, dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ginseng Korea diyakini bisa mengatasi masalah pria, dari impotensi hingga ejakulasi dini. Tapi apakah manfaat ginseng ini sudah terbukti dan teruji klinis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rileksasi tubuh

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
sering kencing di malam hari

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit