Tak Suka Makan Sayur dan Buah, Bisakah Digantikan Minuman Berserat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anda yang sedang dalam diet ketat biasanya mendapatkan anjuran untuk memperbanyak konsumsi makanan yang berserat tinggi. Seberapa sering Anda mengonsumsi buah dan sayur? Apakah setiap makan selalu ada menu sayur di dalam piring Anda? Atau Anda tidak suka makan buah atau sayur sama sekali?

Meskipun Anda tidak suka mengonsumsi sayur dan buah, saat ini telah banyak suplemen serat yang katanya bisa memenuhi kebutuhan serat Anda. bahkan lebih baik dibandingkan dengan serat yang ada di sayur dan buah. Apakah hal tersebut benar? Apakah suplemen ini dapat menggantikan posisi sayur dan buah?

Manfaat mengonsumsi suplemen serat

Sekarang ini banyak sekali suplemen serat yang beredar dalam berbagi bentuk, entah itu kapsul, tablet hisap, atau serbuk yang dapat diseduh dengan air. Semua suplemen ini disebut-sebut solusi bagi orang yang tidak suka sayur dan buah.

Sampai saat ini, memang belum ada penelitian yang menyatakan bahwa suplemen serat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Justru, dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian seseorang. Serat diperlukan tubuh untuk melancarkan pencernaan, dapat menurunkan kadar kolesterol di dalam darah, dan bisa membantu menurunkan angka timbangan berat badan Anda tentunya. Kebutuhan serat yang dibutuhkan dalam sehari adalah sebesar 25 gram.

Adakah efek samping dari suplemen dan minuman berserat

Meskipun tidak berbahaya, dalam beberapa kasus disebutkan bahwa mengonsumsi suplemen serat dapat membuat perut kembung dan tak terasa nyaman. Selain itu, suplemen jenis ini juga dapat menghambat penyerapan beberapa jenis obat, seperti obat diabetes, antidepresan, dan obat penurun kadar kolesterol.

Apabila Anda mengonsumsi obat-obatan tersebut, maka sebaiknya tanyakan dan diskusikan dahulu pada dokter Anda, sebelum memutuskan untuk minum suplemen serat.

Apakah suplemen serat dapat menggantikan posisi serat dari buah dan sayur?

Mengonsumsi suplemen jenis ini terlihat menjanjikan memang, apalagi bagi Anda yang tak menyukai sayur dan buah. Namun, tentu saja suplemen tersebut tidak dapat menggantikan makanan yang asli, meskipun memiliki jumlah serat yang banyak. Ada beberapa keunggulan yang bisa Anda dapatkan dari sayur dan buah ketimbang suplemen serat:

1. Serat sayur dan buah dapat disesuaikan

Suplemen serat cenderung ditujukan untuk membantu pencernaan, sehingga tak jarang bersifat laksatif (pencahar). Bagi Anda yang memiliki pencernaan yang sensitif dapat menyebabkan diare. Sementara, dalam buah dan sayur Anda dapat menyesuaikan kebutuhan serat yang Anda perlukan.

Misalnya, Anda sedang mengalami sembelit maka Anda dapat mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung serat tidak larut air seperti kembang kol. Sebaliknya, bila Anda mengalami diare Anda sebaiknya mengonsumsi serat larut air, seperti apel dan wortel.

2. Sayur dan buah juga mengandung vitamin dan mineral

Mungkin, Anda bisa mendapatkan lebih banyak serat bila mengonsumsi suplemen. Namun, bagaimana dengan kebutuhan vitamin dan mineral lainnya? Sayur dan buah adalah sumber serat, vitamin, serta mineral utama bagi tubuh. Ketika Anda menghindarinya, maka bukan tidak mungkin tubuh akan kekurangan vitamin atau mineral, yang kemudian dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit