Apa Benar Suplemen Glukomanan Dapat Menurunkan Berat Badan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Glukomanan digadang-gadang dapat menjadi suplemen penurun berat badan jika diminum rutin. Glukomanan juga dipercaya aman untuk dikonsumsi karena terbuat dari bahan alami. Benarkah demikian?

Apa itu glukomanan?

Glukomanan adalah zat yang diekstrak dari akar tanaman konjac (Amorphophallus konjac) yang banyak berasal dari Asia. Tanaman konjac ini sudah lama digunakan dalam bahan makanan di Jepang serta pengobatan Cina tradisional untuk mengatasi berbagai masalah, termasuk diare. 

Namun sekarang, glukomanan dijual sebagai suplemen makanan yang dapat membantu menurunkan berat badan. 

Glukomanan merupakan zat yang mengandung banyak serat larut. Serat larut ini adalah jenis serat yang menarik air dari dalam tubuh serta dapat membantu melunakkan feses.

Glukomanan dipercaya dapat menurunkan berat badan karena ia mengandung serat larut. Serat larut ini bekerja menurunkan berat badan dengan beberapa manfaat berikut:

  • Serat larut glukomanan mengandung rendah kalori
  • Serat larut glukomanan dapat membuat Anda kenyang lebih lama karena menunda pengosongan lambung
  • Serat larut dalam glukomanan dapat mengurangi penyerapan protein dan lemak dari dalam tubuh

Penelitian tentang glukomanan  

Ada penelitian yang mengaitkan manfaat suplemen glukomanan untuk menurunkan berat. 

Pertama, penelitian tahun 2013 dari Rush University mengatakan bahwa minum dosis glukomanan 4 gram sehari selama 8 minggu tidak menurunkan berat badan apapun. Pada penelitian ini, glukomanan juga tidak mengubah bentuk tubuh, memengaruhi rasa lapar, serta kadar kolesterol atau gula darah. 

Lalu menurut sebuah penelitian dari jurnal Alternative Therapies in Health and Medicine, mengatakan hal yang sedikit berbeda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa suplemen glukomanan yang dikonsumsi 2 hingga 4 gram sehari dapat menurunkan berat badan orang dewasa obesitas. 

Ini disebabkan karena glukomanan yang mengandung ekstrak konjac menyebabkan rasa kenyang setelah konsumsi makanan tertentu.

Jadi, bolehkah menurunkan berat badan pakai suplemen glukomanan  ?

Sampai saat ini belum ditemukan anjuran medis pasti menurunkan berat badan pakai suplemen yang diekstrak dari tanaman konjac ini. Bahkan, menurut dua penelitian yang dirangkum di atas, keberhasilannya masih diragukan. 

Penelitian yang menyatakan glukomanan berhasil menurunkan berat badan hanya diuji pada orang obesitas. Ditambah, mereka harus makan makanan tertentu yang diatur oleh dokter selama penelitian berlangsung. 

Satu-satunya jalan untuk menurunkan berat badan yang hasilnya terlihat nyata adalah dengan mengubah pola makan dan gaya hidup. Mengonsumsi makanan rendah lemak, kaya vitamin, serat, dan protein terbukti efektif membantu menurunkan berat badan dalam jangka panjang. Selain itu, olahraga rutin setiap hari tidak kalah penting dalam rangka menurunkan berat badan. 

Sembari mengatur pola makan dan olahraga rutin, Anda boleh konsultasi ke dokter untuk konsumsi suplemen glukomanan. Minta anjuran atau rekomendasi dokter, merk, dan dosis mana yang aman dikonsumsi untuk kondisi Anda.

Glukomanan umumnya aman untuk dikonsumsi apabila dengan resep dokter. Namun, tidak dipungkiri juga bahwa suplemen glukomanan memiliki efek samping.  Beberapa orang mungkin mengalami efek samping ringan, seperti kembung atau diare, namun jarang terjadi. Glukomanan juga dapat membuat tubuh jadi sulit menyerap obat diabetes, misalnya seperti sulfonilurea

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit
obat cacing kremi

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit