Seberapa Efektif Terapi Pompa Perut untuk Mengurangi Berat Badan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sejak tahun 2016 silam, FDA selaku badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat yang setara dengan BPOM RI mulai mengizinkan penggunaan pompa perut sebagai terapi alternatif menurunkan berat badan. Terapi ini mengklaim dapat memangkas berat badan hingga belasan kilogram dalam setahun tanpa perlu diet. 

Apakah pompa perut efektif menurunkan berat badan?

Terapi pompa perut adalah cara menurunkan berat badan tanpa operasi. Prosedur ini diawali dengan membuat beberapa sayatan kecil di kulit perut untuk memasukkan selang silikon karet dengan bantuan endoskopi.

Setelah selang tersebut masuk, dokter akan menempelkan alat berupa cakram (skiport) pada kulit sekitar sayatan perut. Dokter kemudian akan mulai menyedot dan memompa isi perut Anda keluar dari lambung untuk kemudian dibuang.

Proses pengosongan isi perut ini memakan waktu sekitar 5-10 menit dan harus dilakukan 30 menit setelah makan terakhir dan di ruangan pribadi, seperti kamar mandi misalnya. 

Selama menjalani terapi, pola makan, kebiasaan, kesehatan tubuh, dan gaya hidup Anda akan terus dipantau terus oleh dokter sampai mendapatkan penurunan badan yang diinginkan. Setelah angka berat badan impian berhasil dicapai, pompa perut akan dilepas atau dikeluarkan dari dalam perut.

Pompa perut akan langsung mengeluarkan isi lambung Anda sebelum dicerna, sehingga nantinya tubuh tidak akan menyerap kalori tersebut. Alhasil, Anda akan mengalami defisit atau kekurangan kalori dalam tubuh yang dapat membantu Anda menurunkan berat badan. 

Namun, tidak semua orang  boleh pakai pompa perut

Tidak semua orang bisa pakai pompa perut untuk menurunkan berat badan. Terapi ini hanya boleh digunakan untuk pasien dengan indeks massa tubuh (BMI) 35 hingga 55.  Ini adalah kategori orang dengan obesitas kelas II hingga kelas III dan yang memiliki risiko penyakit tinggi hingga parah. 

Selain itu, ada beberapa orang yang tidak dapat menggunakan alat ini. Berikut kriterianya:

  • Pasien dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol
  • Pasien yang mengalami kesulitan menelan atau mencerna makanan
  • Pasien yang telah menjalani pengobatan radiasi ke dada atau dada
  • Pasien yang sakit tukak lambung persisten
  • Penderita penyakit paru-paru atau jantung
  • Pasien dengan kelainan makan, termasuk bulimia atau gangguan makan berlebihan

Adakah efek sampingnya?

Anda mungkin mengalami efek samping tertentu jika Anda menggunakan alat pompa ini untuk menurunkan berat badan. Menurut FDA, prosedur endoskopi untuk memasang pompa di perut ini bisa menyebabkan perut nyeri, kembung, gangguan pencernaan, perdarahan, infeksi, muntah, atau masalah pernapasan terkait sedasi.

Namun beberapa ahli kesehatan banyak berkomentar tidak setuju dengan terapi menurunkan berat badan pakai pompa perut. Pasalnya, mereka menganggap bahwa cara ini dapat menimbulkan gaya hidup yang kurang sehat, termasuk gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia. 

Ingat, tidak semua orang obesitas boleh pakai cara ini. Sampai saat ini penggunaan alat pompa perut hanya digunakan pada orang yang punya risiko kesehatan tertentu bila tidak segera menurunkan berat badannya. Bagi orang obesitas yang diperiksa masih bisa turun berat badan secara alami, dokter akan menganjurkan olahraga dan diet makan makanan bergizi. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Tahukah Anda bahwa lemak paha adalah lemak yang sulit dihilangkan dibandingkan dengan lemak yang ada di bagian tubuh lain? Lalu apa penyebabnya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Pria kadang suka "keluar" duluan. Adakah cara agar seks menjadi lebih lama? Yuk simak berbagai cara tahan lama pria saat berhubungan seks di bawah ini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Tidur Sebaiknya Pakai Bra atau Tidak?

Yang jelas, kabar bahwa tidur pakai bra bisa menyebabkan kanker payudara, itu sama sekali tidak benar. Tapi, apakah ini berarti kita boleh tidur pakai bra?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Minum obat terus minum madu? Boleh atau tidak? Baiknya Anda simak penjelasan di sini mengenai bahaya dan anjuran saat minum madu.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat, Fakta Unik 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat ginseng buat pria

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit
pijat prostat

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit
nafsu seks

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
mengatasi rambut kering

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit