Benarkah Manusia Hanya Menggunakan 10% Kemampuan Otaknya? Ini Kata Para Ahli

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 31 Januari 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Otak adalah salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia. Bisa dibilang, otak adalah mesin penggerak tubuh karena otak bertanggung jawab dalam berbagai fungsi yang kompleks. Mulai dari emosi, gerak-gerik tubuh, pemikiran, penyimpanan memori, perilaku, hingga kesadaran Anda semua diatur oleh otak. Anda mungkin pernah mendengar ungkapan bahwa manusia hanya menggunakan sekitar 10% kemampuan otaknya.

Katanya lagi, jika manusia benar-benar bisa memanfaatkan kapasitas otak hingga batas paling maksimalnya, ini akan membuka potensi untuk mengembangkan banyak kekuatan super — seperti membaca pikiran dan mengendalikannya, misalnya. Benarkah kita hanya menggunakan sebagian kecil dari fungsi otak sepenuhnya?

Benarkah manusia hanya menggunakan sedikit saja dari potensi fungsi otak secara keseluruhan?

Hingga saat ini, para ilmuwan masih belum mengetahui keseluruhan fungsi otak manusia. Terbatasnya pengetahuan manusia seputar satu organ vital inilah yang kemudian mendasari gagasan bahwa selama hidupnya manusia hanya menggunakan sekitar 10% dari kapasitas kemampuan otak yang paling maksimal. Jadi, 90 persen sisanya mubazir tidak digunakan, dong?

Eits tunggu dulu. Banyak ilmuwan dan pakar kesehatan yang telah menyanggah mitos usang ini. Dilansir dari Scientific American, Dr. Barry Gordon, seorang profesor neurologi di School of Medicine dan profesor sains kognitif di Krieger School of Arts and Sciences, adalah salah satu ilmuwan yang tidak setuju dengan anggapan di atas.

Gordon menegaskan bahwa manusia benar-benar menggunakan setiap bagian otaknya secara aktif setiap waktu. Ini artinya, Anda tidak hanya menggunakan 10%-nya saja, namun seluruh fungsi otak Anda selalu aktif dalam kapasitas paling maksimalnya.

Lanjut Gordon, asal muasal mitos “manusia hanya menggunakan 10% kapasitas otaknya” mungkin berakar dari aspek kekurangan diri setiap manusia yang merasa belum benar-benar memanfaatkan seluruh kemampuan otaknya secara maksimal.

otak manusia

Bagian otak tertentu mungkin lebih aktif pada saat-saat tertentu

Pada beberapa kesempatan, bagian otak tertentu mungkin memang akan bekerja lebih keras daripada lainnya. Misalnya pada kebanyakan orang yang dominan otak kiri mungkin memiliki kemampuan kognitif (berpikir, menghitung, berbahasa) yang lebih terasah, sementara dominasi otak kanan biasanya ditunjukkan oleh orang-orang yang lebih artistik karena berhubungan dengan pengenalan emosi, wajah, dan musik.

Namun, ini tidak berarti bahwa 90% sisanya tidak berguna. Ini juga tidak berarti pada orang yang otak kanannya lebih dominan, lantas otak kirinya tidak bekerja sama sekali (dan begitu pula sebaliknya). Ada beberapa bagian otak yang fungsinya memang difokuskan pada hal-hal seperti pengenalan bentuk, kesadaran, pemikiran abstrak, menjaga keseimbangan tubuh, dan masih banyak lagi. Semua fungsi otak ini tetap aktif selama Anda hidup di dunia, namun mungkin intensitas kekuatannya yang berbeda-beda pada setiap orang.

Seorang ahli saraf di Mayo Clinic bernama John Henley pun menyetujui pendapat Gordon. Lewat bukti gambar scan MRI otak, Henley menemukan bahwa fungsi otak yang mengatur kerja otot tubuh tetap terus-terusan aktif selama 24 jam penuh, bahkan selama tidur. Selama tidur pun, area otak tertentu (misalnya korteks frontal yang mengendalikan kesadaran, juga daerah somatosensori yang membantu merasakan lingkungan sekitar) juga tetap aktif.

Setiap bagian otak terhubung satu sama lain

Meski otak terbagi menjadi beberapa bagian, setiap areanya selalu terlibat dalam komunikasi yang konstan antar satu sama lain. Keselarasan komunikasi antar setiap bagian otak inilah yang memungkinkan Anda merasakan kehidupan seperti sekarang, dapat melakukan segala fungsi tubuh secara bersamaan.

Misalnya begini: ketika tersandung batu, area lobus frontal pada otak tengah akan membuat keputusan untuk cepat-cepat mencari pegangan sementara bagian otak kecil (serebelum) yang bertanggung jawab atas koordinasi gerak tubuh dan keseimbangan akan mengirim pesan untuk tangan cepat-cepat meraih pegangan dan kaki cepat-cepat memijak tanah. Di saat yang bersamaan pula, bagian batang otak dan otak tengah bekerja sama untuk mengatur sistem pernapasan dan detak jantung Anda.

Komunikasi antar setiap bagian otak ini terjadi dengan bantuan sekelompok serabut saraf yang terdiri lebih dari 100 miliar sel saraf. Serabut saraf ini memungkinkan Anda untuk memproses dan berbagi data secara efisien antara berbagai bagian otak.

Penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Neuron menyatakan bahwa otak akan lebih efisien untuk melakukan tugas tertentu jika terdapat satu area yang hanya dikhususkan untuk fungsi tersebut.

Hal ini juga mempermudah otak untuk multitasking, alias mengerjakan beberapa tugas secara bersamaan dalam satu waktu. Misalnya satu bagian otak berperan untuk berbicara, lalu bagian lain berperan dalam mengenali wajah, tempat, benda, dan menjaga keseimbangan kita.

Namun, fungsi otak bisa menurun

Meski seluruh fungsi otak sebenarnya berjalan aktif dalam kapasitas maksimalnya (dan bisa terus ditingkatkan), tapi kinerja otak juga bisa menurun.

Penurunan fungsi otak pada umumnya dipengaruhi oleh penuaan alamiah dan juga bisa dipercepat dengan gaya hidup buruk. Misalnya dengan mengonsumsi alkohol, merokok, asupan makanan berlemak, dan kebiasaan hidup serba mager. Terlebih, penurunan fungsi otak juga dikaitkan dengan penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan demensia yang bisa semakin menumpulkan kemampuan otak Anda.

Maka jika ingin memastikan seluruh fungsi otak Anda berjalan optimal, dukung dengan pola hidup sehat. Biasakan juga untuk terus melatih otak dengan “olahraga otak sederhana“, misalnya mengisi TTS, bermain puzzle, hingga bermain sudoku.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Semakin Tua Seseorang, Kemampuan Imajinasinya Akan Semakin Berkurang

Seiring dengan bertambahnya usia, fungsi otak pun menurun. Salah satu yang terkena dampaknya adalah kemampuan imajinasi yang berkurang saat tua.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 31 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Studi menunjukkan manfaat makan buah rutin bisa untuk menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Namun, benarkah demikian? Yuk, ulas lebih dalam di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Saraf, Health Centers 27 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Diet Rendah Karbohidrat Bisa Memperlambat Penuaan pada Otak

Selain mengontrol kadar gula darah, ternyata diet rendah karbohidrat juga dapat bantu mencegah penuaan dini pada otak. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Tips Sehat 16 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Saat lapar, rasanya hanya ingin marah sampai Anda mendapat yang Anda mau. Tapi, kok bisa begitu, ya? Kenapa kita mudah marah saat kelaparan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 10 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
diabetes insipidus adalah

Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 12 menit
manfaat virgin coconut oil minyak kelapa dara; virgin coconut oil

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 4 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
pasien koma masih sadar atau tidak

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit