Mie Soba Sehat Apa Tidak? Ternyata Tergantung Jenisnya, Lho!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17 September 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mie soba adalah makanan khas dari negara Jepang. Soba merupakan mie yang terbuat dari buckwheat Jepang atau nama latinnya adalah biji-bijian Fagopyrum esculentum. Biji ini seperti gandum, tetapi biji-bijian ini bebas dari gluten tidak seperti gandum pada umumnya. Lantas, apakah mie ini aman untuk kesehatan? Atau mie ini justru tidak aman untuk kesehatan tubuh? Yuk, coba simak ulasannya di bawah ini.

Mie soba aman atau tidak untuk kesehatan?

Sumber: Live Japan

Mie soba adalah mie yang terbuat dari tepung soba dan air. Inilah komposisi utamanya mie soba, tepung soba dan air saja. Mie soba asli ini disebut juga dengan juwari soba.

Namun, sekarang ini umumnya orang membuat mie dari soba dengan campuran terigu dan garam. Mie soba jenis ini biasanya dibuat dengan komposisi tepung soba 80 persen dan tepung terigu 20 persen, yang kerap disebut dengan hachiwari.

Saat ini Anda bisa menemukan mie soba di mana-mana meskipun mie ini asalnya dari Jepang. Pembuatan mie dari soba juga sudah banyak dikreasikan. Bahkan beberapa mie dari soba mengandung lebih banyak tepung terigu daripada tepung soba seperti resep terdahulunya. Bahan utamanya mie soba bukan tepung soba lagi melainkan tepung terigu.

Nah, variasi komposisi mie soba itulah yang menentukan aman atau tidaknya mie soba untuk kesehatan Anda. Secara umum, mie dari soba ini tentunya aman bagi kesehatan tubuh, sebagai sumber karbohidrat. Namun, jika Anda mengonsumsi mie soba yang mengandung tinggi tepung terigu beserta kandungan garamnya, tentunya Anda harus lebih berhati-hati dan mengurangi jumlahnya.

Bukannya tidak boleh mengonsumsi tepung, tetapi tepung terigu memberi tambahan kalori pada mie Anda. Begitupun dengan natrium dalam garam, terlalu banyaknya kandungan natrium dalam mie soba Anda maka bisa meningkatkan risiko hipertensi (tekanan darah tinggi).

Apa saja kandungan gizi dalam mie soba?

Sumber: Cooking NY Times

Karena mie dari tepung soba tersedia dalam banyak variasi, ketika membeli salah satu jenis mie ini sebaiknya cek label gizinya terlebih dahulu. Setiap merek memiliki komposisi berbeda-beda, tergantung apa saja bahan yang digunakan untuk membuat mie soba tersebut.

Agar lebih jelas, berikut ini Anda bisa melihat nilai gizi mie dari tepung soba yang asli 100 persen:

  • Energi (kalori): 192 kalori
  • Protein: 8 gram
  • Karbohidrat: 42 gram
  • Serat: 3 gram
  • Lemak: 0 gram

Dilihat dari nilai gizinya, soba merupakan mie yang sangat rendah lemak. Ini sangat cocok untuk Anda yang sedang mengurangi jumlah lemak untuk cegah kenaikan berta badan.

Protein dalam mie ini juga termasuk tinggi jumlahnya dan diketahui juga mengandung asam amino jenis lisin yang lebih tinggi daripada gandum. Maka itu, mie dari soba bisa jadi pilihan yang baik juga bagi para vegetarian untuk bantu memenuhi kebutuhan proteinnya. Protein ini sangat penting untuk tumbuh kembang sel, serta memperbaiki sel-sel seluruh tubuh yang rusak, dan juga membangun otot.

Selain itu, bagi orang yang mengalami intoleransi gluten, mie soba termasuk aman dikonsumsi sebab tidak mengandung gluten. Kecuali kalau Anda mengonsumsi mi soba yang mengandung tepung terigu.

Yang tidak kalah pentingnya lagi, soba juga merupakan sumber mineral mangan yang baik untuk tubuh. Dengan mengonsumsi sekitar 1 cangkir mie ini dapat memenuhi 24 persen kebutuhan mineral mangan pada wanita dewasa, dan dapat memenuhi 18 persen kebutuhan mangan pada pria dewasa.

Mangan merupakan mineral penting yang menjaga keseimbangan metabolisme tubuh, menjaga kesehatan sistem saraf, dan berperan penting dalam pembuatan hormon dalam tubuh.

Soba juga merupakan sumber vitamin B1 atau thiamin yang baik dalam tubuh. Vitamin B1 ini dibutuhkan untuk metabolisme energi dan mendukung pertumbuhan sel.

Selain zat gizinya, soba juga memiliki efek antiradang sebab kadar flavonoid soba cukup tinggi. Dengan begitu, soba bisa membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah dari peradangan.

Menurut 15 penelitian sebelumnya, pada orang sehat atau yang memiliki risiko penyakit jantung, mengonsumsi tepung soba 40 gram selama 12 minggu dapat menurunkan 19 mg/dl kolesterol total dan menurunkan 22 mg/dl trigliserida. Diketahui bahwa soba ini mengurangi penyerapan kolesterol di tubuh.

Selain itu, soba ini juga memiliki nilai indeks glikemik yang rendah, artinya jika Anda memiliki diabetes dan mengonsumsi soba ini akan cukup aman. Soba tidak menyebakan lonjakan gula darah Anda secara tiba-tiba.

Cara mengolah mie soba yang baik untuk kesehatan

Sumber: Livestrong

Seperti mie pada umumnya, cara mengolah soba mie yaitu direbus. Setelah itu, tiriskan soba dan segera bilas dengan air dingin yang matang. Saat dibilas, sambil goyangkan mie pelan-pelan. Pembilasan ini dilakukan untuk menjaga tekstur mie agar tidak mudah menempel.

Selanjutnya, Anda bisa memasak mie dari soba seperti mie pada umumnya. Dibuat berkuah, atau tumis dengan sayuran, dimakan dengan saus kacang, dan lain sebagainya.

Yang penting, selama makan mie soba campurkan juga dengan sayuran dan sumber protein lainnya seperti telur, tahu, atau potongan daging ikan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Segudang Manfaat Ikan Mujair yang Baik untuk Kesehatan Tubuh Kita

Siapa yang tak kenal ikan mujair? Ikan yang hidup di air tawar ini tentu digemari oleh masyarakat Indonesia. Apa saja manfaat ikan mujair untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Nutrisi, Hidup Sehat 14 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Makan Nasi dengan Kentang dalam Satu Piring, Apa Efeknya Bagi Kesehatan?

Nasi dan kentang sama-sama tergolong sebagai makanan sumber karbohidrat. Meski lezat dan mengenyangkan, apakah makan nasi dengan kentang baik bagi tubuh?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 29 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Berapa Asupan Karbohidrat untuk Menambah Berat Badan?

Selain protein dan lemak, peningkatan asupan karbohidrat itu perlu untuk membantu menambah berat badan. Namun, berapa jumlah idealnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 26 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit

Panduan Aman Makan Bakmi untuk Pengidap Diabetes

Punya penyakit diabetes sebenarnya boleh-boleh saja makan bakmi. Ikuti panduan aman makan bakmi untuk diabetesi agar gula darahnya tetap stabil.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Konten Bersponsor
makan bakmi
Diabetes, Health Centers 14 November 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ketagihan mie instan

Ketagihan Mie Instan? Ini 6 Trik Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
makan karbohidrat cepat lapar

Makan Banyak Karbohidrat Malah Bikin Anda Cepat Lapar, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 8 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
protein untuk penderita kanker

4 Manfaat Penting Protein bagi Penderita Kanker

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
protein rendah kalori

4 Sumber Protein Rendah Kalori yang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 24 April 2020 . Waktu baca 5 menit