Mata Kering

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 November 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu mata kering?

Mata kering, atau yang disebut juga dengan sindrom mata kering, adalah kondisi ketika mata Anda tidak dapat menghasilkan air mata seperti seharusnya, atau saat air mata tidak bekerja dengan baik untuk melumasi mata.

Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman. Dalam beberapa kasus, mata kering juga dapat memengaruhi kualitas penglihatan.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala mata kering?

Ketika tidak ada air mata yang cukup, atau air mata tidak bisa melumasi mata dengan baik, Anda bisa mengalami gejala-gejala berikut:

  • Mata terasa perih
  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya
  • Sensasi kesat atau berpasir di dalam mata
  • Sensasi panas, menyengat, atau gatal di dalam mata
  • Ada rasa mengganjal di dalam mata
  • Mata memerah
  • Penglihatan kabur
  • Mata lelah dan berair
  • Lendir di dalam atau di sekitar mata

Jika tidak diobati, kondisi ini akan menyebabkan peradangan, nyeri, bisul, atau bekas luka di kornea. Pada kasus tertentu, mata kering menyebabkan kehilangan penglihatan sebagian. Namun, kehilangan penglihatan total sebagai akibat dari mata yang mengering adalah hal yang sangat langka.

Munculnya air mata “palsu”

Dalam beberapa kasus, penderita mata kering akan mengalami produksi air mata berlebih yang turun mengalir di pipi. Hal ini terjadi ketika mata tidak memiliki kelembapan yang cukup, sehingga mata mengirim sinyal darurat melalui sistem saraf untuk meminta lebih banyak pelumas.

Sistem saraf mata kemudian menanggapi permintaan darurat ini dengan membanjiri mata dengan air mata untuk mengatasi kekeringan. Akan tetapi, air mata darurat ini terbuat hanya dari air dan tidak memiliki kualitas pelicin atau komposisi air mata normal. Air mata palsu ini bisa membilas kotoran, namun tidak akan melembapkan mata dengan baik.

Penyebab

Apa penyebab mata kering?

Ada banyak kondisi serta kebiasaan yang menyebabkan mata menjadi kering. Beberapa kemungkinan penyebabnya adalah:

1. Perubahan hormon

Hormon merangsang produksi air mata. Perubahan hormon, terutama penurunan hormon androgen yang umum dialami oleh wanita, bisa meningkatkan risiko mengalami mata kering.

Penurunan hormon androgen umum ditemukan pada ibu hamil. Perubahan ini terus terjadi, bahkan setelah melahirkan dan menyusui. Maka dari itu, wanita akan tetap mengalami gejala mata mengering pada masa ini.

Selain mata kering, banyak wanita yang melaporkan mengalami mata perih atau ada yang terasa mengganjal di dalamnya. Mata mengering saat hamil ini juga menyebabkan mata wanita hamil lebih sensitif terhadap cahaya yang menyilaukan dan kadang matanya akan terasa gatal.

2. Proses penuaan

Mata kering lebih sering dialami oleh orang-orang lanjut usia. Hal ini mungkin diakibatkan oleh produksi air mata yang menurun seiring bertambahnya usia, dan kelopak mata menjadi kurang sensitif untuk meratakan air mata di seluruh permukaan mata.

3. Kondisi medis

Beberapa penyakit bisa berdampak pada kemampuan kelenjar mata untuk memproduksi air mata, misalnya:

  • Diabetes
  • Rheumatoid arthritis
  • Lupus
  • Skleroderma
  • Sindrom Sjogren
  • Gangguan tiroid
  • Kekurangan vitamin A
  • Bell’s palsy
  • Alergi
  • Dermatitis kontak
  • HIV

Banyak orang yang mengalami mata kering juga memiliki blefaritis atau meibomian gland dysfunction (MGD). MGD adalah peradangan batas kelopak mata yang bisa menghadang kelenjar air mata untuk memproduksi minyak untuk lapisan air mata. Blefaritis bisa dialami oleh siapapun, dan umumnya diakibatkan oleh infeksi bakteri atau kondisi lain, seperti rosacea

4. Obat-obatan

Mata kering bisa berupa efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu. Berikut adalah obat-obatan yang bisa jadi penyebabnya:

  • Antihistamin
  • Dekongestan
  • Obat jerawat minum (isotretinoin)
  • Obat hipertensi
  • Pil KB dan terapi hormon
  • Antidepresan dan antipsikotik
  • Obat penyakit Parkinson

5. Lingkungan dan aktivitas

Faktor lingkungan bukan menjadi penyebab utama, namun lebih kepada faktor yang bisa memperparah kondisi mata kering. Beberapa di antaranya debu, asap, angin, matahari, cuaca kering, tiupan angin panas, atau berada di tempat tinggi.

Selain itu, saat Anda membaca, bekerja di depan layar komputer, menulis, atau aktivitas yang membutuhkan konsentrasi visual lainnya, mata cenderung akan lebih jarang berkedip. Artinya, lapisan air mata akan lebih cepat menguap daripada proses isi ulangnya.

6. Kosmetik

Beberapa orang yang pernah menjalani operasi mata LASIK melaporkan mengalami mata kering beberapa minggu setelah operasi. Gejala biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan, tapi dalam beberapa kasus dapat berjalan terus.

Selain itu, mata yang mengering juga dapat terjadi karena iritasi akibat pemakaian lensa kontak.

7. Masalah pada struktur kelopak mata

Ektropi (pembalikan kelopak mata bagian dalam ke luar) dan entropi (kelopak mata luar yang masuk ke dalam) bisa menyebabkan meta menjadi kering dan teriritasi akibat lapisan air mata yang menguap dengan cepat setelah terkena kontak dengan udara luar terus menerus.

Mata yang mengering juga dapat terjadi akibat lagophthalmos nocturnal, yaitu suatu kondisi di mana kelopak mata tidak menutup sepenuhnya saat tidur.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Jika Anda merasakan keluhan mata kering yang cukup mengganggu, segera kunjungi dokter untuk menjalani pemeriksaan mata.

Menurut situs National Eye Institute, berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan untuk memeriksa mata kering:

Pemeriksaan dengan lampu celah

Pada langkah ini, dokter akan menggunakan mikroskop yang dilengkapi dengan lampu celah atau slit lamp untuk melihat kondisi air mata Anda. Pertama, dokter akan memberi obat tetes khusus untuk melihat air mata Anda dengan jelas. Lalu, dokter akan memeriksa bagian-bagian mata Anda dengan lampu celah tersebut.

Tes Schirmer

Tes Schirmer dilakukan agar dokter dapat mengetahui seberapa cepat mata Anda menghasilkan air mata. Dokter akan meletakkan kertas kecil di pinggir kelopak mata Anda, lalu melihat berapa lama waktu yang dibutuhkan mata Anda hingga berair.

Tear break up time (TBUT)

TBUT adalah tes untuk melihat lapisan air mata Anda bertahan setelah Anda berkedip. Jika lapisan tersebut tidak bertahan lama, artinya mata Anda memiliki kelembapan yang kurang baik.

Bagaimana cara mengatasi mata kering?

Terdapat berbagai pilihan pengobatan mata kering, mulai dari obat resep dokter hingga cara-cara alami. Pengobatan biasanya tergantung pada penyebab dan gejala yang Anda alami.

Anda harus mendiskusikan pilihan pengobatan dengan spesialis perawatan mata. Pengobatan dan perawatan untuk mata kering umumnya meliputi:

1. Air mata buatan

Cara paling umum untuk mengobati mata kering adalah dengan obat berupa air mata buatan. Air mata buatan biasanya akan diberikan dalam bentuk obat tetes, salep, hingga gel.

Obat air mata buatan ini bekerja dengan cara meningkatkan cairan pelumas pada mata, serta mengurangi penguapan air mata. Dengan demikian, mata tidak akan mudah mengering.

Obat dalam bentuk tetes bisa digunakan sampai 4 kali dalam sehari, sesuai anjuran dokter Anda. Sementara itu, obat yang berbentuk salep atau gel disarankan untuk dipakai saat malam hari saja. Ini karena teksturnya lebih kental dan dapat mengaburkan penglihatan.

Selain air mata buatan, dokter juga mungkin akan meresepkan obat tetes mata khusus untuk mengatasi infeksi akibat mata kering. Salah satu contohnya adalah cyclosporine. Aturan pakainya dua kali sehari dengan rentang 12 jam sesuai anjuran dokter.

2. Operasi sumbatan air mata

Prosedur ini dilakukan hanya bila sindrom mata kering yang diderita sudah cukup berat. Dokter spesialis mata akan memasang sumbatan pada saluran air mata (puncta) di mata Anda.

Fungsi dari sumbatan ini adalah untuk mencegah air mata mengering terlalu cepat dari mata Anda. Sumbatan ini dapat ditutup sementara dengan silikon, atau secara permanen dengan menggunakan laser.

Apakah ada pengobatan alami atau perubahan gaya hidup untuk mengatasi mata kering?

Selain melalui tindakan medis, mata kering juga dapat Anda atasi sendiri dengan cara-cara berikut:

1. Makan makanan bergizi

Apa yang Anda makan dapat berpengaruh pada kondisi mata Anda. Makanan yang dianjurkan untuk kesehatan mata, terutama untuk meningkatkan kelembapannya, adalah yang mengandung asam lemak omega-3.

Sebuah penelitian dari jurnal Ophthalmology tahun 2013 membuktikan bahwa konsumsi asam lemak omega-3 membantu meningkatkan produksi air mata serta mengatasi gejala-gejala mata kering.

Anda bisa mendapatkan asupan omega-3 dari bahan makanan berikut:

  • sayuran berdaun hijau
  • minyak zaitun
  • ikan tuna, salmon, dan sarden
  • kacang-kacangan
  • biji rami
  • biji bunga matahari
  • telur
  • alpukat

Selain itu, pastikan Anda juga memenuhi kebutuhan cairan harian Anda. Minumlah air putih yang banyak, setidaknya 8 gelas sehari.

2. Batasi waktu di depan layar gadget

Menghabiskan waktu terlalu lama menatap layar gadget cenderung membuat Anda jarang berkedip, sehingga mata menjadi kering. Maka itu, jangan lupa untuk mengistirahatkan mata serta berkedip lebih sering saat Anda beraktivitas di depan monitor guna menjaga kesehatan mata.

3. Hindari mengucek mata

Saat Anda merasa mata gatal dan ada sensasi mengganjal, usahakan untuk tidak langsung menguceknya. Kedipkan mata beberapa kali sudah cukup untuk meredakan rasa gatal dan kering. Mengucek mata, terlebih jika terlalu keras, justru akan memperparah kondisi mata Anda.

4. Kurangi paparan asap, angin, dan AC

Lingkungan Anda juga menjadi penentu kondisi mata Anda. Hindari paparan asap dan angin yang berpotensi semakin mengeringkan mata Anda.

Selain itu, pastikan Anda tidak terlalu lama menghabiskan waktu di ruangan ber-AC. Apabila Anda memang harus berada di ruangan ber-AC, coba gunakan humidifier untuk mencegah udara ruangan terlalu kering.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Glaukoma Kongenital

Glaukoma kongenital adalah glaukoma yang terjadi pada bayi atau anak di bawah satu tahun. Kondisi ini merupakan bawaan lahir. Bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Mata, Glaukoma 30 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Glaukoma

Glaukoma adalah gangguan penglihatan yang terjadi karena meningkatnya tekanan bola mata. Tekanan tersebut mengakibatkan kerusakan pada saraf mata.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mata, Glaukoma 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit

9 Cara Alami Memanjangkan Bulu Mata Supaya Lebih Lentik

Tidak semua orang ingin melakukan extension bulu mata. Namun Anda bisa memanjangkan bulu mata dengan cara yang aman dan murah meriah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Kecantikan 26 November 2020 . Waktu baca 6 menit

6 Cara Menjaga Kesehatan Mata Anak

Untuk memastikan mata anak terus sehat hingga ia dewasa nanti, kesehatan matanya harus dijaga sejak ia masih kecil. Bagaimana orangtua bisa membantu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat herbal tradisional glaukoma

5 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma, Mulai dari Obat Herbal hingga Makanan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 5 menit
pengobatan glaukoma

4 Pilihan Pengobatan Glaukoma yang Paling Umum

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit
penyebab glaukoma

Apa Penyebab Glaukoma, Penyakit Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 7 menit
tonometri tonometer

Tonometri

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 7 menit