Benarkah Rajin Lari Bikin Tubuh Tambah Tinggi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Olahraga merupakan salah satu hal yang memicu pertumbuhan, terutama pada anak yang masih dalam masa pertumbuhan karena olahraga dapat memicu pengeluaran hormon pertumbuhan. Salah satu olahraga yang mungkin dapat memengaruhi tinggi badan adalah lari. Banyak orang beranggapan bahwa lari bikin tubuh tambah tinggi. Apakah hal ini benar?

Benarkah lari bikin tubuh tambah tinggi?

Lari merupakan salah satu olahraga yang dilakukan banyak orang untuk menambah tinggi badan. Namun, sebenarnya lari tidak langsung menambah tinggi badan Anda. Hal ini karena tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah olahraga. Lari hanya merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memicu pertumbuhan tinggi badan Anda, tapi tidak langsung dapat membuat tinggi badan Anda bertambah.

Lari memicu pengeluaran hormon pertumbuhan

Lari bikin tubuh tambah tinggi dengan cara memicu pengeluaran hormon pertumbuhan. Hormon inilah yang kemudian berperan dalam penambahan tinggi badan pada anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Tak hanya lari, olahraga lainnya juga dapat memicu pengeluaran hormon pertumbuhan.

Hormon pertumbuhan sebenarnya dilepaskan oleh tubuh anak sepanjang waktu. Namun, jumlah hormon pertumbuhan yang dilepaskan tubuh saat olahraga bisa lebih banyak daripada waktu lainnya. Hal ini mengapa lari dapat membantu menambah tinggi badan secara tidak langsung.

Lari dapat mendukung kesehatan tulang belakang dan memperbaiki postur

Postur tubuh yang buruk dapat menyebabkan tulang belakang tertekan sehingga tulang sulit untuk memanjang atau bertambah tinggi. Terkadang, mungkin Anda tidak menyadari aktivitas yang Anda lakukan dapat memicu tekanan pada tulang belakang.

Lari merupakan olahraga yang dapat membuat postur tubuh Anda menjadi lebih baik sehingga tulang belakang Anda bebas dari tekanan dan bisa bertambah panjang. Memang, lari tidak menambah tinggi badan Anda secara langsung tetapi lari membantu Anda membangun postur tubuh yang baik, di mana postur tubuh memengaruhi tinggi badan Anda.

Selain berolahraga, hal lain yang dapat memengaruhi pertumbuhan tinggi badan adalah pemenuhan nutrisi dan tidur yang cukup. Jika dilakukan dengan baik, ketiga hal ini dapat membantu menambah tinggi badan anak di masa pertumbuhan (selain faktor genetik yang pasti memengaruhi). Sementara pada orang dewasa, olahraga, nutrisi, dan tidur mungkin tidak memengaruhi tinggi badan.

Manfaat lari lainnya

Tak hanya untuk membantu tubuh bertambah tinggi, namun lari juga mempunyai manfaat kesehatan lain bagi tubuh Anda. Lari merupakan olahraga paling sederhana yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Dengan berlari, Anda membuat tubuh Anda aktif. Sehingga, dapat membantu sirkulasi darah berjalan dengan baik. Tak heran, lari merupakan salah satu jenis latihan kardio yang baik untuk memelihara kesehatan jantung.

Selain itu, berlari juga membantu Anda membakar kalori sehingga mencegah penumpukan lemak dan kenaikan gula darah terjadi. Saat berlari, tubuh membakar gula dan/atau lemak untuk digunakan sebagai energi. Sehingga, dengan rutin berlari dibarengi dengan kontrol pola makan, maka hal ini dapat membantu Anda menurunkan berat badan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berat dan Tinggi Badan Ideal Anak Usia 6-9 Tahun

Selepas balita, pertumbuhan anak masih perlu dipantau. Agar tetap ideal, berapa berat dan tinggi badan anak usia 6-9 tahun yang seharusnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 15 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Penilaian Status Gizi Anak, Cara Mengukur Hingga Membaca Hasilnya

Metode penilaian status gizi anak dan dewasa tidaklah sama, karena adanya perbedaan usia dan ukuran tubuh. Lantas, bagaimana cara menilai status gizi anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 13 November 2020 . Waktu baca 15 menit

Kalau Ingin Berat Badan Ideal, Berapa Kalori yang Harus Dibakar?

Berapa banyak kalori yang harus dibakar per hari? Jika ingin berat badan ideal, olahraga juga perlu untuk membakar kalori, bukan hanya membatasi makanan.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kebugaran, Hidup Sehat 4 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Nyeri akibat kejang otot punggung bisa terasa makin parah ketika Anda membungkukkan badan. Simak berbagai cara mudah mengatasi kejang otot punggung di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
olahraga yang dapat meningkatkan kepadatan tulang

5 Olahraga untuk Meningkatkan Kepadatan Tulang di Usia 40 Tahunan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
olahraga bareng teman

4 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Rutin Berolahraga

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit
10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 29 November 2020 . Waktu baca 7 menit
tinggi badan anak balita

Ibu, Ini Tinggi Badan Anak Balita Usia 1-5 Tahun yang Ideal

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 5 menit