Efek Negatif dan Positif Kopi pada Mood Seseorang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/12/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kopi merupakan salah satu jenis minuman yang paling banyak orang sukai, baik di pagi, siang, sore, sampai malam hari. Pagi hari setelah bangun tidur, orang sudah mencari kopi, agar lebih bersemangat dalam menjalani hari, katanya. Pada malam hari sebelum tidur pun, banyak orang juga mengonsumsi kopi, bisa untuk teman begadang atau hanya karena kebiasaan. Rupanya, kopi sudah menjadi bagian dari pola hidup.

Namun, terlalu banyak kopi ternyata tidak baik bagi kesehatan dan juga dapat mengubah suasana hati Anda. Alih-alih membuat Anda lebih bersemangat, kopi ternyata juga dapat membuat Anda berisiko mengalami kecemasan. Ya, ternyata kopi dapat berdampak baik dan buruk pada mood seseorang.

Efek kopi pada mood

Telah disebutkan di atas bahwa dampak kopi terhadap mood seseorang bisa menjadi baik maupun buruk. Walaupun kopi membawa manfaat bagi Anda, tetapi juga dapat membawa keburukan bagi kesehatan Anda.

Kopi dapat meningkatkan kewaspadaan

Karena dampak kopi terhadap kewaspadaan inilah, maka seseorang akan merasa lebih bersemangat setelah meminum kopi. Selain itu, kopi juga mempunyai efek “membangunkan” atau dapat mengurangi kelelahan. Tak heran bila kopi biasanya dicari oleh orang setelah bangun tidur dan pada malam hari saat ia ingin begadang. Hal ini tentu membantu Anda dalam mengerjakan tugas-tugas Anda. The Coffee Science Information Centre menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi kopi dengan dosis kafein 100-200 mg dapat meningkatkan kewaspadaan mental dan performa seseorang dalam bekerja.

Selain itu, juga terdapat bukti yang mengatakan bahwa konsumsi kopi dapat meningkatkan produksi dopamin di otak, yaitu neurotransmiter yang berhubungan dengan rasa senang. Oleh karena itu, beberapa dari Anda mungkin merasakan bahwa kopi dapat mengubah suasana hati Anda menjadi baik.

Kopi dapat meningkatkan kecemasan

Konsumsi kopi yang mengandung kafein lebih dari 300 mg per hari dapat berdampak buruk pada kecemasan Anda. Walaupun, pada beberapa orang juga terbukti bahwa kopi dapat menurunkan tingkat kecemasan. Efek kecemasan dari kopi dapat berbeda-beda antar individu tergantung dari sensitivitas individu terhadap kefein dalam kopi.

Kafein bekerja dengan cara merangsang sistem saraf pusat di otak. Kemudian otak melepaskan dopamin dan serotonin, serta hormon adrenalin dan norepinefrin. Hormon adrenalin dan norepinefrin dapat meningkatkan keberanian Anda pada situasi darurat, sedangkan jika Anda hanya duduk di kantor, maka pelepasan hormon ini tidak begitu berguna. Hormon ini kemudian dapat menyebabkan Anda mengalami kegelisahan, kecemasan, dan mudah marah.

Beberapa saat setelah Anda minum kopi, mungkin tingkat kewaspadaan Anda akan meningkat dan kemudian akan diikuti dengan suasana hati ini (kecemasan dan kegelisahan). Hal ini bisa terjadi pada beberapa orang. Semakin banyak kopi yang Anda minum, semakin besar peluang Anda untuk mengalami hal ini.

Kopi berhubungan dengan depresi

Beberapa penelitian menunjukkan kafein yang terkandung dalam kopi memberikan dampak positif terhadap depresi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat mencegah reseptor otak untuk merespon situasi stres. Artinya, para penggemar kopi atau yang memiliki kebiasaan mengonsumsi kafein tinggi setiap hari mungkin lebih sulit untuk mengalami depresi atau merasakan suasana hati yang buruk.

Konsumsi kopi dalam jangka panjang terbukti dapat melawan depresi. Sebuah penelitian jangka panjang yang diterbitkan oleh Archives of Internal Medicine menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi kopi berkafein sebanyak 2-3 cangkir per hari memiliki risiko 15% lebih kecil untuk mengalami depresi dibandingkan dengan wanita yang mengonsumsi 1 cangkir kopi atau kurang per hari. Sedangkan, wanita yang mengonsumsi kopi 4 cangkir atau lebih per harinya mempunyai risiko 20% lebih kecil untuk mengalami depresi.

Namun, terlalu banyak konsumsi kopi juga tidak baik bagi kesehatan. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa konsumsi kopi berlebihan dapat meningkatkan risiko mengalami depresi. Dikatakan berlebihan jika Anda mengonsumsi kopi lebih dari 4 cangkir per hari atau lebih dari 400 mg kafein per hari, menurut Mayo Clinic.

Konsumsi kopi lebih dari 4 cangkir per hari atau lebih dari 400 mg kafein per hari dapat menimbulkan dampak buruk, seperti insomnia, gugup, gelisah, mudah marah, masalah perut, detak jantung lebih cepat, dan tremor otot.

Berapa cangkir kopi yang masih aman bagi kesehatan?

Jadi, jika Anda penggemar kopi dan ingin menerima manfaat dari kopi ini, sebaiknya batasi konsumsi kopi Anda, jangan terlalu berlebihan. Konsumsi 3 cangkir kopi per hari pada waktu pagi, siang, dan sore hari rasanya sudah lebih dari cukup. Ingat, jangan mengonsumsi kopi mendekati waktu tidur Anda karena ini dapat mengakibatkan Anda mengalami masalah tidur. Jika Anda sedang mengalami gangguan kecemasan, sebaiknya hindari konsumsi kopi karena kopi dapat meningkatkan kecemasan dan dapat mengganggu tidur Anda.

 

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

    Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

    Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

    Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 05/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit
    Berpikir negatif demensia

    Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    psikoterapi

    Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    sumber stres dalam pernikahan

    6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit