Pernahkah Anda mendengar ultramarathon? Memiliki konsep yang sama dengan marathon yang mungkin sudah Anda kenal, perbedaan mendasar dari marathon dan ultramarathon adalah jarak yang ditempuh. Jika pada marathon jarak yang harus ditempuh dengan berlari adalah 42 kilometer 195 meter, maka jarak ultramarathon lebih dari itu dan biasanya dimulai dari jarak 50 kilometer. Tidak ada batasan berapa maksimal jarak yang harus ditempuh pada ultramarathon, bisa sejauh 50 kilometer, 100 kilometer, bahkan 200 kilometer. Tidak hanya berpatokan pada jarak, ultramarathon atau yang dikenal juga dengan ultra running dapat didasarkan pada waktu. Misalnya 6 jam, 24 jam, bahkan hingga berhari-hari.

Bagaimana sejarah ultramarathon?

Tidak ada catatan pasti sejak kapan ultra running mulai menjadi salah satu jenis olahraga yang ditandingkan. Tetapi, Comrades Marathon merupakan pertandingan ultramarathon tertua dan terbesar di dunia. Dimulai sejak tahun 1921, hingga kini Comrades Marathon masih rutin digelar. Berawal dari sebuah organisasi yang disebut League of Comrades of the Great War yang bertujuan untuk membantu keluarga yang terpecah belah akibat perang dan tentara-tentara yang bertugas bersama dalam perang. Adalah Vic Clapham, orang pertama yang mencetuskan ultra running dengan menempuh jarak dua kota di Afrika Selatan yaitu Pietermaritzburg kota kelahirannya, dan Durban. Meski idenya ditolak berkali-kali oleh berbagai organisasi karena dirasa terlalu berat bahkan untuk atlet berpengalaman sekalipun, League of Comrades of the Great War akhirnya menyetujui usulan diadakannya ultra running. Pada 24 Mei 1921 diadakanlah pertandingan ultramarathon yang pertama dengan batasan waktu 12 jam dan jarak yang ditempuh sekitar 89 kilometer.

Saat ini ultramarathon sudah diakui oleh International Amateur Athletic Federation (IAAF). Ada dua jenis event ultramarathon yaitu Standar dan Non-standar. Dalam kategori standar biasanya yang diperlombakan adalah nomor 50 kilometer, 50 mil, 100 kilometer, 100 mil, 24 jam, 200 kilometer, 48 jam, 200 mil, 6 hari, 1000 kilometer, dan 1000 mil.

Prinsip ultramarathon

Berbeda dengan jenis olahraga yang dipertandingkan di olimpiade, tujuan dari peserta ultra running kebanyakan bukanlah medali atau memenangkan suatu pertandingan. Tidak sedikit peserta ultra running yang menjadikan ultramarathon untuk memenuhi kepuasaan batin. Jika sebelumnya mereka sudah pernah mencoba marathon, maka ultramarathon dijadikan tujuan atau gol selanjutnya. Selain itu jangan Anda bayangkan peserta ultramarathon akan berlari terus menerus tanpa istirahat selama 6 hari berturut-turut.

Selama pertandingan, peserta akan mengkombinasikan antara berlari cepat, pelan, jalan cepat, hingga jalan santai. Bahkan berjalan santai sangat disarankan setelah beberapa jam berlari, terutama jika medan yang ditempuh seperti perbukitan. Jika pertandingan berlangsung lebih dari satu hari, maka peserta juga bisa berkemah dan beristirahat sebelum memulai lari kembali. Selama durasi pertandingan pula, biasanya peserta akan disediakan atau membawa sendiri suplai makanan dan minuman seperti misalnya minuman elektrolit atau gel khusus yang disebut juga energy gels.

Ultramarathon untuk kesehatan fisik dan mental

Lokasi ultramarathon yang biasanya dilakukan di tempat yang dekat dengan alam menjadikan pengalaman berlari peserta menjadi tidak terlupakan. Seperti dikutip dari Telegraph, Damian Hall mengatakan bahwa berpartisipasi dalam ultramarathon justru cenderung lebih ‘mudah’ jika dibandingkan dengan marathon. Perlombaan marathon biasanya masih bisa dilakukan di jalan biasa di lingkungan perkotaan. Sementara jarak ultramarathon yang terbilang jauh lebih sering dilakukan di alam terbuka sehingga permukaan yang kita injak tidak selalu aspal datar seperti jalan di perkotaan. Misalnya jalan yang menanjak atau menurun, permukaan yang terbuat dari tanah atau pasir, hal ini memicu lebih banyak otot pada tubuh untuk bergerak.

Berolahraga di alam bebas juga mempengaruhi kesehatan mental. Selain menjadikan Anda lebih rileks, berolahraga di alam bebas dapat memicu efek biofilia, suatu keadaan atau keinginan bawah sadar kita untuk berdekatan dengan alam yang dapat meningkatkan kesehatan mental dan psikologis kita.

Bagaimana cara mempersiapkan diri untuk ultramarathon?

Meskipun terlihat mustahil berlari menempuh jarak diatas 50 kilometer, tetapi hal tersebut bukanlah tidak mungkin. Beberapa tips seperti yang dikutip dari Runners World berikut ini dapat Anda lakukan untuk mempersiapkan diri Anda sebelum mengikuti ultramarathon.

  • Mulailah rutin berlari di permukaan yang datar. Carilah jalur berlari yang dekat dengan rumah dan usahakan tidak terlalu banyak tanjakan atau turunan. Jika Anda belum pernah berlari jarak jauh sama sekali, berlari di jalur yang tidak rata hanya akan membuat Anda stres.
  • Jika Anda sudah mulai terbiasa berlari jarak jauh di permukaan datar, Anda bisa mulai mencari jalur lain yang semirip mungkin dengan lokasi ultramarathon Anda nanti. Ini untuk membiasakan diri Anda dengan keadaan ketika hari H.
  • Jangan terlalu memaksakan diri untuk terus berlari. Mengkombinasikan antara berlari dan berjalan adalah kunci agar Anda kuat menempuh jarak jauh. Temukan ritme yang pas bagi Anda. Kombinasi yang umum digunakan adalah 20 menit berlari dan 5 menit berjalan. Tetapi Anda bisa mencoba kombinasi lain yang cocok bagi Anda.
  • Persiapkan perlengkapan Anda. Pada pertandingan lari jarak jauh biasanya di pertengahan rute, Anda akan mendapatkan tas perlengkapan berlari Anda yang berisi barang keperluan Anda. Bawalah makanan yang Anda butuhkan seperti misalnya energy bar, energy gel, tabir surya, baju ganti, jaket penahan angin, atau sepasang sepatu yang nyaman dan kaus kaki bersih.
  • Saat pertandingan berlangsung, jangan lupa untuk makan dan minum. Makanan seperti kukis, kraker, energy bar, bisa menjadi alternatif. Minum yang disarankan adalah setiap 15 sampai 20 menit sekali, termasuk di dalamnya minuman elektrolit. Minuman tinggi kafein dapat menjadi pilihan terutama di 20 kilometer terakhir.

Ingatlah bahwa tujuan utama ultra running bukanlah kecepatan atau bahkan jarak yang ditempuh tetapi seberapa sanggup kaki Anda membawa Anda ke garis finish. Latihan yang Anda lakukan bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot, stamina, dan kapasitas aerobik Anda.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca