Manfaat Probiotik untuk Kesehatan Otak

Oleh

Selama ini yang kita tahu manfaat probiotik adalah untuk kesehatan usus. Probiotik adalah bakteri baik yang dapat membantu melancarkan pencernaan, mengobati sindrom iritasi usus besar, mengobati diare, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk makan makanan yang mengandung probiotik. Probiotik ini bisa Anda dapatkan dari yogurt atau minuman dan makanan yang difermentasi dengan bakteri tertentu, seperti Lactobacillus dan Bifidobacteria. Tapi, lebih dari itu ternyata probiotik juga baik untuk kesehatan otak Anda. Loh, apa hubungannya?

Bagaimana usus dan otak terhubung?

Probiotik atau bakteri baik banyak hidup dalam usus. Probiotik ini bermanfaat untuk melancarkan saluran pencernaan Anda. Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa bakteri ini juga bermanfaat untuk otak dan kesehatan mental.

BACA JUGA: 7 Makanan Sumber Probiotik, Bakteri Baik untuk Kesehatan

Usus dan otak bisa terhubung secara fisik dan biokimia. Koneksi ini terhubung melalui sistem saraf pusat yang mengontrol semua aktivitas dalam tubuh. Otak juga terhubung dengan usus melalui mikroba yang terdapat dalam usus Anda. Bakteri dalam usus bahkan bertanggung jawab dalam membuat lebih dari 30 neurotransmiter. Molekul yang dihasilkan dari bakteri dalam usus dapat bertindak sebagai sinyal yang dapat terbaca oleh otak. Selain bakteri, mikroba lain yang juga terdapat dalam usus adalah ragi dan jamur.

Sebagian besar bakteri yang ada di usus Anda, bersentuhan langsung dengan sel-sel yang melapisi usus dan  dengan segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh Anda, seperti makanan, obat-obatan, dan mikroba dari luar. Setiap bakteri ini dapat menghasilkan senyawa yang berbeda, seperti asam lemak rantai pendek, neurotransmiter, dan asam amino. Sebagian besar zat ini kemudian dapat berdampak pada otak Anda. Selain itu, bakteri dalam usus juga dapat memengaruhi otak dan sistem saraf pusat dengan mengontrol peradangan dan produksi hormon.

Lactobacillus dan Bifidobacteria adalah dua kelompok bakteri yang umum ditemukan dalam usus Anda. Kelompok bakteri baik ini dapat bertindak sebagai antioksidan, yang mana dapat melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas. Bakteri baik juga melindungi otak dengan cara menjaganya dari kerusakan akibat sitokin (yang mengatur respon peradangan) dan lipopolisakarida (produk yang dihasilkan oleh bakteri jahat).

Apa saja manfaat probiotik untuk otak?

Berikut ini merupakan manfaat dari probiotik untuk otak:

1. Probiotik dapat mengurangi gejala stres, cemas, dan depresi

Stres, cemas, dan depresi dapat dihubungkan dengan berbagai penyakit serius. Terutama stres dan cemas berhubungan dengan kadar yang tinggi dari hormon stres, seperti hormon kortisol. Dengan rutin mengonsumsi probiotik, mungkin Anda dapat mencegah hal ini. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa konsumsi campuran tiga strain Lactobacillus dan Bifidobacteria (salah satu jenis probiotik) selama 8 minggu dapat mengurangi gejala depresi. Selain itu, probiotik juga dapat mengurangi peradangan.

Dirangkum dari berbagai penelitian, konsumsi probiotik pada orang sehat juga dapat mengurangi gejala kecemasan, gejala depresi, tekanan psikologis, dan stres akademik, seperti dikutip dari Authority Nutrition.

BACA JUGA: 6 Langkah Penting untuk Menjaga Kesehatan Otak

2. Beberapa probiotik dapat meningkatkan mood

Probiotik ternyata dapat meningkatkan mood pada orang yang sehat. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Leiden Institute of Brain and Cognition di Leiden University menunjukkan bahwa probiotik dapat membantu meningkatkan mood Anda. Ini merupakan cara yang baik dalam melawan rasa cemas atau depresi.  Pada penelitian ini, 20 partisipan dalam kondisi sehat diberikan probiotik bubuk setiap malam yang mengandung 8 jenis bakteri berbeda, seperti Bifidobacterium, Lactococcus, dan Lactobacillus selama 4 minggu, sedangkan 20 partisipan lainnya diberikan plasebo yang mereka pikir adalah probiotik.

Hasilnya adalah partisipan yang diberikan probiotik merasa memiliki suasana hati yang lebih baik, mereka lebih mampu mengatasi perasaan sedih yang mereka alami, sehingga mereka lebih jarang sedih apalagi depresi. Bahkan, penelitian ini juga membuktikan bahwa probiotik dapat membantu mengurangi pikiran negatif yang terkait dengan perasaan sedih.

Penelitian lain yang diterbitkan oleh European Journal of Clinical Nutrition tahun 2007 juga menunjukkan bahwa konsumsi minuman susu yang mengandung probiotik (Lactobacillus casei) selama tiga minggu dapat meningkatkan suasana hati seseorang yang memiliki mood paling rendah selama penelitian.

3. Probiotik memengaruhi aktivitas otak

Penelitian yang diterbitkan oleh Gastroenterology tahun 2013 menunjukkan bahwa mengonsumsi probiotik dapat memengaruhi bagian otak yang mengontrol emosi dan sensasi. Penelitian yang dilakukan oleh UCLA ini melibatkan partisipan wanita sehat selama empat minggu. Sebagian partisipan wanita tersebut diberikan yogurt yang berisi probiotik mengandung campuran strain dari Bifidobacteria, Streptococcus, Lactobacillus, dan Lactococcus, dan sebagian lainnya tidak diberikan yogurt yang mengandung probiotik. Hasilnya, wanita yang mengonsumsi yogurt probiotik mengalami penurunan aktivitas otak yang mengontrol emosi dan sensasi tubuh internal.

Penelitian ini juga membuktikan bahwa lingkungan bakteri dalam usus dapat memengaruhi aktivitas otak. Usus dan otak ternyata berhubungan. Otak dapat mengirim sinyal ke usus, begitu juga sebaliknya, sehingga saat Anda stres maka Anda bisa mengalami masalah pada pencernaan Anda.

BACA JUGA: Memahami Bagaimana Cara Otak Kita Bekerja

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca