Olahraga Pagi atau Olahraga Malam, Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Aktivitas yang padat di sekolah, di kampus, atau di kantor, kadang membuat waktu kita untuk berolahraga jadi sedikit. Padahal, paling tidak waktu untuk orang dewasa berolahraga adalah 150 menit dalam lima hari atau sekitar 30 menit sehari.

Banyak orang menduga, olahraga paling sehat itu adalah ketika ada paparan cahaya matahari pagi, karena banyak memberikan tubuh kita vitamin D, selain karena udara di pagi hari juga lebih segar. Tapi, bagaimana kalau tidak ada waktu berolahraga di pagi hari, dan waktu yang kita miliki cuma di malam hari?

Manfaat olahraga pagi

Professor Ilmu Olahraga Terapan, Lara Carlson, Ph.D. dari University of New England, mengatakan olahraga pagi memiliki manfaat bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan atau meningkatkan kesehatan.

Seperti dikutip WomensHealthMag.com, Lara mengatakan olahraga di pagi hari bermanfaat meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari.

“Selain itu juga merevitalisasi metabolisme tubuh, sehingga kalori dalam tubuh akan terbakar lebih banyak. Tekanan darah pun bisa jadi lebih stabil dan jam tidur Anda di malam hari bisa lebih nyenyak,” tutur Lara.

Olahraga di pagi hari juga membantu Anda untuk membentuk kebiasaan berolahraga yang lebih konsisten, menurut Cedric Bryant, PhD dari American Council on Exercise. Namun Bryant juga menyarankan sebaiknya Anda melakukan pemanasan yang lebih lama karena suhu tubuh Anda relatif lebih rendah saat di pagi hari.

Manfaat olahraga sore atau olahraga malam hari

Olahraga pada malam hari, menurut Laura, manfaatnya adalah meningkatkan aktivitas enzim dan fungsi otot, serta membantu merilekskan tubuh setelah seharian bekerja.

Secara teori, menurut ahli kesehatan Dr. Michael Triangto, SpKO, olahraga malam hari lebih efektif untuk pembentukan otot. Michael juga memaparkan, olahraga di malam hari bisa membantu masalah tidur seperti insomnia. “Asal dilakukan dengan benar dan intensitasnya sesuai dengan kapasitas tubuh kita. Tubuh akan dehidrasi dan kita jadi sulit tidur apabila olahraganya berlebihan,” tutur Michael.

Mana yang lebih sehat?

Pada akhirnya, semua akan kembali lagi pada manfaat yang ingin Anda dapatkan sendiri. Mau itu malam hari atau pagi hari, tergantung Anda. Menurut American Heart Association, pada akhirnya semua akan bergantung pada empat hal:

  • lokasi
  • waktu
  • tipe olahraga
  • setting sosial, misalnya apakah Anda berolahraga sendirian atau bersama teman

Bila Anda bukan orang yang bisa bangun pagi setiap hari, mungkin olahraga di sore atau malam hari akan lebih baik bagi Anda. Dengan demikian, Anda tidak cuma mematikan alarm setiap pagi dan rencana berolahraga pun hanya wacana. Bila Anda suka berolahraga sendiri, maka pilihlah waktu atau tempat dimana Anda dapat berolahraga sendirian. Begitu pun sebaliknya. Pada dasarnya, olahraga akan bermanfaat bila Anda bisa melakukannya secara konsisten dengan rutin. Maka dari itu, pilihlah waktu dimana Anda dapat melakukannya secara konsisten dengan mudah.

Yang harus diperhatikan kalau Anda lebih suka olahraga malam

Dokter spesialis olahraga, Andi Kurniawan mengatakan kepada Kompas.com, bila tidak sempat melakukan olahraga pagi, sebenarnya olahraga sore sampai malam tidak masalah bagi kesehatan.

“Mereka yang tidak sempat olahraga pagi hari, baru sempatnya malam hari, akan jauh lebih baik daripada yang tidak olahraga sama sekali. Sekarang, kan, banyak yang olahraga lari malam di Senayan. Itu tidak masalah, kok,” ujar Andi.

Meskipun sah-sah saja berolahraga di malam hari, Andi menyarankan agar tidak berolahraga terlalu malam, karena bisa mengganggu jam tidur dan mempengaruhi kualitas tidur Anda. Ketika selesai berolahraga pun, sebaiknya jangan langsung tidur. Beri jeda waktu 1-1,5 jam antara waktu olahraga dan waktu tidur Anda.

Ketika berolahraga malam hari, jangan lupa juga melakukan pemanasan. Ketika selesai, kita tetap perlu melakukan pendinginan dan peregangan, jangan langsung tidur.

Pada prinsipnya, baik pada pagi atau malam hari, ketika berolahraga jangan melampaui batas kemampuan dan kondisi tubuh. Jika tidak terbiasa berolahraga, mulailah olahraga dengan melakukan aktivitas fisik yang ringan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Menjadi Atlet di Mata Atlet Muda Indonesia

    Menjadi atlet sejak usia belia sebaiknya berdasarkan keinginan si anak sendiri. Inilah kisah-kisah para atlet muda Indonesia atas pilihannya.  

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Memaksa Anak Jago Olahraga

    Banyak orangtua yang memaksa anak untuk berprestasi dalam olahraga. Ambisi orang tua yang lebih besar membuat olahraga bagi anak kehilangan manfaat aslinya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

    Banyak yang mengira makan makanan sehat itu susah dan perlu banyak usaha, jadi orang yang sibuk tidak akan bisa. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juli 2020 . Waktu baca 12 menit

    Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

    Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 30 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kejang otot

    Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    kram otot

    Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
    kebugaran jantung

    Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    memaksa anak jago olahraga

    Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rina Nurjanah
    Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit