Jam Berapa Saja Kita Harus Makan Agar Berat Badan Terjaga?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda sudah memilih bahan makanan yang sehat, mengolah makanan tersebut dengan cara yang sehat, serta porsi makan juga telah disesuaikan dengan kebutuhan dalam sehari. Semua Anda lakukan demi memulai hidup yang sehat, tidak salah memang tetapi ada satu hal yang kurang. Apakah Anda tahu jam makan yang baik yang harusnya Anda terapkan sehari-hari?

Jam makan yang baik juga perlu Anda pikirkan agar berat badan tidak terus naik dan baik untuk diet Anda.

Jam makan yang baik berpengaruh terhadap berat badan Anda

Jika Anda ingin hidup sehat, memilih bahan makanan yang tepat saja tidak cukup. Apalagi jika Anda sedang berada dalam diet yang ketat, yang Anda perlukan adalah mengatur jam makan Anda dalam sehari. Sebab, jam makan yang baik memengaruhi langsung berat badan Anda. Bahkan hal ini sudah dibuktikan dalam beberapa penelitian yang menyatakan bahwa orang yang memiliki jam makan yang baik cenderung mempunyai berat badan yang terkendali dan terhindar dari kegemukan.

Lalu, seperti apa jadwal jam makan yang baik?

Sebenarnya, tidak ada ketentuan jam makan yang pasti bagi setiap orang. Masing-masing individu pasti mempunyai kebiasaan serta pola makannya tersendiri, walaupun begitu alangkah baiknya jika Anda dapat membuat jam makan yang baik untuk diri Anda sendiri.

Selain itu, usahakan untuk memiliki jam makan yang sama setiap harinya, sebab hal ini membuat tubuh Anda mengerti dan tahu kapan jadwal ia mendapatkan makanan. Sehingga, metabolisme akan meningkat dan berat badan Anda akan terjaga. Namun berikut adalah beberapa hal yang dapat dijadikan panduan untuk membuat jam makan yang baik.

1. Sarapan sebelum jam sembilan

Ya, tubuh membutuhkan makanan setelah hampir tujuh jam kosong, sehingga Anda harus cepat-cepat mengisinya agar Anda mendapatkan kembali energi untuk beraktivitas. Kadar glukosa dalam darah akan turun sekitar satu sampai dua jam setelah Anda bangun. Jadi, sarapan sebelum jam sembilan pagi adalah waktu yang ideal untuk memberikan otak dan tubuh Anda makanan.

2. Makan camilan empat jam setelah sarapan

Pada dasarnya, tubuh perlu untuk selalu diisi setiap empat sampai lima jam sekali, jadi jangan heran jika Anda sudah merasakan lapar atau perut berbunyi ketika empat jam setelah Anda sarapan. Anda bisa menyiasatinya dengan ngemil camilan yang sehat, untuk mengganjal perut Anda yang lapar.

3. Makan siang di waktu istirahat

Sebagian besar orang makan siang ketika waktu istirahat tiba, yaitu sekitar pukul 12 siang. Sebenarnya tidak ada masalah dengan hal tersebut. Apabila Anda sudah makan camilan sebelumnya, maka hal itu akan mencegah Anda untuk tidak makan terlalu banyak di siang hari. makan yang terlalu banyak di siang hari akan membuat Anda cepat mengantuk.

4. Camilan di sore hari

Hampir sama dengan jadwal ngemil sebelumnya yang sebaiknya dilakukan sekitar empat jam setelah makan siang. Ketika waktu makan siang sudah lewat, biasanya perut akan kembali keroncongan dalam 3-4 jam kemudian.

Jika Anda makan siang jam 12 siang, maka Anda harus mengisi kembali perut Anda di jam 3 atau 4 sore. Hal ini akan membantu Anda tidak mengambil porsi makan yang banyak ketika makan malam. Tapi jangan lupa, camilan yang Anda makan harus yang sehat ya.

5. Makan malam sebelum jam delapan malam

Hal yang sangat baik jika Anda bisa melakukan makan malam sebelum jam delapan. Sebab, Anda harus memberikan waktu untuk tubuh dalam mencerna makanan yang masuk sebelum Anda pergi tidur. Tidur dalam keadaan perut yang penuh tentu saja tidak baik untuk kesehatan.

Jadi, biasakanlah untuk tidak makan makanan yang berat setelah jam 8 malam. Apabila Anda merasa lapar, Anda masih boleh mengemil camilan sehat, yang tidak mengandung banyak kalori, lemak, dan gula.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit