Awas, Kandungan Deterjen dalam Pasta Gigi Anda Bisa Berbahaya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Menyikat gigi adalah salah satu fondasi utama untuk menjaga kebersihan mulut dan gigi. Namun hati-hati. Pasta gigi favorit Anda mungkin bisa berbalik menjadi bumerang bagi kesehatan tubuh. Kandungan detergen pasta gigi dilaporkan terkait dengan segudang masalah kesehatan. Mengapa begitu? Simak ulasannya dalam artikel ini.

SLS, kandungan detergen pasta gigi yang harus diwaspadai

Banyak orang yang membeli pasta gigi tanpa terlebih dulu membaca label komposisinya. Ini adalah kesalahan fatal. Banyak produk pasta gigi yang mengandung bahan berpotensi bahaya bagi kesehatan, termasuk beberapa yang dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.

Salah satu yang harus diwaspadai adalah kandungan detergen pasta gigi bernama SLS, atau sodium lauryl sulfate. SLS adalah zat yang berfungsi menciptakan banyak busa untuk meluruhkan plak dan kotoran yang menempel di gigi. Tidak hanya itu, SLS juga diklaim mampu memutihkan gigi dan memberikan efek mulut senantiasa bersih dan segar.

Bahaya kandungan detergen pasta gigi pada kesehatan

Anda mungkin pernah sesekali mengalami luka atau sariawan kecil di mulut akibat kebiasaan menggosok gigi terlalu keras. Namun apabila Anda masih suka sariawan meski cara menyikat gigi Anda sudah benar, bisa jadi ini disebabkan oleh kandungan detergen pasta gigi Anda.

Parahnya lagi, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Dentistry Norwegia menyebutkan bahwa SLS secara khusus dapat menghambat fungsi mineral fluoride untuk mencegah gigi berlubang.

Selain itu, penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Dentistry juga menyebutkan bahwa penggunaan SLS sebagai detergen pasta gigi paling berisiko menyebabkan iritasi pada jaringan lunak dalam rongga mulut dibandingkan pasta gigi yang mengandung detergen jenis cocoamidopropyl-betaine (CAPB). Sementara itu, pasta gigi bebas detergen sama sekali tidak menyebabkan iritasi.

pasta gigi sensitif

Hal senada juga ditemukan para peneliti yang mempublikasikan hasil penelitiannya dalam Journal of Oral Disease pada tahun 2012. Mereka melaporkan bahwa kandungan SLS dalam pasta gigi menyebabkan sariawan berulang, serta efek rasa nyeri yang lebih menyakitkan dibandingkan dengan pasta gigi yang tidak mengandung SLS.

Menurut American College of Toxicology, SLS yang tertelan dapat bertahan dalam tubuh hingga 5 hari dan bisa terus menumpuk dalam jantung, hati, paru-paru, dan otak semakin sering Anda menggosok gigi.

Ketika berinteraksi dengan bahan kimia lainnya, sodium laurel sulfate dapat berubah menjadi nitrosamin. Nitrosamin adalah agen karsinogen kuat yang menyebabkan tubuh menyerap nitrat berbahaya.

Pentingnya baca label komposisi bahan

Itu sebabnya penting bagi Anda untuk selalu mengecek label komposisi bahan pada kemasan pasta gigi yang Anda gunakan sehari-hari.

Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan, batas aman kadar detergen pasta gigi SLS dalam pasta gigi adalah di bawah 0,5 persen.

Selain SLS, zat detergen lainnya yang rentan menyebabkan sariawan adalah pyrophosphate. Zat perasa dalam pasta gigi juga turut berperan serta dalam risiko ini.

Jika pasta gigi yang Anda gunakan mengandung beberapa bahan yang sudah disebutkan di atas, ada baiknya Anda menghindari pemakaiannya. Jika perlu, berkonsultasilah ke dokter gigi untuk memastikan keamanan pasta gigi yang Anda gunakan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca