Apakah Membaca Dalam Gelap Membuat Mata Rusak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Membaca dalam gelap atau dalam cahaya rendah pasti pernah Anda lakukan. Ketika Anda masih kecil, orangtua Anda mungkin telah memperingatkan untuk tidak memaksakan mata membaca di keadaan yang gelap, karena menurut mereka, hal itu akan merusak mata Anda. Namun, jika hingga saat ini Anda berpikir bahwa peringatan tersebut hanyalah sebuah mitos, mungkin Anda salah dan mungkin juga benar. Ketika Anda menggali sedikit lebih dalam dan melihat beberapa bukti ilmiah berikut ini, mitos tentang membaca dalam gelap tersebut akan menjadi sesuatu yang lebih kompleks.

Hubungan antara cahaya dan kesehatan mata

Mata manusia dirancang untuk dapat menyesuaikan diri di tingkat cahaya yang berbeda. Jika Anda mencoba untuk membaca dalam gelap, maka pupil Anda akan membesar untuk mengambil lebih banyak cahaya melalui lensa retina Anda. Sel di retina Anda, yang disebut sebagai sel batang dan sel kerucut, menggunakan cahaya ini untuk memberikan informasi ke otak tentang apa yang Anda lihat. Jika Anda berada di sebuah ruangan gelap, misalnya ketika Anda baru bangun, proses ini memungkinkan Anda secara bertahap terbiasa dari keadaan gelap gulita ke keadaan yang bercahaya. Itu terlihat ketika Anda menyalakan lampu, Anda akan merasakan cahaya yang sangat terang hingga akhirnya pupil menyesuaikan diri.

Hal yang sama terjadi jika Anda memaksa mata Anda membaca dalam gelap. Mata Anda akan melakukan penyesuaian, tapi bagi beberapa orang hal itu akan membuat sakit kepala. Demikian juga ketika Anda melihat sesuatu yang sangat dekat, seperti membaca buku atau menjahit, yang membutuhkan banyak penyesuaian mata. Otot memperpanjang daerah yang dikenal sebagai ruang vitreous (gelatin dari bola mata yang terletak di antara lensa dan retina.

Apa efeknya pada mata jika membaca dalam gelap?

Sayangnya, tidak ada studi yang telah meneliti efek jangka panjang dari membaca dalam gelap. Jadi, kita harus melihat studi yang meneliti faktor-faktor berbeda dan mencoba untuk mengumpulkan informasi. Sebagian besar penelitian dan perdebatan mengenai rabun jauh telah terfokus pada efek dari melihat hal-hal dengan jarak dekat, dibandingkan dengan efek membaca dalam cahaya rendah.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, Howard Howland seorang ahli mata di Cornell University, mengatakan bahwa dalam cahaya rendah, pupil Anda harus membuka lebih luas untuk membiarkan cahaya cukup untuk dapat melihat. Hal itu mengubah lokasi di mana cahaya menyentuh retina, sehingga gambar akan terlihat buram. Jadi, mata mendapatkan sinyal untuk tumbuh lebih panjang, sehingga gambar akan menyentuh tempat yang tepat pada retina. Dan hal itu akhirnya akan menyebabkan rabun jauh.  

Menurut Richard Gans, MD, FACS, seorang dokter mata di Cleveland Clinic Cole Eye Institute, mengatakan bahwa  cahaya redup mungkin akan membuat mata sulit untuk terfokus, sehingga dapat menyebabkan kelelahan mata jangka pendek, dan tidak ada bukti ilmiah bahwa membaca dalam gelap memiliki efek jangka panjang.

“Kerja visual yang menantang, seperti membaca buku tanpa cahaya yang cukup, juga dapat menyebabkan pengeringan mata jangka pendek karena Anda berkedip lebih jarang,” sahut Gans. Namun, semua itu tidak merusak struktur atau fungsi mata. Jika mata kering merupakan masalahnya, Anda dapat menggunakan obat tetes mata bebas yang dijual di pasaran.

Pengaruh genetika

Dr Jim Sheedy, seorang dokter ilmu mata sekaligus direktur Vision Performance Institute di Oregon’s Pacific University, menyaksikan bahwa tidak ada cukup bukti untuk menyatakan bahwa apa yang Anda lakukan akan mengarah ke miopia (rabun jauh). “Penentu utama dari miopia adalah genetika,” sahut Dr Sheedy. “Hal ini adalah siasat ibu untuk membuat anaknya segera tidur.”

Kesimpulan

Hal terbaik yang dapat kita lakukan saat ini adalah bahwa bermain di luar ruangan tampaknya bermanfaat bagi mata dan mungkin anak-anak harus belajar dalam cahaya yang terang untuk menghindari kelelahan pada mata mereka. Untuk orang dewasa, studi ini dilakukan pada anak yang matanya masih berkembang, jadi jika Anda masih ingin membaca dalam ruangan gelap, maka itu tidak akan berpengaruh pada apapun. Tentu saja, sekarang Anda sudah cukup tua untuk memutuskan waktu tidur Anda sendiri, jadi Anda tidak harus khawatir lagi akan diperingati orangtua karena membaca dalam gelap.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Transplantasi Ginjal

    Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

    Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

    Gejala penyakit urologi kerap berhubungan dengan proses kencing yang tidak normal seperti kesulitan atau malah terlalu sering. Apa gejala lainnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit

    Ciri-ciri Ada Cacing di Mata Anda dan Bagaimana Mengobatinya

    Cacing loa-loa adalah jenis cacing yang sering bersarang di mata Anda. Apa penyebab cacing di mata, seperti apa gejalanya, dan bagaimana mengobatinya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Tips Sehat 7 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

    Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pencegahan anemia

    7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    risiko kesehatan akibat terlalu lama menatap layar komputer

    Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
    Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    mata silinder (astigmatisme)

    Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit