Daftar Makanan untuk Meringankan Osteoarthritis Lutut

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bila Anda adalah penderita osteoartritis lutut, ada kabar baik untuk Anda. Para ilmuwan memberikan rekomendasi makanan berikut yang dapat membantu para penderita osteoartritis lutut mengurangi peradangan dan sakit pada sendi.

Sebenarnya, tidak ada pola makan yang spesifik untuk mengatasi masalah kesehatan ini. Akan tetapi, kalau Anda dapat dengan cermat memilih makanan yang Anda makan, maka hal tersebut dapat membantu Anda menanggulangi atau meringankan peradangan pada sendi-sendi Anda ini.

Dua syarat penting untuk mengurangi peradangan sendiri

Syarat pertama adalah mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan. Perlu Anda ketahui bahwa peradangan memproduksi radikal bebas. Radikal bebas sendiri adalah molekul yang merusak sel, yang terbentuk akibat respons terhadap racun atau proses-proses pada tubuh Anda. Bagian-bagian tubuh Anda seperti kulit, mata, dan termasuk synovium (bantalan antara sendi-sendi pada lutut). Antioksidan sendiri diketahui dapat melindungi tubuh Anda dari radikal bebas ini. Antioksidan telah diteliti dapat membantu menanggulangi artritis, memperlambat parahnya radang, dan mengurangi rasa sakit.

Syarat berikutnya adalah mengontrol berat badan. Memiliki berat badan yang ideal adalah hal yang sangat penting untuk membantu menanggulangi osteoartritis lutut. Kelebihan lemak bukan hanya saja menambah beban pada lutut, tetapi lemak pada tubuh juga memicu produksi hormon dan bahan-bahan kimia lain yang meningkatkan aktivitas peradangan.

Tips mengurangi berat badan bagi penderita osteoarthritis

Berikut tips-tips yang dapat Anda terapkan untuk mengontrol berat badan Anda:

  • Kurangi porsi makan
  • Jangan membeli produk-produk makanan yang berkalori tinggi
  • Cobalah makan sup untuk mengisi perut, terutama sup yang berisi sayur-sayuran

Syarat lain adalah jangan memasak daging dengan temperatur terlalu tinggi. Saat daging dimasak dengan temperatur terlalu tinggi, ada komponen bernama advanced glycation end products (AGEs) yang menyebabkan peradangan pada tubuh Anda.

Makanan yang dapat membantu penderita osteoartritis lutut

1. Vitamin C

Antioksidan yang terkandung pada vitamin C dapat membantu pertumbuhan tulang lunak. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan melemahnya tulang lunak dan meningkatnya tanda-tanda terkena osteoartritis. Untuk pria, direkomendasikan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C sebanyak 90 miligram per hari, sedangkan untuk wanita 75 miligram per hari.

Berikut makanan-makanan yang mengandung vitamin C yang bisa jadi pilihan Anda:

  • Buah-buah tropis seperti pepaya, jambu, dan nanas
  • Buah-buah citrus seperti jeruk
  • Blewah
  • Stroberi
  • Kiwi
  • Raspberry
  • Sayur-sayuran kembang seperti bunga kol, brokoli, dan kale
  • Tomat
  • Paprika

 2. Vitamin D

Memang, hal ini masing dalam tahap penelitian lebih lanjut. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk menerapkan hal ini ke pola makan Anda. Vitamin D dapat membantu menanggulangi rusaknya tulang lunak dan mengurangi risiko jarak antar sendi menyempit.

Berikut daftar makanan yang mengandung Vitamin D:

  • Makanan laut seperti salmon, sarden, udang
  • Susu fortifikasi
  • Telur
  • Makanan yang sudah difortifikasi dengan vitamin D seperti jus jeruk, sereal, tahu, dan yogurt

 3. Beta-karoten

Beta-karoten juga merupakan komponen yang mengandung antioksidan untuk membantu melawan radikal bebas sebelum radikal bebas tersebut merusak sendi Anda. Makanan yang mengandung beta-karoten gampang dibedakan, yaitu buah atau sayuran yang berwarna oranye cerah, seperti wortel. Makanan-makanan lain termasuk:

  • Sayuran kembang seperti kale, brokoli, collard greens, dan chard
  • Ubi jalar
  • Labu
  • Blewah
  • Selada cos
  • Bayam
  • Aprikot
  • Daun peppermint
  • Tomat
  • Asparagus

 4. Asam lemak omega-3

Lemak tersehat yang bisa dikonsumsi oleh penderita osteoarthritis adalah asam lemak omega-3. Kalau lemak lain meningkatkan peradangan pada tubuh, omega-3 justru mengurangi peradangan pada tubuh dengan menekan produksi sitokinin dan enzim yang merusak tulang lunak. Disarankan, Anda mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3 sebanyak 85 gram per minggu.

Makanan-makanan yang mengandung omega-3 biasanya ditemukan dari makanan-makanan yang berasal dari laut, seperti:

  • Salmon
  • Sarden
  • Ikan herring
  • Ikan tuna
  • Makerel
  • Ikan teri atau ikan bilis
  • Ikan rainbow trout
  • Telur yang telah difortifikasi dengan omega-3
  • Kacang walnut

 5. Bioflavanoid

Jenis bioflavanoid seperti quercetin dan anthocyanidins membentuk antioksidan. Efek anti peradangan pada quercetin hampir sama dengan obat-obatan anti peradangan seperti aspirin dan ibuprofen. Berikut makanan yang mengandung quercetin:

  • Bawang
  • Kale
  • Brokoli
  • Bluberi
  • Black currants
  • The hijau
  • Tomat ceri
  • Bubuk cocoa
  • Aprikot
  • Apel (makan dengan kulitnya)

 6. Makanan yang pedas

Beberapa makanan yang pedas mengandung efek anti peradangan. Makanan pedas yang paling berguna adalah jahe dan kunyit. Kunyit sendiri telah diteliti dapat menekan bahan-bahan kimia yang menyebabkan peradangan. Campurkan jahe pada makanan atau minuman Anda, seperti teh jahe, bumbu salad, dan lain sebagainya.

7. Minyak zaitun

Penelitian menyatakan bahwa salah satu komponen pada minyak zaitun, oleocanthal, dapat membantu mencegah peradangan. Semakin kuat rasa minyak zaitun, semakin tinggi kandungan oleocanthal tersebut. Sebanyak 3,5 sendok makan minyak zaitun sama dengan 200 miligram ibuprofen. Akan tetapi, 3,5 sendok makan minyak zaitun juga sama dengan 400 kalori. Oleh karena itu, untuk menghindari kelebihan kalori pada tubuh, bila Anda sudah memakai minyak zaitun, jangan lagi tambahan mentega atau minyak lain pada makanan Anda.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Saat berolahraga, tubuh Anda akan bergerak dan beraktivitas lebih intens dari biasanya sehingga Anda rawan mengalami 10 cedera olahraga berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kebugaran, Hidup Sehat 11/06/2020 . Waktu baca 8 menit

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Bolehkah Makan Nasi Merah Setiap Hari?

Nasi merah kerap dijadikan pengganti nasi putih saat seseorang sedang diet. Namun, jangan asal makan nasi merah setiap hari tanpa tahu hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020 . Waktu baca 4 menit

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Di antara silaturahmi dan makan di banyak rumah, dikelilingi sajian Lebaran penuh lemak dan kolesterol, kita bisa tetap menjalaninya dengan sehat, lho.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan 21/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tidak cepat lapar

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit
resep dessert vegan

3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
resep sorbet

Dua Resep Sorbet, Camilan Segar Sehat yang Mudah Dibuat

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

7 Mitos yang Salah Tentang Membentuk Otot

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 12/06/2020 . Waktu baca 4 menit