Memanfaatkan Lari untuk Menurunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Semakin banyak Anda lari, semakin banyak pula kalori yang terbakar. Maka dari itu, masuk akal jika Anda banyak lari, berat badan Anda akan semakin berkurang. Kalau begitu, benar dong rajin lari menurunkan berat badan? Eits, tunggu dulu. 

Lari saja belum tentu bisa menurunkan berat badan

Lari memang bisa membantu Anda menbentuk tubuh ideal. Tapi kalori yang terbuang begitu banyak ketika Anda berlari tak ayal sering membuat Anda kelaparan setelahnya karena tubuh sudah kehabisan energi. Makan membabi buta untuk menggantikan jumlah energi yang terbuang bukanlah cara tepat untuk menurunkan berat badan saat Anda sedang getol-getolnya lari. 

Di samping tetap terus rutin berlari, Anda juga harus mengimbanginya dengan mengurangi porsi makan. Kurangi 300 sampai 500 kalori per hari. Selain itu, olahraga lari menjaga metabolisme tetap bekerja sehingga membantu Anda membakar kalori.

Jenis lari untuk menurunkan berat badan

Berikut adalah tiga jenis olahraga lari yang harus Anda lakukan kalau Anda mau menurunkan berat badan.

Steady fat-burning run

Steady fat-burning run mengharuskan Anda berlari lambat, 50 persen kecepatan maksimal Anda, dan selama mungkin. Semakin lama Anda lari, semakin banyak lemak yang Anda bakar. Maka dari itu, cobalah untuk lari dengan kecepatan tetap dalam waktu yang lebih lama. Jangan gunakan minuman olahraga atau gel energi selama lari karena kandungan karbohidratnya. Asupan karbohidrat hanya akan membuat tubuh bergantung padanya daripada membakar lemak sebagai sumber energi.

Sprinting

Berbeda dari steady fat-burning run, sprinting mengharuskan Anda lari cepat. Lari dengan lebih cepat membantu Anda membakar lebih banyak kalori karena tubuh Anda akan harus bekerja lebih cepat untuk menghasilkan energi untuk berlari. Rutinitas olahraga yang baik harus mencakup pengulangan lari 30 detik. Lari cepat bisa dianggap sebagai cara untuk mengaktifkan tubuh ke mode pembakaran lemak.

Ingat, jangan cuma lari saja agar berat badan cepat turun

Manfaat lari untuk menurunkan berat badan akan bekerja lebih jika dikombinasikan dengan latihan kekuatan. Latihan kekuatan membantu menjaga otot tetap kuat untuk berlari.

Rutin berlari yang ditambah pengurangan asupan sebanyak 300 sampai 500 kalori setiap harinya membuat tubuh tidak hanya akan kehilangan lemak tetapi juga otot. Latihan kekuatan memastikan penurunan berat badan yang Anda alami hanya berasal dari jumlah lemak yang berkurang, dan bukannya massa otot. Anda bisa melakukan latihan kekuatan di manapun, baik di gym ataupun di ruang tamu, dengan latihan sederhana seperti push-up, lunges, atau squat.

Selain itu, beberapa faktor lain yang memengaruhi kemungkinan penurunan berat badan meliputi diet dan gaya hidup. Olahraga lari memang merupakan salah satu cara paling efisien untuk menurunkan berat badan, tetapi jika Anda berkomitmen untuk menjalankan program latihan tertentu daripada hanya lari, dan juga memperhatikan konsumsi kalori, Anda bisa mendapatkan hasil yang lebih baik saat berikutnya Anda menimbang berat badan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Diet Tanpa Sayur yang Aman untuk Tubuh

Di semua anjuran makanan sehat, selalu saja ada sayur di dalamnya. Bagaimana jika Anda tak suka makan sayur? Berikut ini diet tanpa sayur tapi tetap sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Efektifkan Melangsingkan Tubuh Dengan Akupunktur?

Akupunktur adalah pengobatan alternatif untuk banyak kondisi, termasuk untuk diet. Tapi, seberapa efektif sih, akupunktur untuk menurunkan berat badan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kebugaran, Hidup Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Jenis Makanan yang Penting Dikonsumsi Agar Patah Tulang Cepat Sembuh

Konsumsi jenis makanan tertentu dapat mempercepat penyembuhan patah tulang. Apa saja jenis makanan untuk penderita patah tulang?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Muskuloskeletal, Patah Tulang 8 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Makanan Pedas Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong?

Bila Anda telah melewati waktu makan, sehingga perut kosong dan keroncongan, sebaiknya hindari makan makanan pedas maupun asam. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 30 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berapa banyak makan nasi saat sarapan

Seberapa Banyak Harusnya Porsi Makan Nasi Saat Sarapan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
olahraga yang dapat meningkatkan kepadatan tulang

5 Olahraga untuk Meningkatkan Kepadatan Tulang di Usia 40 Tahunan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
olahraga bareng teman

4 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Rutin Berolahraga

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit
10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 7 menit