6 Kesalahan Saat Berjalan Kaki yang Sering Disepelekan Banyak Orang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jalan kaki menawarkan segudang manfaat yang baik buat kesehatan Anda. Sayangnya, banyak orang yang secara tak sadar melakukan kesalahan saat berjalan kaki. Akibatnya, manfaat yang ditawarkan dari aktivitas satu ini jadi tak optimal.

Kesalahan yang sering dilakukan saat berjalan kaki

1. Langkah kaki telalu lebar

olahraga mudah jalan kaki

Kebanyakan orang yang jalan cepat pasti secara refleks akan melangkahkan kakinya lebar-lebar. Hal ini sebenarnya tidak tepat. Langkah kaki yang terlalu lebar justru dapat membuat gerakan terasa lebih berat dan lambat. Betis dan tulang kering Anda juga cepat terasa nyeri.

Ambillah langkah yang lebih pendek, tapi dengan irama gerakan yang lebih cepat.

2. Minum terlalu sedikit

minuman olahraga

Sama seperti ketika melakukan olahraga lainnya, pastikan Anda memenuhi asupan cairan yang cukup sebelum, selama, dan setelah jalan kaki. Bawa botol minum bersama Anda saat berjalan kaki agar terhindar dari dehidrasi sekaligus menjaga asupan cairan tubuh secara optimal. Terutama dalam cuaca panas.

Hindari minuman yang mengandung kafein, karena minuman jenis ini justru dapat menyebabkan Anda cepat haus dan kehilangan banyak cairan. Sebaiknya, pilihlah air mineral biasa.

3. Pakai sepatu yang tidak tepat

sepatu olahraga untuk osteoartitis lutut

Tidak semua sepatu olahraga cocok digunakan untuk jalan kaki. Jika sepatu yang Anda pakai untuk berjalan tidak tepat, Anda akan lebih mungkin untuk mengalami plantar fasciitis, terkilir, hingga masalah lutut.

Pilihlah sepatu yang ringan namun tetap memiliki bantalan empuk untuk memberikan kenyamanan saat Anda melangkah. Sol sepatu juga harusnya fleksibel, sehingga kaki Anda tidak tidak menerima tekanan berat saat berjalan.

Yang tak kalah penting, pastikan jika sepatu yang Anda pakai memiliki ukuran yang pas di kaki. Jadi, Anda tidak merasa kesempitan atau kelonggaran saat memakainya.

4. Salah pilih baju

Olahraga untuk Kanker Usus Besar

Beberapa orang mungkin memakai pakaian terlalu tebal saat jalan kaki. Padahal, pakaian yang terlalu tebal justru menghambat proses penguapan tubuh. Sebaiknya, gunakanlah pakaian yang nyaman, tidak berbahan tebal, dan bisa menyerap keringat. Intinya, pakailah bahan yang bisa membantu memudahkan penguapan keringat yang keluar saat jalan kaki.

5. Tidak menggerakan tangan

semangat olahraga

Kesalahan berjalan kaki lainnya adalah membiarkan tangan Anda menggantung lemas di kedua sisi tubuh saat berjalan. Sebaiknya ayunkan tangan Anda ke belakang berlawanan dengan langkah kaki Anda. Jadi, ketika kaki kiri ke depan, maka arahkan lengan kanan Anda ke depan. Begitu pula sebaliknya.

Agar lebih optimal, kepalkan tangan dengan posisi ibu jari di dalam kepalan untuk menegangkan otot lengan atas. Kemudian, ayunkan tangan ke belakang sekuat yang Anda bisa.

Jika dilakukan dengan teknik yang tepat, mengayunkan tangan ketika berjalan kaki dapat mengimbangi langkah kaki sekaligus mempercepat gerak langkah Anda.

6. Kepala menunduk saat berjalan

olahraga saat berpuasa

Tanpa disadari, banyak orang yang berjalan kaki dengan kepala tertunduk karena terlalu fokus mengawasi gerak kaki atau justru terus-terusan melihat layar ponsel. Padahal, menundukkan kepala saat berjalan justru dapat membuat area punggung, leher, dan bahu Anda terasa nyeri atau bahkan kaku.

Tak hanya itu, menundukkan kepala saat jalan kaki justru dapat membuat Anda tidak awas dengan lingkungan sekitar. Ya, bisa saja Anda menabrak orang atau bahkan bangunan yang ada di depan Anda.

Oleh sebab itu, berjalannya dengan postur tubuh yang baik. Tegakkan badan dan fokuskan mata pada jalanan atau situasi di depan Anda

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menjadi Atlet di Mata Atlet Muda Indonesia

Menjadi atlet sejak usia belia sebaiknya berdasarkan keinginan si anak sendiri. Inilah kisah-kisah para atlet muda Indonesia atas pilihannya.  

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kejang otot

Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
kram otot

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
memaksa anak jago olahraga

Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rina Nurjanah
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit