Benarkah Lebih Mudah Membentuk Otot Jika Dulu Pernah Berotot?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Muscle memory atau memori otot adalah sebuah fenomena ketika otot-otot pada tubuh Anda mengingat apa yang pernah Anda lakukan pada mereka. Sebagai contohnya, Anda telah menjalani latihan angkat beban dalam waktu yang lama, namun karena alasan tertentu Anda berhenti melakukannya selama 3-6 bulan. Hal itu mengakibatkan Anda kehilangan tenaga dan otot yang selama ini Anda bangun. Namun, ketika Anda mulai latihan lagi, Anda dapat mengembalikan otot-otot yang hilang dalam waktu beberapa minggu saja, seolah-olah otot mengingat apa yang telah Anda tinggalkan.

Banyak orang percaya bahwa muscle memory sebagian besar disebabkan oleh mekanisme sistem saraf. Mekanisme sistem saraf dapat menjelaskan meningkatnya kekuatan, namun tidak menjelaskan bagaimana seseorang bisa mendapatkan kembali ukuran otot dengan cepat.

Bagaimana otot bisa “mengingat”?

Tidak seperti sel lainnya, sel-sel otot memiliki lebih dari satu nukleus (inti sel) dan mungkin ribuan. Nukleus berfungsi sebagai pengontrol sel (yang memungkinkan untuk pertumbuhan otot secara cepat, stimultan, dan terkoordinasi, serta memperbaiki jaringan otot), dan karena otot Anda memiliki sel yang sangat banyak dan lebih kompleks daripada sel-sel lain yang terdapat dalam tubuh, maka satu atau dua nukleus saja tidak akan dapat melakukan tugasnya.

Ketika Anda memiliki otot lebih besar, Anda juga harus menambah banyak nukleus. Peningkatan nukleus dengan pertumbuhan otot telah ditunjukkan dalam beberapa penelitian. Telah terbukti bahwa orang yang mengonsumsi steroid dan yang menumbuhkan otot dengan mudah memiliki nukleus otot lebih dari normal.

Kita percaya bahwa ketika otot mengecil, nukleus juga akan hilang. Namun, baru-baru ini, studi yang menggunakan berbagai model hewan menunjukkan bahwa atrofi atau penyusutan otot tidak aktif hingga 3 bulan, sehingga kita tidak kehilangan nukleus seperti yang dibayangkan. 

Karena otot memiliki jumlah nukleus yang sama meskipun Anda telah berhenti berlatih, maka Anda akan dengan mudah membangun otot kembali ke ukuran sebelumnya. Jadi, nukleus ini tampaknya bertindak sebagai ‘sel memori’. Mereka tahu berapa banyak otot yang Anda miliki sebelum Anda berhenti olahraga.

Cara kerja muscle memory

Inilah yang sebenarnya terjadi selama siklus olahraga, penurunan/berhenti olahraga, dan olahraga kembali:

1. Olahraga menciptakan nukleus yang mengarah pada pertumbuhan otot

Ketika otot kelebihan beban akibat resistensi latihan, nukleus baru akan diperoleh. Olahraga lebih lanjut (bersamaan dengan diet yang tepat) memungkinkan nukleus untuk menyintesis protein otot yang membuat serat otot lebih besar dan kuat.

2. Penurunan/pemberhentian olahraga mengarah ke atrofi, namun nukleus tetap ada

Selama periode penurunan, otot bertahan melawan atrofi karena adanya nukleus. Dan bahkan jika periode penurunan latihan ini terus berlangsung, nukleus tidak akan hilang meskipun sel satelit akan menghilang dan menyebabkan otot menjadi kecil.

3. Ketika olahraga diteruskan, nukleus sudah siap dan bersedia

Inilah sebabnya mengapa setelah periode penurunan, otot yang sebelumnya telah dilatih akan berkembang lebih pesat saat pelatihan dilanjutkan. Bagian tersulit dari pertumbuhan otot (membentuk nukleus baru) telah dilakukan, dan nukleus tersebut dapat segera melakukan aksinya dan mulai menyintesis protein.

Mengapa banyak yang mengatakan bahwa nukleus menghilang saat otot berkurang?

Hal itu karena dalam studi sebelumnya, mereka menghitung nukleus yang dimiliki oleh jaringan ikat dan sel-sel lain (sel satelit). Dan nukleus tersebut memang menghilang atau mati akibat kurangnya olahraga. Penelitian tersebut memiliki kekeliruan mengenai nukleus otot yang dianggap mati bersamaan dengan mengurangnya otot. Faktanya, nukleus yang mereka teliti bukanlah nukleus otot yang sebenarnya.

Dibandingkan penelitian lama tersebut, penelitian baru menggunakan teknik yang berbeda untuk mempelajari nukleus tersebut. Studi baru hanya menghitung nukleus yang sebenarnya dan kita dapat melihat bahwa jumlah nukleus tidak ada yang berkurang.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sarapan

Nasi uduk atau donat mungkin menjadi pilihan sarapan Anda. Sayangnya,keduanya termasuk sarapan tidak sehat. Yuk, cek makanan yang harus dihindari pagi hari.

Ditulis oleh: Monika Nanda
Tips Makan Sehat, Nutrisi 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Sit Up Tidak Bisa Menghilangkan Lemak Perut?

Sudah rajin sit up tapi perut masih buncit? Wajar saja, karena kita tidak bisa hanya menghilangkan lemak di bagian tertentu saja. Jadi harus bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Latihan Kekuatan Otot, Kebugaran 24 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Ingin Membentuk Otot? Jangan Latihan Keras Setiap Hari

Agar otot lebih kuat, tak perlu olahraga mati-matian. Penelitian membuktikan kalau Anda perlu meluangkan waktu satu hari untuk "rest day" dan tidak ngegym.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Apakah Sehat Jika Wanita Berotot Kekar Bak Pria Binaragawan?

Otot kekar identik dengan pria yang sehat dan bugar. Bagaimana kalau wanita yang punya otot kekar? Apakah bisa? Apakah hal ini sehat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Latihan Kekuatan Otot, Kebugaran 19 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Olahraga untuk Membantu Menambah Tinggi Badan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
olahraga mengecilkan perut

6 Gerakan Olahraga yang Manjur Mengecilkan Perut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
tips olahraga hiv

Olahraga Pagi atau Olahraga Malam, Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit