Ini Alasannya Kenapa Anda Perlu Mengukur Denyut Jantung Selama Olahraga

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/12/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Jika Anda ingin hidup sehat, olahraga bisa jadi salah satu cara untuk mencapainya. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat olahraga, salah satunya rutin mengukur denyut jantung. Memangnya, kenapa perlu Anda melakukan hal ini? Yuk, cari tahu alasannya pada ulasan berikut ini.

Kenapa Anda perlu mengukur denyut jantung selama olahraga?

penyakit jantung boleh puasa

Olahraga memang memberi manfaat bagi tubuh. Namun, setiap jenis olahraga punya keunggulan masing-masing. Jika Anda ingin meningkatkan kesehatan jantung, jenis olahraga yang direkomendasikan adalah latihan kardio.

Latihan ini dapat meningkatkan aliran dan volume darah kembali ke jantung sehingga jantung jadi lebih cepat berdenyut.

Saat olahraga, Anda disarankan untuk mengukur detak jantung. Tujuannya, agar Anda tahu olahraga tersebut memenuhi tujuan atau tidak, terutama untuk meningkatkan kesehatan jantung dan menurunkan berat badan.

Menurut Gateway Region YMCA, mengukur denyut jantung saat olahraga membuat seseorang tahu target kecepatan detak jantung yang ingin dicapai. Ini disebut juga dengan zona target denyut jantung.

Contohnya, saat Anda berlari dan mengecek denyut jantung, hasilnya masih di bawah target. Itu artinya, Anda perlu meningkatkan aktivitas yang dilakukan, misalnya mempercepat lari Anda.

Namun, hal ini bisa juga berlaku sebaliknya. Bila setelah dicek, denyut jantung berada di atas target, itu artinya Anda tidak perlu memaksakan diri untuk terus berlari cepat.

Secara bertahap, kurangi kecepatan Anda hingga detak jantung kembali mencapai zona target yang aman.

Ingat, berolahraga terlalu keras dapat menimbulkan efek samping yang merugikan, apalagi jika Anda masih pemula.

Kondisi ini umumnya membuat Anda sulit untuk bernapas normal selama beberapa saat atau perasaan tidak nyaman di dada.

Cara mengukur denyut jantung saat olahraga

Mengukur denyut jantung bisa dilakukan dengan berbagai cara, yakni menggunakan bantuan alat maupun manual. Alat yang digunakan biasanya adalah smartwatch atau smartband yang dipakai seperti jam tangan.

Namun, bila tidak memiliki alat ini, Anda bisa mengeceknya secara manual dengan beberapa cara berikut ini.

1. Melalui denyut arteri radial

Metode ini dilakukan dengan menemukan arteri radial di pergelangan tangan untuk mengukur denyut jantung selama olahraga.

Tempatkan jari telunjuk dan jari tengah di bagian pergelangan tangan. Jangan gunakan ibu jari karena mempersulit Anda untuk menghitung denyut nadi secara akurat.

Anda mungkin perlu meraba untuk merasakan denyut nadi. Setelah menemukannya, diamkan kedua jari selama 15 detik dan hitung seberapa banyak denyutnya.

Hasilnya, kemudian Anda lipat gandakan sebanyak 4 kali. Cara ini dapat dipakai jika nadi anda teratur. Namun, jika nadi anda tidak teratur, hitung selama 60 detik atau 1 menit.

Contohnya, jika dalam 15 menit jantung Anda berdenyut sebanyak 20 kali, totalnya denyut nadinya adalah 80 denyut per menit (bpm).

2. Melalui denyut arteri karotis

Cara mengukur denyut jantung lainnya melalui denyut arteri karotis. Arteri karotis berada di sekitar leher yang bertugas mengantarkan darah ke otak dan kepala.

Tempatkan jari tengah dan telunjuk Anda di kedua sisi leher, baik kanan atau kiri. Anda mungkin perlu meraba-rabanya dengan jari untuk menemukan arteri tersebut.

Sama seperti cara sebelumnya, hitung denyut jantung selama 15 detik kemudian lipat gandakan sebanyak 4 kali untuk mendapatkan detak jantung per menit.

Selain dua metode tersebut, ada cara lain untuk mengukur denyut jantung saat olahraga, yakni denyut arteri pedis (area kaki bagian atas) dan denyut arteri brachial (area lekukan lengan).

Namun, dua cara ini cukup sulit untuk Anda lakukan saat berolahraga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Saat berolahraga, tubuh Anda akan bergerak dan beraktivitas lebih intens dari biasanya sehingga Anda rawan mengalami 10 cedera olahraga berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kebugaran, Hidup Sehat 11/06/2020 . 8 menit baca

Apakah Seseorang yang Terkena Penyakit Jantung Bisa Sembuh?

Penyakit pilek dan batuk, dapat disembuhkan dengan istirahat dan minum obat. Lantas, apakah penyakit jantung juga bisa sembuh, seperti pilek?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 02/06/2020 . 5 menit baca

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Apakah Anda sedang dalam program menurunkan berat badan? Adakah cara menurunkan berat badan tanpa olahraga? Cara ini menarik untuk disimak!

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 28/05/2020 . 7 menit baca

Agar Tetap Bugar Selama Liburan, Sontek 4 Tips Olahraga Mudah Ini

Lakukan olahraga saat liburan bersama keluarga agar tetap bugar. Simak pilihan kegiatan hingga tips berolahraga sederhana di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kebugaran, Hidup Sehat 25/05/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit katup jantung

Penyakit Katup Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 1 menit baca
Olahraga di luar rumah pandemi

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 4 menit baca
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
pemanasan sebelum olahraga

Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . 5 menit baca