Penyebab Tubuh Mengalami Asidosis, Ketika Cairan Tubuh Terlalu Asam

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Asidosis terjadi ketika keseimbangan kimiawi dari asam dan basa tubuh mengalami ketidakseimbangan. Asidosis merupakan suatu kondisi di mana cairan tubuh terlalu asam akibat penyimpanan dan produksi asam terlalu banyak atau tidak memiliki cairan dengan kadar basa yang cukup untuk menyeimbangkan asam. Sebagian besar kasus asidosis tidak berbahaya namun dalam beberapa kasus dapat membahayakan nyawa seseorang.

Jenis asidosis berdasarkan penyebabnya

Organ ginjal dan paru-paru berperan dalam menjaga keseimbangan asam dan basa pada tubuh. Gangguan pada kedua organ tersebut dapat menimbulkan dua jenis kondisi asidosis (cairan tubuh terlalu asam), di antaranya:

1. Asidosis Respiratori

Atau dikenal juga dengan nama asidosis hipercapnic atau asidosis karbon dioksida, merupakan kondisi asidosis yang terjadi ketika terlalu banyak gas karbon dioksida (CO2) karena tubuh tidak dapat mengeluarkan gas tersebut melalui proses pernapasan. Jenis asidosis dipicu oleh beberapa hal, di antaranya:

  • Gangguan saluran pernapasan kronis
  • Luka atau cedera di area dada
  • Obesitas yang memicu kesulitan bernapas
  • Penyalahgunaan obat sedatif
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Otot pada area dada yang terlalu lemah
  • Gangguan pada sistem saraf
  • Cacat pada bagian dada

2. Asidosis metabolik

Merupakan jenis asidosis yang bermula dari gangguan pada ginjal. Hal ini terjadi di saat ginjal tidak dapat mengeluarkan cairan asam yang cukup atau terlalu banyak mengeluarkan cairan basa. Secara lebih spesifik asidosis metabolik dapat dibedakan menjadi beberapa jenis:

  • Asidosis diabetik – terjadi ketika kondisi diabetes tidak terkendali dimana kurangnya hormon insulin menyebabkan konsentrasi senyawa keton meningkat dan cenderung menumpuk dan membuat tubuh menjadi lebih asam.
  • Asidosis hyperchloremic – disebabkan oleh hilangnya natrium bikarbonat, suatu senyawa yang menjaga pH darah tetap normal. Suatu gejala diare dan muntah-muntah dapat menyebabkan jenis asidosis ini.
  • Asidosis laktat – terjadi ketika terlalu banyak asam laktat pada tubuh. Hal ini dipicu oleh konsumsi alkohol terlalu banyak, gagal jantung, kanker, kejang-kejang, kegagalan fungsi hati, kekurangan oksigen dalam waktu yang lama dan hipoglikemia. Kondisi ini juga dapat terjadi ketika seseorang berolahraga terlalu lama.
  • Asidosis renal tubular – terjadi ketika ginjal tidak dapat membuang asam melalui urin dan mengakibatkan darah menjadi terlalu asam.

Faktor risiko asidosis (cairan tubuh terlalu asam)

Beberapa faktor yang dapat berkontribusi meningkatkan risiko mengalami asidosis diantaranya:

  • Konsumsi tinggi lemak dan terlalu sedikit konsumsi karbohidrat
  • Mengalami penyakit gagal ginjal
  • Mengalami obesitas
  • Mengalami dehidrasi
  • Mengalami keracunan senyawa alkohol methanol dan aspirin
  • Mengalami diabetes

Gejala asidosis

Asidosis respiratori memicu beberapa gejala diantaranya:

  • Mudah merasa lelah dan mudah mengantuk
  • Sering merasa kebingungan
  • Kesulitan bernapas
  • Sering mengalami sakit kepala

Sedangkan asidosis metabolik menimbulkan gejala:

  • Jantung berdebar-debar
  • Sakit kepala
  • Nafas pendek dan cepat
  • Penurunan nafsu makan
  • Mudah lelah dan mengantuk
  • Nafas beraroma buah-buahan, merupakan gejala khas asidosis diabetik

Komplikasi yang dapat dipicu oleh asidosis

Tanpa penanganan yang tepat, kondisi asidosis -di mana cairan tubuh terlalu asam- dapat terjadi dalam waktu yang lama dan dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti batu ginjal, gangguan ginjal kronis, gagal ginjal, gangguan kesehatan tulang, dan keterlambatan pertumbuhan.

Bagaimana asidosis didiagnosis?

Asidosis dapat didiagnosis oleh dokter melalui beberapa pemeriksaan darah seperti:

  • Pemeriksaan gas pada pembuluh darah arterial untuk mengetahui jumlah oksigen dan karbon dioksida.
  • Pemeriksaan pH darah.
  • Pemeriksaan fungsi ginjal dan keseimbangan pH.
  • Pemeriksaan kadar kalsium, protein, kadar gula darah dan tingkat elektrolit.

Pencegahan dan penanggulangan

Pencegahan utama dari kondisi asidosis adalah menjaga kesehatan organ paru dan ginjal, dengan cara:

  • Kurangi konsumsi alkohol.
  • Gunakan obat sedatif sesuai aturan.
  • Hindari perilaku merokok.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Cukupi kebutuhan cairan.
  • Kontrol teratur diabetes Anda, bila Anda memiliki diabetes.

Pengobatan asidosis dapat bergantung gangguan spesifik yang menyebabkan kenaikan pH pada tubuh. Asidosis respiratori diatasi dengan cara mengembalikan fungsi paru-paru dengan pemberian obat atau terapi oksigen dengan menggunakan alat continuous positive airway pressure (CPAP) jika saluran pernapasan mengalami obstruksi atau kelemahan otot. Sedangkan penanganan asidosis metabolik berbeda-beda tergantung penyebabnya. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Hidup Sehat dengan Satu Ginjal

Ada beberapa orang yang hanya memiliki satu ginjal karena alasan tertentu. Lalu bagaimana caranya menjaga kualitas hidup dengan satu ginjal saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Salah satu diet yang dipercaya mampu menurunkan berat badan dengan aman dan sehat adalah diet tinggi serat. Seperti apa aturannya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Untuk Apa Cuci Darah, dan Siapa yang Harus Rutin Cuci Darah?

Mendengar istilah cuci darah dapat membuat bulu kuduk merinding. Tapi satu hal yang pasti, prosedur medis ini bertujuan untuk menyelamatkan nyawa.

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Anuria (Kencing Tidak Keluar): Penyebab, Pengobatan, dll.

Anuria adalah kondisi di mana air kencing atau urine tidak bisa keluar. Umumnya, penyebab anuria itu gangguan ginjal. Apakah kondisi ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 27 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

uji kreatinin

Apa Itu Pemeriksaan Kreatinin dan Bagaimana Prosedurnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit
beras merah lebih sehat

Ini Alasannya Kenapa Nasi Merah Jauh Lebih Sehat dari Nasi Putih

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hemiplegia adalah

Anda Sering Jatuh? Ini Kondisi Medis yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit
syarat-donor-ginjal

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit