Hati-hati, Diet Menurunkan Berat Badan Bisa Sebabkan Batu Empedu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/01/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang ingin menurunkan berat badan dengan cepat. Segala macam diet mereka lakukan untuk mencapai bentuk tubuh yang diinginkan. Bahkan sampai menyiksa dirinya sendiri dengan menghindari makanan. Hal ini mungkin bisa membantu menurunkan berat badan Anda dengan cepat, tetapi hati-hati, diet seperti ini mungkin bisa menjadi penyebab batu empedu.

Apa itu batu empedu?

Batu empedu merupakan gumpalan material atau kristal padat yang terbentuk dalam kandung empedu. Kantung empedu (organ yang ada di bawah hati) sendiri berfungsi untuk membantu tubuh mencerna lemak dengan cara menyimpan dan melepaskan empedu ke usus kecil. Empedu juga dapat membantu menghilangkan kolesterol dalam tubuh.

Batu empedu bisa terdiri dari campuran senyawa, tetapi sebagian besar bisa terbentuk dari kolesterol. Terdapat beberapa kondisi yang memungkinkan batu empedu terbentuk, yaitu:

  • Hati terlalu banyak melepaskan kolesterol dan empedu tidak menyediakan cukup garam empedu untuk melarutkan kolesterol, sehingga empedu menjadi jenuh
  • Terjadi ketidakseimbangan protein atau zat lain dalam empedu, sehingga menyebabkan kolesterol mulai mengkristal
  • Kandung empedu tidak cukup melakukan kontraksi untuk mengosongkan empedu secara teratur

Batu empedu lebih sering terjadi pada wanita dan orang dewasa di atas usia 40 tahun. Wanita menjadi kelompok yang lebih mungkin terkena batu empedu karena hormon estrogen yang dimiliki wanita dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam empedu, dan menurunkan kontraksi kandung empedu untuk mengosongkan empedu.

Diet penurunan berat badan bisa jadi penyebab batu empedu

Penurunan berat badan dianjurkan bagi Anda yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Penurunan berat badan sampai mencapai berat badan normal terbukti dapat menurunkan banyak risiko penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, termasuk juga dapat mencegah batu empedu.

Ya, obesitas merupakan salah satu faktor risiko batu empedu. Hal ini disebabkan karena orang obesitas memproduksi kadar kolesterol yang tinggi. Akibatnya, empedu tidak mampu membantu tubuh mencerna semua kolesterol dan batu empedu akan terbentuk.

Namun, penurunan berat badan harus dilakukan dengan baik. Jangan sampai malah mengakibatkan Anda berisiko terkena penyakit lain. Satu hal yang perlu Anda tahu adalah cara diet yang salah dapat jadi penyebab batu empedu terbentuk. Orang yang mengalami penurunan berat badan lebih dari 1,4 kg per minggu mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk menderita batu empedu daripada orang yang menurunkan berat badan lebih lambat.

Hal ini mungkin terjadi karena diet bisa menyebabkan perubahan keseimbangan garam empedu dan kolesterol dalam kandung empedu. Kadar kolesterol meningkat, sedangkan garam empedu menurun. Tubuh yang memecah lemak selama diet ketat menyebabkan hati melepaskan kolesterol dalam jumlah banyak ke empedu, sehingga empedu menjadi jenuh. Selain itu, sering melewatkan makan atau tidak makan dalam waktu yang lama dapat menurunkan kontraksi kandung empedu untuk mengosongkan empedu. Akibatnya, batu empedu bisa terbentuk.

Penyebab batu empedu terbentuk pada orang dengan diet ketat atau sangat rendah kalori biasanya tidak menunjukkan gejala apapun. Hal inilah yang harus diwaspadai, karena jika batu empedu terus membesar, mungkin diperlukan operasi pengangkatan batu empedu untuk menghilangkannya.

Lalu, bagaimana cara menjalankan diet yang aman?

Jika Anda ingin menurunkan berat badan dengan aman, sebaiknya lakukan dengan perlahan. Penurunan berat badan 0,5-1 kg per minggu sangat disarankan. Sebaiknya juga tidak membatasi asupan kalori Anda secara berlebihan. Melakukan diet sangat rendah kalori atau membatasi asupan hanya 800 kalori per hari menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi untuk menderita batu empedu.

Dalam menjalankan diet, Anda bisa memilih makanan sehat sebagai upaya dalam penurunan berat badan. Makanan yang direkomendasikan dalam menjalankan diet penurunaan berat badan adalah:

  • Banyak konsumsi makanan berserat, seperti nasi merah, gandum utuh, roti gandum
  • Kurangi konsumsi biji-bijian yang sudah banyak melewati pengolahan (refined grain)
  • Kurangi konsumsi gula
  • Pilih konsumsi lemak sehat, seperti yang ada pada alpukat, ikan berlemak, minyak ikan, dan minyak zaitun
  • Kurangi konsumsi lemak jahat, seperti yang ditemukan dalam makanan yang digoreng

Selain menjaga pola makan, Anda juga harus melakukan olahraga teratur agar tercapai keseimbangan energi yang masuk dan energi yang keluar dari tubuh. Untuk menurunkan dan menjaga berat badan, Anda disarankan untuk melakukan olahraga selama 300 menit dalam satu minggu.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

    Diet eliminasi akan membantu Anda untuk menemukan beberapa jenis makanan yang memperburuk kondisi tubuh Anda. Seperti apa dietnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Alergi, Health Centers 05/07/2020 . Waktu baca 5 menit

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

    Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

    Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    berat badan turun bukan berarti lemak berkurang

    Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
    makan tidak teratur

    6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 4 menit
    lemak paha sulit dihilangkan

    Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    makanan sehat untuk orang sibuk

    13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22/07/2020 . Waktu baca 12 menit