4 Gejala Batu Amandel Khas, dari Bau Mulut Hingga Nyeri Tenggorokan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/06/2019 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Amandel (tonsil) adalah kelenjar yang berada di belakang tenggorokan dan berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Ketika ada bakteri atau virus yang masuk melalui mulut dan melewati tenggorokan, tonsil akan menyaring zat asing tersebut. Selain radang amandel (tonsilitis), ada kondisi medis lain yang dapat mengganggu kinerja tonsil, yaitu tonsil stone atau batu amandel.

Walaupun menyerang amandel, banyak pasien yang tidak menyadari bahwa mereka terkena penyakit ini. Untuk itu, pelajari apa saja batu amandel berikut ini.

Batu amandel, bisa terbentuk akibat sisa makanan

Tonsillolits atau dikenal juga dengan tonsil stone adalah batuan putih atau kuning pada menempel di dalam amandel. Terbentuknya batu amandel disebabkan oleh sel mati, lendir, air liur, atau makanan yang menyumbat pada celah amandel yang disebut dengan crypt tonsil. Lambat laun, kotoran akan semakin banyak yang tersangkut, menumpuk, membentuk batuan dan mengeras.

Orang yang memiliki kebersihan mulut yang buruk, sinus bermasalah, ukuran amandel besar atau radang amandel kronis berisiko dengan tonsillolits. Sayangnya, penyakit ini sering kali tidak memiliki gejala (asimptomatik).

Walaupun jarang menyebabkan komplikasi parah, batuan bisa membesar seukuran butir beras hingga buah anggur. Akibatnya, amandel bisa membengkak dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Berbagai gejala batu amandel yang perlu Anda perhatikan

Beberapa gejala yang mungkin terjadi jika Anda memiliki batu amandel adalah:

1. Bau mulut

tips mencegah bau mulut

Bau mulut (halitosis) adalah gejala umum dari batu amandel. Sebuah penelitian menemukan bahwa pada pasien yang punya batu amandel kronis, ternyata memiliki senyawa sulfur dalam mulutnya. Zat sulfur tersebut bisa menimbulkan bau mulut.

Dari semua pasien, 75 persen orang dengan kandungan senyawa sulfur yang tinggi pada mulutnya memiliki tonsil stone. Bakteri dan jamur yang memakan tumpukan batuan mengeluarkan zat yang membuat napas dari mulut berbau busuk.

2. Sakit tenggorokan karena pembengkakan

tenggorokan gatal

Adanya batu pada amandel membuat tenggorokan terasa tidak enak menelan atau rasa sakit menelan. Kemungkinan rasa sakit akan muncul saat batuan mulai membesar.

Ketika batu amandel dan radang amandel terjadi bersamaan, akan sulit menentukan apakah rasa sakit di tenggorokan disebabkan oleh infeksi atau pembengkakan. Untungnya, batu empedu yang asimptomatik biasanya akan terdeteksi lebih mudah karena adanya radang amandel.

3. Adanya gumpalan putih di tenggorokan

membuka mulut saat periksa dokter

Batu pada amandel terlihat seperti gumpalan padat yang berwarna putih atau kekuningan. Benjolan tersebut terlihat di belakang tenggorokan. Namun, ada juga yang mudah terlihat, misalnya terjadi pada lipatan amandel.

Pada kasus ini, batu amandel hanya akan terlihat dengan bantuan teknik pemindaian non-invasif, seperti CT scan atau pencitraan resonansi magnetik.

4. Kesulitan menelan dan telinga terasa sakit

telinga sakit saat mengunyah

Amandel yang membengkak karena adanya batuan, bisa menyebabkan kesulitan atau rasa sakit saat menelan makanan dan minuman. Namun, timbulnya rasa sakit tergantung pada lokasi atau ukuran batu amandel.

Selain kesulitan menelan, pasien juga bisa merasakan sakit pada bagian telinga. Meskipun batuan yang terbentuk tidak menyentuh langsung area telinga, tenggorokan dan telinga memiliki jalur saraf yang sama sehingga rasa sakit bisa menyebar.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Langkah Tepat Mengatasi Sakit Tenggorokan Pada Ibu Menyusui

Sakit tenggorokan saat menyusui, pasti membuat Anda tidak nyaman. Jangan cemas, Anda bisa mengatasi sakit tenggorokan saat menyusui dengan cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Parenting, Menyusui 10/09/2019 . 3 mins read

Sudah Sembuh dari Batuk, Kenapa Tenggorokan Masih Gatal dan Sakit?

Kadang tenggorokan tetap masih terasa gatal meski batuk sudah sembuh cukup lama. Penyebabnya ternyata berbeda-beda pada setiap orang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Kesehatan Pernapasan 08/08/2019 . 5 mins read

6 Pilihan Minyak Esensial untuk Bantu Melegakan Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan tidak selalu membutuhkan obat. Namun untuk meredakan gejala sakit tenggorokan, coba gunakan beberapa alternatif minyak esensial berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Batuk, Health Centers 19/06/2019 . 5 mins read

Meski Sama-Sama Bengkak, Ini Perbedaan Gejala Antara Radang dan Kanker Amandel

Meski menyerang bagian yang sama, gejala radang amandel dan kanker amandel ternyata berbeda. Untuk itu, yuk kenali bedanya agar tak keliru.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 26/03/2019 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

puasa saat radang tenggorokan

7 Tips Sehat Menjalani Puasa Saat Radang Tenggorokan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020 . 4 mins read
permen pelega tenggorokan

Jangan Asal Pilih Permen Pelega Tenggorokan, Pastikan Ada Kandungan Ini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020 . 4 mins read
makanan saat radang tenggorokan

Apakah Boleh Makan Es Krim saat Radang Tenggorokan?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 09/03/2020 . 4 mins read
sariawan di tenggorokan

Mengulik Penyebab dan Cara Cepat Mengobati Sariawan di Tenggorokan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15/09/2019 . 7 mins read