Dari Kuning Sampai Hitam, Ketahui Arti 6 Warna Kotoran Telinga Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/10/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kotoran telinga atau dikenal dengan istilah medis cerumen adalah kumpulan sel kulit mati, rambut, atau kotoran berada di bagian luar saluran telinga. Meskipun terlihat menjijikan, kotoran tersebut berfungsi melumasi dan melindungi telinga dari bakteri atau serangga kecil yang masuk ke telinga.

Saat telinga dibersihkan, warna kotoran telinga sering kali berubah-ubah. Kadang kuning, abu-abu, atau hitam. Sebenarnya, apa arti warna kotoran pada telinga Anda? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Kotoran telinga menjaga telinga tetap sehat

Telinga Anda secara alami menghasilkan zat lilin untuk mencegah zat asing penyebab infeksi masuk ke saluran telinga. Selama berhari-hari, zat lilin tersebut akan menumpuk bersamaan dengan sel kulit mati sehingga membentuk kotoran telinga.

Ketika kotoran telinga semakin menumpuk, kotoran tersebut akan terdorong dengan sendirinya ke arah telinga luar untuk dikeluarkan. Jadi, jangan aneh jika suatu saat Anda mendapati kotoran telinga keluar sendiri dari telinga.

Namun, kotoran telinga yang menumpuk sering kali membuat telinga Anda gatal. Anda pasti gemas untuk mengeluarkan kotoran tersebut dengan berbagai alat, mulai dari cottonbud, korek kuping plastik atau besi dan penyedot kotoran telinga.

Memahami berbagai tekstur dan warna kotoran telinga

cara membersihkan telinga

Warna kotoran telinga sangat bervariasi, bergantung kesehatan dan etnis seseorang. Namun umumnya, kotoran telinga akan berwarna kuning kecokelatan dan lengket atau kuning keabu-abuan dan kering.

Suatu waktu kotoran telinga bisa berubah warna dari biasanya, yaitu berwarna merah atau hitam. Berikut penjelasan tekstur dan warna kotoran telinga yang perlu Anda ketahui, seperti:

1. Warna kuning dan lunak

Kotoran yang terlihat berwarna kuning dan terasa lunak adalah kotoran telinga baru. Ini tidak menjadi masalah, selama kotoran tersebut tidak terlalu berair dan keluar dari saluran telinga Anda.

Jika kotoran telinga ini diproduksi lebih banyak bahkan hampir menetes dari telinga, diikuti gejala lain yang membuat telinga tidak nyaman, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Kemungkinan kondisi ini disebabkan oleh infeksi telinga bagian tengah (otitis media).

2. Warna cokelat kehitaman dan kering

Kotoran telinga tidak langsung dikeluarkan dari tubuh. Kotoran tersebut akan mengendap dan terus menumpuk dengan sel kuli mati. Kotoran yang lama ini biasanya berwarna cokelat kehitaman dan cenderung kering.

3. Warna kuning pucat dan kering

Saat kotoran yang cokelat mulai terdorong keluar, warnanya bisa berubah menjadi kuning pucat dan sangat kering, seperti serpihan kulit mengelupas. Namun, bisa juga tetap berwarna cokelat tua. Perbedaan warna dari kotoran telinga ini dipengaruhi oleh etnis.

Dilansir dari laman Health Line, orang keturunan Kaukasia dan Afrika-AMerika, cenderung memiliki kotoran telinga yang lebih gelap warnanya dan lengket. Sementara orang asli Amerika dan keturunan Asia Imur, cenderung memiliki kotoran telinga yang kering dan tipis.

Namun, perlu Anda perhatikan jika kotoran telinga yang pucat tersebut diikuti gejala lain, seperti kulit cepat mengelupas atau muncul ruam kemerahan. Bisa jadi kondisi tersebut menandakan Anda memiliki penyakit eksim atau psoriasis.

4. Warna kuning atau cokelat disertai kemerahan

Adanya warna kemerahan pada kotoran telinga Anda, menandakan adanya luka. Kondisi ini bisa terjadi akibat gesekan yang terlalu kuat saat Anda membersihkan telinga atau mengalami cedera di sekitar telinga.

Saat ini terjadi sebaiknya hentikan membersihkan telinga, sampai luka kering. Jika darah yang keluar cukup banyak, segera periksa ke dokter agar kondisi tidak makin memburuk.

5. Warna hitam

Kotoran telinga yang berwarna kehitaman menandakan bahwa kotoran yang menumpuk terlalu besar dan sulit untuk keluar. Produksi lilin telinga yang berlebihan ini biasanya terjadi ketika Anda merasa stres, cemas, atau ketakutan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Headset vs. Headphone, Mana yang Lebih Baik untuk Digunakan?

Walaupun sama-sama untuk mendengarkan musik, ternyata ada perbedaan agar tahu mana yang lebih baik diantara headphone atau headset.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 06/06/2019 . Waktu baca 3 menit

Membersihkan Telinga Jangan Sering-Sering! (Kapan Waktu yang Tepat?)

Membersihkan kotoran telinga tak boleh dilakukan setiap saat. Ini waktu yang tepat membersihkannnya agar telinga tetap bersih dan sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 23/05/2019 . Waktu baca 3 menit

6 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Kebersihan dan Kesehatan Telinga

Merawat kebersihan dan kesehatan telinga ternyata tidak bisa sembarangan, lho! Perhatikan beberapa hal berikut ini supaya Anda tidak salah langkah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/11/2018 . Waktu baca 5 menit

Kotoran Telinga Kok Berubah Jadi Hitam, Apa Sebabnya?

Warna kotoran telinga bisa berubah setiap waktu; kuning atau cokelat. Namun dapat juga berubah jadi hitam. Apa saja penyebab kotoran telinga berwarna hitam?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/11/2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020 . Waktu baca 5 menit
membersihkan telinga yang benar

Kesalahan Saat Membersihkan Telinga yang Mulai Harus Dihentikan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 16/03/2020 . Waktu baca 4 menit
merawat telinga memakai headset

4 Tips Merawat Telinga untuk Anda yang Sering Memakai Headset

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 01/09/2019 . Waktu baca 4 menit
tidur pakai sumbatan telinga

Menggunakan Penutup Telinga untuk Tidur, Aman Tidak, Ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2019 . Waktu baca 3 menit