Waspada, Bahaya Mengonsumsi Daging ‘Ayam Suntik’

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/03/2020
Bagikan sekarang

Mungkin Anda sering mendengar bahwa ayam negeri yang ada di pasaran banyak yang telah disuntik hormon untuk membuatnya semakin besar. Namun tahukah Anda jika makan daging ayam yang telah disuntik hormon sebelumnya dapat berbahaya bagi kesehatan?

Kenapa produsen menyuntikkan hormon pada ayam??

Hormon adalah suatu zat kimia yang alami diproduksi oleh tubuh manusia, bahkan hewan pun memproduksinya. Hormon dikeluarkan atau diproduksi oleh tubuh untuk membantu tubuh mengatur dan mengontrol berbagai fungsi tubuh, seperti pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi. Tidak hanya pada manusia, hormon juga dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan secara cepat pada hewan. Tidak hanya ukuran dari hewan ternak yang dapat membesar dengan cepat, hewan  seperti sapi, kambing, domba, dan ayam yang disuntik hormon menghasilkan susu lebih banyak pada sapi, dan telur pada ayam.

Hal ini tentu saja dapat menguntungkan pihak produsen atau peternak karena tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk dapat dapat melakukan ‘panen’ dan dapat mengurangi biaya ternak. Namun di sisi lain, konsumen malah dirugikan akibat pemakaian hormon dan antibiotik tersebut. Hormon pada sumber bahan makanan seperti, daging ayam, sapi, dan sebagainya menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Hormon yang sering disuntikkan ke ayam atau sapi adalah hormon steroid, berupa estrogen, progesteron, dan testoteron. Pada manusia, hormon tersebut merupakan hormon yang mengatur dan berhubungan dengan sistem reproduksi. Oleh karena itu, memakan daging atau sumber bahan makanan yang mengandung hormon dapat mengganggu kesehatan, khususnya kesehatan reproduksi.

Efek dari memakan daging ayam suntik hormon

1. Mempercepat pubertas pada anak perempuan

Belakangan ini banyak anak perempuan yang mengalami pubertas dini. Dulu, diperkirakan anak perempuan akan mengalami menstruasi pertamanya mulai dari umur 12 tahun. Namun sekarang ini, anak perempuan yang berusia 8 tahun saja sudah mengalami menstruasi. Hal tersebut memang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor diet. Sering mengonsumsi sumber bahan makanan yang mengandung hormon steroid dapat menyebabkan hal tersebut. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Cornell University, anak yang sering mengonsumsi daging ayam atau sapi yang sebelumnya disuntik hormon, memiliki peluang mengalami menstruasi dini lebih tinggi.

Penelitian lain yang dilakukan di University of Brighton melibatkan sebanyak 3000 remaja perempuan dan menemukan bahwa sebanyak 49% dari respondennya mengonsumsi daging ayam negeri setidaknya 12 porsi dalam satu minggu. Diketahui juga bahwa mereka sudah mengalami menstruasi sejak usia 7 tahun. Sedangkan sebanyak 35% remaja perempuan yang mengonsumsi daging ayam negeri kurang dari 4 porsi dalam satu minggu, mengalami menstruasi pertamanya pada usia 12 tahun. Hal ini disebabkan oleh hormon estrogen yang sering digunakan untuk membuat ayam ternak lebih cepat tumbuh dan besar dalam waktu yang cepat. Hormon estrogen sendiri, berfungsi untuk mengatur siklus menstruasi pada perempuan.

2. Meningkatkan risiko terkena kanker payudara

Hormon yang terdapat pada bahan makanan juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada perempuan. Kanker payudara salah satunya terjadi akibat tidak seimbangnya hormon yang ada di dalam tubuh. Ketika mengonsumsi daging ayam atau daging sapi yang sudah disuntikkan hormon sebelumnya, ini akan semakin membuat kadar hormon dalam tubuh abnormal atau tidak normal. Hal ini kemudian akan meningkatkan risiko perempuan terkena kanker payudara.

3. Meningkatkan risiko kanker prostat pada pria

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Institute for Molecular Bioscience, University of Queensland menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi makanan yang mengandung hormon dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat. Sebaliknya, peningkatan konsumsi sumber bahan makanan yang sebelumnya telah disuntikkan hormon, meningkatkan risiko terkena kanker prostat.

Bagaimana cara memilih daging ayam yang sehat?

Sebenarnya, Food and Drug Administratition (FDA) telah memberikan izin pemakaian hormon steroid untuk digunakan pada hewan ternak, namun tidak disarankan untuk digunakan pada unggas. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melarang menjual daging ayam yang sebelumnya telah disuntikkan hormon karena dapat berbahaya bagi tubuh. Meskipun begitu, tubuh Anda masih membutuhkan protein dari sumber makanan hewani seperti daging ayam. Hanya saja Anda perlu waspada dan memilih dengan baik bahan  makanan yang akan dikonsumsi. Lalu bagaimana cara memilih daging ayam yang baik dan sehat?

  • Belilah ayam di pasar atau toko daging yang resmi dan terjaga kebersihannya.
  • Pilihlah warna daging yang berwarna cerah, terlihat segar, tidak berwarna gelap atau kebiruan, tidak berbau busuk dan berlendir, serta terlihat lembap.
  • Jika daging ayam dalam kemasan, maka pilihlah kemasan yang utuh, bersih, dan berlabel. Pastikan kemasan tidak rusak dan tidak kedaluwarsa.
  • Sebaiknya membeli daging yang disimpan di dalam lemari pendingin atau freezer, untuk menghindari bakteri yang tumbuh pada ayam tersebut.

BACA JUGA

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

    Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

    3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

    Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Monika Nanda
    Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

    7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

    Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

    Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

    Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    resep membuat bakwan

    4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

    Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

    Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    diagnosis hiv

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020