Air Liur Tiba-tiba Keluar Banyak dan Terus Menerus, Apa Artinya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ngiler ketika tidur adalah hal yang biasa. Mungkin Anda hanya terbiasa tidur mangap. Tapi yang jadi masalah adalah ketika air liur keluar banyak dan terus menerus, padahal tidak sedang tidur. Dalam dunia medis, produksi air liur berlebihan disebut hipersalivasi. Apa penyebabnya?

Apa itu hipersalivasi?

Air liur (saliva) adalah cairan yang diproduksi oleh kelenjar saliva yang berada di dalam rongga mulut. Cairan liur berperan dalam melunakan makanan dan membantu proses menelan makanan serta mengandung enzim pencernaan. Air liur dibutuhkan untuk mencegah mulut kering, menyembuhkan luka di dalam mulut, menghilangkan bakteri, serta melindungi mulut dari racun. Namun jika terjadi produksi saliva terlalu banyak atau hipersalivasi, hal tersebut kemungkinan berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu.

Hipersalivasi adalah kondisi yang diakibatkan oleh produksi cairan saliva yang terlalu banyak sehingga liur dapat keluar dengan sendirinya tanpa disadari. Kondisi ini tidak secara langsung berbahaya, namun dapat mengganggu kepercayaan diri seseorang dan membuat rasa tidak nyaman.

Produksi air liur berlebihan umumnya berkaitan dengan kondisi tertentu seperti adanya infeksi bakteri pada mulut. Hipersalivasi dapat terjadi secara akut ataupun kronis bergantung penyebabnya.

Apa yang menyebabkan keluar air liur berlebihan?

Produksi air liur akan meningkat begitu seseorang mengalami beberapa kondisi, seperti:

  • Gigi berlubang
  • Refluks asam lambung
  • Infeksi pada rongga mulut
  • Sariawan
  • Mengonsumsi obat penenang
  • Terpapar racun
  • Sedang hamil
  • Cedera atau trauma pada rahang
  • Infeksi serius, seperti tuberkulosis dan rabies
  • Menggunakan gigi palsu

Produksi liur juga dapat meningkat ketika seseorang mengunyah permen karet, sedang makan, ataupun saat ia sedang bahagia atau cemas.

Sementara itu, jika produksi air liur berlebihan telah berlangsung lama dan kronis, ini mungkin disebabkan oleh gangguan pengendalian otot mulut, seperti yang disebabkan oleh:

  • Maloklusi – kondisi kedua gigi tidak menutup rata ketika rahang menutup
  • Gangguan intelektual
  • Penyakit Parkinson
  • Amyotrophic lateral sclerosis (ALS)
  • Penyakit stroke
  • Cerebral palsy
  • Facial nerve palsy
  • Pembengkakan lidah

Apa akibatnya jika keluar air liur berlebihan?

Hipersalivasi menyebabkan mulut terus menerus dipenuhi liur sehingga dapat menyebabkan seseorang tampak ngeces atau ngiler, perlu meludah terus menerus, dan sulit menelan. Selain itu hipersalivasi juga dapat menyebabkan:

  • Bibir kering
  • Kerusakan hingga infeksi kulit di sekitar rongga mulut
  • Bau mulut
  • Dehidrasi
  • Kesulitan berbicara
  • Kesulitan dalam merasakan makanan

Seseorang yang mengalami hipersalivasi kemungkinan besar akan menghirup cairan saliva, makanan dan minuman yang dikonsumsi ke dalam paru-paru mereka. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi pneumonia aspirasi. Proses menghirup tersebut lebih terjadi ketika reflek untuk muntah dan batuk mengalami gangguan.

Apa yang dapat dilakukan?

Produksi air liur berlebihan akan berhenti dan kembali normal begitu hal yang menyebabkannya yang hilang atau diobati.

Dokter akan mengenali kondisi hipersalivasi dengan berdiskusi tentang gejala yang lainnya dan kemungkinan kondisi kesehatan lainnya yang berkaitan dengan penyebab hipersalivasi. Jika hipersalivasi berkaitan dengan masalah gigi berlubang dan infeksi pada gigi, maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter gigi.

Penanganan hipersalivasi di rumah dapat dilakukan jika tidak ada masalah infeksi serius seperti yang disebabkan peradangan gusi dan iritasi mulut. Hal tersebut dapat ditangani dengan menjaga kebersihan mulut. Menyikat gigi dengan rutin merupakan salah satu cara mengendalikan hipersalivasi karena menimbulkan efek mengeringkan mulut. Hal serupa juga dapat ditemukan ketika Anda berkumur dengan menggunakan obat kumur yang mengandung alkohol.

Hipersalivasi dapat ditangani dengan obat yang mengandung glycopyrrolate dan scopolamine. Keduanya bekerja sebagai penghambat impuls saraf ke kelenjar saliva sehingga mulut lebih sedikit memproduksi saliva. Namun kedua obat tersebut dapat menyebabkan efek samping seperti gangguan berkemih, hiperaktivitas, mulut kering, dan gangguan penglihatan.

Suntik botox, operasi, dan terapi radiasi juga dapat menjadi alternatif untuk mengatasi produksi air liur berlebihan. Bicarakan dengan dokter mengenai pilihan pengobatan yang paling tepat untuk Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca