Kenapa Muncul Bintik Bening Berair di Tangan yang Terasa Gatal?

Bintik bening berair yang muncul di tangan memang mengganggu. Selain gatal tidak karuan, kondisi ini pun dapat membuat jari-jari tak sedap dipandang. Meski tidak berbahaya, Anda tak boleh menyepelekan kemunculan bintik bening berair di tangan yang terasa gatal. Sebab, kondisi ini bisa jadi tanda kalau Anda punya masalah medis yang lebih serius.

Yuk, kenali lebih jauh tentang penyebab kemunculan bintik bening berair di tangan dan cara mengatasinya dalam ulasan berikut.

Penyebab bintik bening berair di tangan yang terasa gatal

telapak tangan gatal panas

Bintik bening berair yang terasa gatal merupakan bagian dari suatu kondisi yang disebut dermatitis dishidrotik (dishidrosis). Kondisi ini terbilang umum dan dapat dialami oleh siapa saja tanpa pandang bulu. Namun, orang yang berusia di bawah 40 tahun cenderung lebih mudah mengalami kondisi ini dibanding mereka yang memasuki usia lanjut.

Dermatitis dishidrotik menyebabkan rasa gatal dengan intensitas ringan sampai berat. Beberapa orang bahkan mengeluhkan mengalami rasa gatal yang disertai dengan sensasi terbakar di kulit. Hal ini membuat mereka sulit tidur dan melakukan aktivitas sehari-hari.

Bintik bening yang berisi air dapat pecah dan menyebar pada area yang terdekat, seperti punggung tangan. Kondisi ini juga bisa menyebabkan luka terbuka pada kulit. Kabar baiknya, kondisi ini biasanya tidak akan menular ke orang lain.

Penyebab kemunculan dermatitis dishidrotik beragam. Mulai dari faktor genetik sampai faktor lingkungan, seperti:

  • Sedang stres
  • Perubahan kondisi lingkungan, seperti cuaca panas atau dingin
  • Punya alergi terhadap logam tertentu, seperti nikel, emas, perak, dan kobalt.
  • Mengalami infeksi jamur atau bakteri di kulit
  • Keringat berlebihan pada tangan atau kaki
  • Terlalu lama terkena air

Walaupun tak berbahaya, jangan sepelekan kondisi ini

jari tangan gatal

Faktanya, ada banyak kondisi medis yang memiliki gejala serupa dengan dermatitis dishidrotik. Sebut saja, kutu air, alergi/ iritasi detergen, herpes, dan masih banyak lagi. Itu sebabnya, bila gejala yang Anda alami sangat mengganggu, sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp. KK). Dokter kulit kelamin akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab kemunculan bintik bening berair di tangan yang terasa gatal.

Selain memeriksa kondisi kulit Anda secara langsung, dokter juga dapat merekomendasikan sejumlah tes lain. Misalnya, tes darah, tes urin, hingga tes pencitraan. Semua pemeriksaan ini semata-mata untuk membantu dokter dalam memantapkan diagnosis. Dengan begitu, dokter dapat menentukan pengobatan mana yang paling cocok dengan kondisi Anda.

Pilihan pengobatan untuk mengatasi kondisi ini

cara mengobati tangan gatal berair

Bintik bening berair di tangan yang terasa gatal dapat diobati dengan obat-obatan medis dan juga perawatan rumahan. Berikut pilihan pengobatan yang bisa Anda lakukan untuk meredakan dermatitis dishidrotik.

Pengobatan rumahan

  • Hindari kontak dengan apapun yang dapat mengiritasi kulit, seperti sabun, sampo, bahan kimia rumah tangga lain.
  • Selalu cuci tangan setiap kali selesai makan, menggunakan kamar mandi, dan menyentuh fasilitas umum yang berpotensi menyimpan banyak kuman.
  • Gunakan pelembab secara rutin, terutama setelah cuci tangan dan mandi.
  • Gunakan sarung tangan jika mengerjakan pekerjaan yang berpotensi memperparah kondisi lenting, misalnya saat cuci piring, cuci motor, cuci mobil, atau mengepel.
  • Pastikan Anda tidak mandi lebih dari 10 menit dan hindari pula berendam air panas.
  • Jangan memecah lenting, biarkan lenting mengering dengan sendirinya.

Pengobatan dengan obat-obatan medis

  • Minum obat antihistamin untuk mengurangi rasa gatal.
  • Pakai salep steroid berdosis rendah seperti hidrokortison, oleskan tipis-tipis pada area yang terasa gatal.

Berbagai obat-obatan di atas dapat dibeli di apotek atau toko obat tanpa harus menebus resep dokter. Namun, gunakan obat sesuai dengan aturan yang tertera pada bungkus kemas. Jangan ragu untuk bertanya langsung ke dokter atau apoteker bila Anda belum paham aturan pakainya.

Jika telah melakukan berbagai cara di atas dan kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan ke dokter spesialis kulit dan kelamin.

Baca Juga:

dr. Listya Paramita, Sp.KK Kulit & Kelamin
dr. Listya Paramita, Sp.KK menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan pendidikan dokter spesialis Kulit dan Kelamin di ...
Selengkapnya
dr. Listya Paramita, Sp.KK Kulit & Kelamin

dr. Listya Paramita, Sp.KK menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan pendidikan dokter spesialis Kulit dan Kelamin di Universitas yang sama. Meraih gelar Sp.KK dalam waktu 3,5 tahun, dokter yang akrab dipanggil dengan dr. Mita ini adalah salah satu lulusan tercepat dalam menempuh pendidikan spesialis.

Kecintaan yang tinggi dalam dunia dermatologi diwujudkan dengan memberikan pelayanan yang profesional dan maksimal kepada pasien, meliputi semua keluhan mengenai kulit, mukosa, rambut dan kelamin, serta tindakan-tindakan medis dalam bidang dermatologi seperti bedah kulit hingga laser, filler, botox dan threadlift.

dr. Mita peduli akan pentingnya pengetahuan untuk pencegahan timbulnya gangguan pada kulit dan kelamin sehingga sering memberikan edukasi secara berkala mengenai kesehatan.

 

Selengkapnya
Artikel Terbaru