Lari Atau Angkat Beban, Mana yang Sebaiknya Didahulukan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 04/08/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Olahraga angkat beban dan lari termasuk sesi penting dalam setiap program latihan. Keduanya sama-sama dapat membangun kekuatan dan ketahanan tubuh. Namun sebenarnya, mana yang harus didahulukan antara lari dan angkat beban?

Ukur dulu kemampuan diri sebelum melakukan olahraga

Mungkin selama ini Anda lebih sering melakukan satu jenis olahraga dalam satu hari, misalnya olahraga angkat beban atau lari. Satu hari penuh Anda akan fokus pada latihan angkat beban, baru keesokan harinya Anda selingi dengan olahraga lari.

Yang sekarang jadi pertanyaan adalah kalau ingin melakukan olahraga angkat beban dan lari dalam waktu yang berdekatan, mana yang harus didahulukan? Sebenarnya sah-sah saja, kok, untuk melakukan kedua olahraga ini dalam waktu yang berdekatan. Asalkan, olahraga yang Anda lakukan sepadan dengan kemampuan tubuh Anda.

Sesuaikan dengan kebutuhan Anda saat ini

Kuncinya, pahami dulu manfaat olahraga angkat beban dan lari, agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Jika Anda ingin membentuk dan membesarkan otot, maka angkat beban adalah jawaban yang tepat. Namun bila yang Anda butuhkan adalah penurunan berat badan, baik olahraga lari dan angkat beban bisa jadi pilihan yang baik.

Pasalnya, lari merupakan satu dari beberapa jenis olahraga kardio yang dipercaya ampuh untuk membakar kalori demi menurunkan berat badan. Tidak kalah dengan lari, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kalori yang dibakar usai melakukan latihan angkat beban jauh lebih banyak dibandingkan dengan olahraga kardio.

Bahkan, pembakaran kalori berkat latihan angkat beban tidak hanya berlangsung selama proses latihan saja, melainkan hingga 38 jam setelah angkat beban, dilansir dari laman Healthline.

lari jarak jauh

Apakah saya harus olahraga angkat beban dulu?

Lagi-lagi, jawabannya kembali pada diri Anda masing-masing. Jika tujuan utama Anda adalah untuk membangun daya tahan jantung, maka jadikan lari sebagai olahraga pertama yang Anda lakukan. Sebaliknya, bila Anda lebih menginginkan pembentukan otot, sebaiknya lakukan angkat beban terlebih dahulu.

Tentukan tujuan Anda di awal, karena hal ini akan memengaruhi hasil yang akan di dapat. Pasalnya, ketika Anda melakukan olahraga pertama kali, pasokan energi masih optimal. Ibaratnya, bahan bakar Anda masih penuh saat itu.

Bagi Anda yang fokus utamanya adalah untuk membangun otot sekaligus membakar lemak tubuh, lakukan angkat beban sebagai pilihan utama demi menghasilkan pembentukan otot.

Selain itu, produksi hormon testosteron dan pelepasan hormon kortisol juga biasanya akan jauh lebih baik, saat angkat beban dipilih sebagai olahraga pembuka.

Tak ada salahnya juga jika Anda memilih olahraga lari sebagai pembuka

Anda bisa memilih lari sebagai olahraga pembuka bila fokus utama Anda ada pada ketahanan kardiovaskular. Pasalnya, jika Anda lebih mendahulukan angkat beban maka sebagian energi Anda akan terkuras habis untuk itu sehingga kemungkinan besar energi yang tersisa untuk lari tidak cukup optimal.

Manfaat lainnya, kalori yang terbakar juga akan semakin besar karena intensitas yang tinggi dari lari, kemudian dilanjutkan dengan angkat beban.

Cara lain yang tidak kalah efektif untuk menurunkan berat badan yakni dengan menggabungkan kedua olahraga tersebut dalam satu interval latihan. Singkatnya, secara bergantian melakukan lari dan angkat beban dengan membaginya ke dalam beberapa menit yang seimbang. Selain bisa meningkatkan denyut jantung, ketahanan tubuh juga akan lebih terjaga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Aman Tetap Jogging Saat Puasa

Jika Anda berencana untuk tetap jogging saat puasa, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan guna menghindari risiko cedera. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan 13/05/2020 . Waktu baca 3 menit

5 Bekal Gerakan Bela Diri untuk Wanita

Para wanita perlu melindungi diri dari serangan pelecehan apa pun. Supaya senantiasa aman, mari pelajari gerakan bela diri untuk wanita ini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kebugaran, Hidup Sehat 03/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Mager Olahraga Saat Karantina? Ini 7 Tips Agar Anda Tetap Semangat

Masa karantina membuat badan jadi malas gerak. Padahal, olahraga penting agar tubuh tetap fit. Ini tips agar Anda tetap semangat olahraga saat karantina.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Kapan Waktu Terbaik untuk Olahraga Lari?

Beberapa lebih senang melakukannya di pagi hari, namun ada juga yang melakukannya di sore hari. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk olahraga lari?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kebugaran, Hidup Sehat 17/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Tips Menjaga Kesehatan Kulit Sebelum dan Sesudah Berolahraga

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 4 menit
pemanasan sebelum olahraga

Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit
olahraga gym covid-19

Beberapa Pertimbangan Olahraga di Gym Saat Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 12/06/2020 . Waktu baca 5 menit
olahraga dengan masker

Olahraga Menggunakan Masker Saat Pandemi, Begini Menurut Pakar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . Waktu baca 7 menit