Kesalahan Saat Memakai Skincare yang Mungkin Anda Lakukan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 09/01/2020
Bagikan sekarang

Ada kalanya mungkin Anda menyadari rutinitas skincare yang Anda jalani ternyata tidak bekerja secara maksimal pada kulit Anda. Nah, siapa tahu Anda ternyata melakukan beberapa kesalahan yang seharusnya dihindari dalam memakai skincare. Memangnya, apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan?

Kesalahan yang mungkin Anda lakukan saat memakai skincare

Apakah Anda merasa kulit tetap berjerawat, padahal sudah memakai produk perawatan kulit? Atau, mungkin kulit Anda justru mengalami kemerahan dan iritasi setelah memakai rangkaian produk tertentu. Bisa jadi Anda memang tidak cocok dengan produk skincare tersebut, atau Anda keliru saat melakukan cara-cara tertentu.

Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang mungkin pernah Anda lakukan saat memakai skincare.

1. Cuci muka terlalu sering

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa semakin sering kita cuci muka, maka semakin kecil kemungkinan jerawat muncul. Nyatanya, terlalu sering cuci muka termasuk kesalahan menggunakan skincare yang sering kali dilakukan banyak orang.

Cuci muka terlalu sering justru dapat memperparah kondisi kulit Anda, terlebih lagi jika kulit Anda sedang berjerawat.

Mengutip laman Verywell Health, hal ini dikarenakan kulit Anda akan kehilangan minyak alami yang dibutuhkan agar kulit tetap lembap. Hasilnya, kulit menjadi terlalu kering, kemerahan, bahkan mengelupas.

Jadi, sebaiknya Anda tidak mencuci muka lebih dari 2 kali sehari. Membersihkan wajah Anda di pagi dan malam hari sudah cukup untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel.

2. Memilih produk yang tidak sesuai dengan jenis kulit

Semakin banyaknya rangkaian produk skincare yang ada saat ini memang terkadang menggoda Anda untuk membeli dan mencobanya. Namun, tunggu dulu. Apakah Anda yakin Anda sudah memilih produk yang cocok dengan jenis kulit Anda?

Jangan karena produk skincare tersebut sudah di-review oleh beauty vlogger terkenal, atau sedang naik daun di media sosial, Anda langsung membelinya tanpa melihat apakah produk tersebut sesuai untuk kondisi kulit Anda.

Misalnya, jika Anda memiliki kulit kering dan sensitif, hindari sabun cuci muka yang mengandung terlalu banyak busa. Jangan pula membeli produk karena tertarik dengan kandungan lidah buaya di dalamnya padahal ternyata kulit Anda alergi dengan bahan tersebut.

3. Dosis skincare terlalu banyak

Kesalahan lain yang mungkin pernah Anda lakukan saat memakai skincare adalah menggunakan produknya dalam dosis atau takaran yang terlalu banyak.

Mungkin Anda berpikir, semakin banyak yang digunakan, semakin banyak pula manfaat yang bisa kulit Anda dapat.

Hal ini justru tidak disarankan oleh Dr. Vivian Shi, seorang ahli dermatologi di University of Arizona. Berikut adalah takaran produk skincare yang direkomendasikan oleh Dr. Shi, sesuai dengan jenis produknya:

  • Seukuran kacang: face lotion, pelembap wajah (moisturizer), dan krim tangan atau kaki
  • Seukuran anggur: Sabun muka, toner, masker, dan pelembap badan (body lotion)
  • Seukuran beras: eye cream dan serum

4. Mengeksfoliasi kulit secara berlebihan

Eksfoliasi kulit biasanya dilakukan untuk menghilangkan sel-sel kulit mati, sehingga kulit terlihat lebih cerah dan sehat. Akan tetapi, Anda harus berhati-hati, terutama jika Anda menggunakan eksfoliator jenis scrub.

Pastikan Anda tidak menggosok wajah Anda terlalu lama atau keras. Melakukannya terlalu keras, justru berisiko melukai kulit serta pembuluh darah di bawahnya.

Selain itu, mengeksfoliasi kulit terlalu sering juga termasuk kesalahan saat memakai skincare yang sering dijumpai. Hal tersebut justru dapat menimbulkan iritasi, kemerahan, bahkan peradangan pada kulit.

Idealnya, Anda cukup melakukan proses ini sebanyak 1-2 kali seminggu. Yang tidak kalah penting, gosoklah kulit Anda secara lembut dan perlahan.

5. Layering atau mengombinasikan dua produk secara tidak tepat

Kesalahan lain yang mungkin tidak Anda dasari saat memakai skincare adalah menggabungkan dua produk dengan bahan aktif yang berlawanan.

Anda mungkin menggunakan serum dengan bahan aktif retinoid dan mengombinasikannya serum vitamin C.

Faktanya, kedua bahan tersebut justru dapat mengakibatkan overeksfoliasi, sehingga kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Bahan-bahan aktif yang sebaiknya tidak Anda gabungkan dalam skincare adalah:

  • Retinoid dan AHA BHA
  • Retinoid dan vitamin C
  • Benzoyl peroxide dan vitamin C
  • Benzoyl peroxide dan retinol
  • Menggabungkan terlalu banyak skin care dengan kandungan asam (glycolic dan salicylic acid, glycolic dan lactic acid, dan lainnya).

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat dan Cara Aman Pakai Skin Care yang Mengandung Asam Aktif

Pemakaian skin care dengan kandungan asam aktif tidak boleh sembarangan. Alih-alih memberikan manfaat untuk kulit, malah bisa merusak kelembapan kulit.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Apa Bedanya Skincare yang Hydrating dan Moisturizing untuk Kulit Anda?

Seringkali Anda menyamakan arti dari hydrating dan juga moisturizing. Agar tidak salah lagi, kenali perbedaan produk skincara hydrating dan moisturizing!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina

Apa Saja Produk Skincare yang Anda Butuhkan Saat Puasa?

Kulit wajah harus dirawat setiap hari termasuk di bulan Ramadan. Agar kulit tidak kering dan bermasalah, ini produk skincare di bulan puasa untuk Anda!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

5 Langkah Wujudkan Kulit Bening Bercahaya ala Glass Skin

Glass skin adalah tren kecantikan kulit bening bercahaya berasal dari Korea Selatan. Bagaimana langkah perawatan kulit untuk mendapatkannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

jerawat gara-gara kacamata

Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020