Menginjak Usia 40 Tahun, Sebaiknya Ubah Pola Makan Anda!

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Saat usia bertambah, kemampuan tubuh pun secara beriringan akan berubah. Meski tidak terlihat, fungsi sistem di dalam tubuh perlahan-lahan akan mengalami penurunan. Oleh karena itu, Anda perlu strategi khusus agar tubuh tetap sehat dan bugar terutama saat memasuki usia 40 tahun. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh di usia ini ialah dengan menjaga pola makan. Tidak perlu bingung, dalam artikel ini saya akan mengulas pola makan yang bisa Anda jalani saat berusia 40 tahun.

Kondisi tubuh saat memasuki usia 40 tahun

hipervolemia adalah tubuh kelebihan volume cairan

Tidak bisa dipungkiri memasuki usia 40 tahun tubuh mulai menunjukkan berbagai tanda-tanda penuaan. Tanda-tanda ini tak hanya terjadi di bagian fisik yang terlihat, tetapi juga di dalam tubuh secara keseluruhan.

Di usia ini, biasanya banyak orang yang mengalami kesulitan untuk menurunkan berat badannya. Sehingga orang yang tidak menjaga pola makannya cenderung mudah gemuk bahkan mengalami obesitas. Hal ini karena metabolisme tubuh mulai menurun. Maka, turun berat badan tidak semudah saat Anda berusia 20-an.

Akibatnya, Anda berisiko mengalami berbagai penyakit seperti kolesterol, diabetes, perlemakan hati, hingga asam urat. Selain itu, risiko kanker pun meningkat terlebih jika Anda memiliki riwayat keluarga yang memiliki kanker. Bahkan, kesehatan mata pun semakin menurun sehingga Anda berisiko terkena glaukoma, katarak, hingga degenerasi makula.

Oleh karena itu, Anda perlu mulai menerapkan gaya hidup sehat dengan makan lebih banyak sayur dan buah. Selain itu, Anda juga perlu banyak makan makanan yang kaya kalsium, vitamin D, dan juga magnesium karena kepadatan tulang mulai menurun dan risiko terjadinya patah tulang pun meningkat.

Pola makan seperti apa yang dianjurkan agar tetap sehat?

makanan rendah kalori

Agar tubuh tetap sehat di tengah penuaan yang terjadi, Anda membutuhkan pola makan teratur. Yaitu dengan memerhatikan jenis, jumlah, jadwal, dan cara memasak yang benar. Berikut uraiannya.

Jenis makanan

Jenis makanan yang dikonsumsi mengacu pada prinsip gizi seimbang, yaitu yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral setiap harinya. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama yang diperlukan tubuh. Protein membantu menjaga massa otot yang mulai menghilang. Lemak berfungsi untuk menjaga suhu tubuh sekaligus cadangan energi. Sementara vitamin dan mineral membantu tubuh untuk dapat menjalankan fungsinya setiap hari.

Selain itu, jangan lupa untuk menambahkan serat dan antioksidan dengan makan cukup buah dan sayur setiap hari. Anda juga perlu mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3 untuk menjaga kesehatan sel, mencegah nyeri sendi, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Telur, minyak ikan kod, ikan salmon, dan kacang almond menjadi sumber asam lemak omega yang baik untuk kesehatan.

Apalagi untuk perempuan, usahakan untuk mencukupi vitamin D dan kalsium karena perempuan lebih rentan terkena osteoporosis di usia 40 tahun ke atas. Jangan lupa juga untuk mencukupi kebutuhan cairan dengan minum minimal 8 hingga 10 gelas per harinya untuk melancarkan pencernaan dan sirkulasi darah.

Jumlah makanan

Untuk jumlah makanannya sendiri saya sarankan untuk mengonsumsinya dengan porsi kecil setiap kali makan. Menurunkan kalori saat makan membantu mencegah risiko obesitas akibat metabolisme yang mulai melambat.

Jadwal makan

Anda disarankan untuk makan setiap 3 sampai 4 jam sekali setiap hari. Ini terdiri dari tiga kali makan utama, dan dua kali makan makanan ringan.

Hal ini dilakukan untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah makan dengan kalap. Selain itu, usahakan untuk tidak melewatkan waktu makan, misalnya sengaja tidak makan pagi atau malam.

Cara memasak

Saat memasak, usahakan untuk membatasi gula, garam, dan minyak. Pasalnya, jika terlalu banyak Anda berisiko terkena berbagai penyakit seperti diabetes, hipertensi, kolesterol, dan obesitas.

Pantangan makanan yang sebaiknya dibatasi

makanan tidak sehat untuk jantung

Selain ada jenis makanan yang dianjurkan, Anda juga perlu mengetahui kelompok makanan yang sebaiknya dibatasi dan dihindari, seperti:

  • Makanan tinggi lemak karena dapat menaikkan kolesterol dan berat badan.
  • Makanan tinggi gula karena dapat meningkatkan berat badan dan resistensi insulin.
  • Makanan tinggi garam karena menaikkan risiko hipertensi.
  • Makanan tinggi kalori tetapi minim zat gizi seperti soda, sirup, kerupuk, dan juga junk food.
  • Kafein dan alkohol karena bisa menyebabkan insomnia, kelelahan, hingga gangguan metabolisme.

Tetap sehat di usia 40 tahun ke atas tak hanya cukup dengan makanan. Anda juga perlu mengombinasikannya dengan melakukan olahraga secara teratur dan mengusahakan untuk tidur yang cukup, yakni sekitar tujuh jam per hari agar tubuh tetap sehat meski tubuh mengalami penuaan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Artikel dari ahli dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK.

Alasan Rasa Susu Sapi Organik Lebih Manis dan Khas

Selain lebih alami, susu sapi organik juga punya citra rasa yang lebih khas dibanding susu sapi biasa, lho! Bagaimana rasanya? Yuk, cari tahu di sini.

Ditulis oleh: dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK.
rasa susu organik lebih manis
Nutrisi, Hidup Sehat 28/07/2019

3 Tips Cerdas Memilih Susu Organik Terbaik Buat Anak

Susu organik aman dan sehat untuk anak. Namun, supaya anak mendapatkan manfaat yang optimal, pastikan Anda tidak membeli produk organik sembarangan.

Ditulis oleh: dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK.
memilih susu organik untuk anak
Nutrisi, Hidup Sehat 27/07/2019

7 Penyebab Paling Umum Anak Kurus dan Cara Ampuh Mengatasinya

Anak kurus tak melulu disebabkan karena kurang gizi. Faktanya, ada banyak hal yang bisa menyebabkan seorang anak terlihat kurus. Apa saja?

Ditulis oleh: dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK.
anak kurus

Yang juga perlu Anda baca

3 Jenis Latihan yang Sebaiknya Dihindari di Usia 40 ke Atas

Memasuki usia 40 tahun, ada beberapa jenis olahraga yang perlu dihindari karena cenderung berakibat buruk untuk tubuh Anda. Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kebugaran, Hidup Sehat 08/11/2018 . Waktu baca 4 menit

5 Golongan Wanita yang Ternyata Tidak Boleh Minum Pil KB (Anda Salah Satunya?)

Pil KB memang efektif mencegah kehamilan. Namun ternyata, tidak semua wanita tidak boleh minum pil KB. Siapa saja, dan apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesuburan, Kehamilan 17/10/2018 . Waktu baca 3 menit

Apa Benar Cara Detoks Alami Itu Efektif dan Baik Bagi Tubuh?

Detoks alami terkenal dengan kemampuannya untuk membuang racun di dalam tubuh. Namun sebenarnya, apakah metode ini benar efektif?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 19/07/2018 . Waktu baca 4 menit

“Kolaborasi Duet” dari 5 Pasang Makanan Ini Berikan Nutrisi Super Bagi Tubuh

Layaknya lagu yang makin merdu jika didendangkan berdua, duet kombinasi makanan berbeda ternyata memberikan manfaat yang lebih baik bagi kesehatan tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 10/07/2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gizi remaja

Panduan Memenuhi Gizi Harian untuk Anak Remaja (Usia 13-18 Tahun)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2019 . Waktu baca 17 menit
makanan untuk penderita jantung

Panduan Nutrisi Lengkap untuk Orang Dengan Penyakit Jantung

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2019 . Waktu baca 8 menit
mitos tentang nutrisi

3 Mitos Seputar Nutrisi yang Perlu Dicari Tahu Kebenarannya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 07/02/2019 . Waktu baca 3 menit
nama lain gula

Mengenal “Nama Samaran” Gula yang Sering Ditulis di Label Kemasan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 11/11/2018 . Waktu baca 4 menit